Mengatasi Penyakit Kulit dengan Antioksidan

July 17, 2013

penyakit kulit

Penyakit kulit disebabkan oleh kuman dan penyebab lain yang tidak ada kaitannya dengan infeksi. Salah satu faktor penyebab penyakit kulit adalah paparan radikal bebas. Radikal bebas secara langsung merusak sel-sel kulit. Secara tidak langsung menurunkan imunitas kulit sehingga memperbesar risiko terkena infeksi kuman.

Paparan radikal bebas membuat kulit cepat menua atau mengalami degenerasi. Penuaan kulit menurunkan elastisitas kulit, kerusakan melanin, hingga menimbulkan penyakit kulit yang serius, seperti kanker kulit. Paparan radikal bebas yang berlangsung terus-menerus merapuhkan membran sel kulit sehingga mudah terinfeksi oleh aneka patogen yang menyebabkan timbulnya berbagai penyakit kulit. Mungkin Anda berpikir bahwa jerawat terjadi karena infeksi bakteri. Namun, pernahkah Anda berpikir bahwa radikal bebas mengawali infeksi patogen yang membuat kulit menjadi berjerawat?

Radikal bebas yang ganas merusak kulit adalah radiasi sinar matahari. Dengan energi yang tinggi, sinar UV A dan UV B menembus jaringan kulit hingga penuaan kulit terjadi. Dampak paparan radiasi UV A dan UV B tidak hanya membuat kulit kusam dan muncul bercak hitam, namun juga mendorong terjadinya melanoma dan tumor kulit. Tak heran jika kini matahari dianggap sebagai musuh bagi kulit cantik. Penggunaan tabir surya dan aneka pelindung kulit membuktikan bahwa radikal bebas yang dipancarkan matahari memang benar-benar merusak keindahan kulit kita.

Selain sinar matahari, ada sejumlah radikal bebas yang ditengarai sebagai penyebab kerusakan kulit. Radikal bebas dari pembakaran rokok juga merupakan perusak kulit yang perlu diwaspadai. Selain itu, berbagai macam polutan kimiawi yang bebas di udara dan air juga merupakan sumber radikal bebas yang berpotensi merusak keindahan kulit kita, bahkan memicu timbulnya penyakit kulit.

Banyak upaya untuk mendapatkan kulit sehat dan indah, namun kita tidak boleh melupakan peran antioksidan untuk melindungi kulit kita. Kecukupan antioksidan merupakan benteng pertahanan untuk mencegah dampak buruk radikal bebas yang merusak kulit kita.

Pasokan antioksidan dari makanan alami sangat diharapkan untuk melindungi seluruh tubuh dari paparan radikal bebas termasuk yang memapar kulit kita. Kulit kita terdiri dari bagian berlemak dan air, maka antioksidan yang melindunginya harus mampu mereduksi radikal bebas yang larut dalam air, dan larut dalam lemak. Kedua antioksidan ini harus dalam porsi memadai.

Kecukupan vitamin C sangat diperlukan untuk melindungi kulit dari radikal bebas surya. Vitamin C melindungi bagian berair dari sel kulit kita. Selain itu, keberadaannya juga diperlukan untuk membantu proses regenerasi kulit. Kecukupan vitamin C sangat diperlukan untuk aktivitas produksi kolagen yang merupakan komponen penting untuk regenerasi jaringan kulit yang telah aus.

Jika selama ini vitamin E dikenal sebagai vitamin untuk kecantikan kulit, hal tersebut benar adanya. Selain menjalankan fungsi biologis sebagai nutrisi kulit, vitamin E juga merupakan pelindung kulit yang baik terhadap radikal bebas yang merusak bagian sel kulit yang berlemak. Kekurangan vitamin E bukan saja membuat kulit cepat menua karena paparan radikal bebas, namun juga memperbesar risiko terinfeksi oleh patogen perusak kulit. Semua itu diawali oleh penurunan imunitas sel kulit akibat paparan radikal bebas.

Sejumlah fitonutrisi turut menjaga kulit dari dampak buruk radikal bebas. Karotenoid yang kita peroleh dari makanan nabati merupakan pelindung kulit yang sangat bermanfaat. Beta-karoten, lutein, dan likopen merupakan tabir surya yang baik. Selain itu, polifenol dan sejumlah flavonoid telah diteliti khasiatnya sebagai pereduksi radikal bebas yang sangat potensial untuk mencegah kerusakan kulit akibat radikal bebas.

Langkah seperti apa yang harus kita lakukan untuk mencegah dampak buruk radikal bebas pada kulit kita? Upaya yang mudah dan murah untuk kita lakukan adalah dengan meningkatkan kapasitas antioksidan di dalam tubuh kita. Kecukupan antioksidan akan memberi perlindungan kepada tubuh secara menyeluruh termasuk pada kulit kita yang secara langsung terpapar oleh berbagai macam radikal bebas.

Konsumsi sumber-sumber antioksidan merupakan nasihat yang baik untuk menjaga kesehatan kulit kita. Kecukupan vitamin C dan vitamin E menjadi sarana untuk menangkal radikal bebas perusak kulit. Penuhilah kebutuhan harian vitamin dan mineral yang berperan sebagai antioksidan dengan mengonsumsi makanan alami, maka Anda akan memperoleh manfaat menyeluruh dari bioaktif yang Anda konsumsi. Makanan alami khususnya makanan nabati yang kaya vitamin dan mineral juga kaya bioflavonoid, dan sejumlah fitokimia yang sangat bermanfaat untuk melindungi kulit dari dampak buruk radikal bebas. Perkayalah diet Anda dengan makanan nabati kaya warna, maka kulit cantik yang Anda idamkan dapat menjadi milik Anda.

Selain itu, penggunaan produk topikal berbasis antioksidan juga membantu melindungi kulit dari bahaya radikal bebas yang menerpa kulit kita. Saat ini di pasaran ada berbagai macam produk perawatan kulit yang menggunakan bahan aktif berkhasiat antioksidan. Green tea, resveratrol, black chocolate, dan masih banyak lagi senyawa antioksidan yang ditambahkan pada produk perawatan kulit modern.

Jika Anda memiliki banyak waktu untuk meracik produk perawatan kulit alami, Anda dapat meramu sendiri bahan perawatan kulit dari bahan alami yang tersedia di sekitar kita. Masker aneka buah-buahan, teh hijau, dan cokelat hitam dapat Anda jadikan sebagai produk perawatan kulit alami kaya antioksidan untuk menjaga kesehatan dan keindahan kulit Anda.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: