Mengatasi Batuk Rejan Pada Anak

January 22, 2015

batuk rejan

Salah satu penyakit yang banyak menyerang anak saat musim penghujan atau pergantian musim adalah batuk rejan atau juga dikenali sebagai batuk pertusis. Penyakit yang satu ini mungkin sering dianggap sepele dan sering diabaikan karena dianggap sudah biasa. Padahal batuk rejan yang tidak segera diobati selain dapat mengganggu aktivitas si kecil, juga dapat membahayakan dan menyebabkan kematian.

Disebabkan Bakteri

Batuk rejan merupakan salah satu penyakit yang disebabkan adanya infeksi bakteri bernama Bordetella pertussis pada sistem pernafasan. Bakteri ini biasanya menempel pada silia (bagian kecil yang berbentuk seperti rambut) yang ada pada sistem pernafasan serta melepaskan racun dan menyebabkan rasa panas (swelling). Batuk rejan biasanya sering menyebabkan demam, gangguan pernafasan, serta batuk panjang dengan nafas berat dan kemungkinan muntah. Gejala batuk biasanya semakin parah saat malam hari. Di Cina dan beberapa negara Asia lainnya, batuk ini memiliki berbagai nama lain seperti tussis quinta, whooping cough, atau ‘batuk 100 hari’ dikarenakan waktu infeksinya yang lama serta intensif.

Batuk rejan merupakan salah satu penyakit yang banyak tersebar di seluruh dunia, serta biasanya menginfeksi tempat yang padat penduduknya. Jenis batuk yang satu ini juga sangat menular dan dapat menyebar dari satu orang
ke lainnya saat batuk atau bersin. “Banyak balita yang tertular batuk rejan dari saudara yang lebih besar, orang tua atau pengasuh anak yang tidak mengetahui mereka memiliki penyakit ini,” seperti dilansir Centersfor Disease Control and Prevention, (CDC), Amerika Serikat. Hal ini sangat membahayakan, karena pada balita atau bayi batuk rejan dapat menyebabkan apnea (jeda panjang saat bernafas) serta cyanosis (kondisi kulit berwarna biru atau ungu karena kekurangan oksigen) yang membuat batuk ini menjadi sangat berbahaya karena dapat menyebabkan bayi kekurangan oksigen dan tidak dapat bernafas. Jika kondisi ini berlangsung lama maka dapat membahayakan nyawa bayi dan menyebabkan kematian, sehingga bayi di bawah usia satu tahun yang terinfeksi penyakit ini sebaiknya segera ditangani langsung oleh dokter di rumah sakit.

Perawatan Batuk Rejan

Gejala batuk rejan biasanya terjadi sekitar 7 hari setelah infeksi bakteri. Penyakit ini merupakan penyakit yang menular terutama pada minggu pertama saat anak masih memiliki gejala seperti flu. Biasanya bersamaan dengan gejala flu tersebut akan timbul batuk dengan frekuensi dari beberapa kali hingga ratusan kali per hari, dengan periode batuk berkisar antara 12 hingga 15 kali. Saat batuk wajah biasanya memerah serta mata berair, serta jika batuk terlalu berat dapat mengakibatkan penderita tidak sempat menghirup oksigen dan menyebabkan wajah membiru. Diantara kesulitan nafas saat jeda batuk, penderita biasanya menarik nafas melengking (whooping) serta menyebabkan muntah.

Gangguan batuk rejan dapat berlangsung lebih dari 3 bulan, namun kondisi penularan biasanya berlangsung sekitar 5 hingga 7 minggu sehingga sangat penting menjauhkan anak dari anak yang lain dibawah usia satu tahun. Saat si kecil mengalami batuk rejan, dokter biasanya akan menyarankan penggunaan antibiotik tertentu hingga pulih. Selama penggunaan antibiotik ini sebaiknya anak beristirahat dari berbagai kegiatan, termasuk sekolah, hingga sekitar 5 hari setelah perawatan menggunakan antibiotik selesai. Udara segar sangat diperlukan bagi anak yang menderita batuk rejan, sehingga sebaiknya sirkulasi udara di rumah diatur dengan baik. Selain itu karena batuk dengan gejala yang berlangsung lama ini dapat menyebabkan muntah, maka sebaiknya orang tua memberikan makan dan asupan nutrisi pada anak dalam jumlah kecil namun sering.

“Laporkan pada dokter anak segera jika anak yang di rawat di rumah mengalami gangguan pernafasan atau tanda-tanda dehidrasi (kekurangan cairan tubuh),” saran Elana Pearl Ben Joseph, MD dari kidshealth.org. Dokter anak tersebut juga menyarankan untuk menjaga rumah dari penyebab yang dapat memicu batuk seperti asap, debu, bahan kimia tertentu, menggunakan penyegar udara yang bersih serta dapat membantu pernafasan, mencuci tangan, dan meminum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi. Selain itu segera laporkan ke dokter anak jika terdapat gejala lain pada si kecil seperti mulut kering, kelelahan otot, susah tidur, sedikit air mata saat menangis, sakit kepala, dan pusing.

Pencegahan batuk rejan biasanya dapat dilakukan dengan menggunakan vaksinasi. Menurut situs kedokteran di Inggris (netdoctor.co.uk), di negara tersebut vaksinasi terhadap penyakit batuk rejan dilakukan dengan tiga tahap penyuntikan. Setiap tahapan dilakukan dengan jeda sekitar satu bulan dimulai saat anak berusia dua bulan. Penyuntikan selanjutnya dilakukan sekali lagi saat anak berusia 3 hingga 4 tahun.

Herbal Untuk Si Kecil

Batuk rejan mungkin merupakan salah satu penyakit yang paling umum menyerang termasuk pada anak-anak. Penggunaan antiobiotik dalam perawatannya terkadang menimbulkan ketahanan (resistensi) pada bakteri yang sama sehingga akan lebih baik jika orang tua memberikan obat alami terlebih dahulu untuk mengatasinya. Selain itu obat herbal merupakan salah satu cara yang relatif lebih aman bagi si kecil. Berikut resep obat tradisional herbal yang dapat dicoba saat si kecil mengalami batuk rejan:

1. Siapkan dan cuci bersih 1 buah mengkudu matang. Cuci bersih 50 gram lidah buaya, kupas dan diambil bagian dalamnya. Potong seluruh bahan lalu jus hingga halus. Panaskan hingga mendidih dan tambahkan gula batu lalu minum hangat-hangat dua kali sehari.

2. Cuci bersih 50 gram daun sambiloto dan 1 siung bawang putih yang telah dikupas, rebus dengan 300 cc air hingga tersisa separuhnya. Tambahkan madu, lalu minum 2 kali sehari.

3. Siapkan 15 gram pegagan dan 10 gram kencur, cuci bersih lalu tumbuk. Rebus dengan 400 cc air hingga tersisa separuhnya, saring dan minum hangat 2 kali sehari.

4. Siapkan 10 gram semanggi gunung dan 7 gram kulit jeruk mandarin kering, cuci bersih dan rebus dengan 400 cc air hingga tersisa separuhnya. Saring dan minum hangat-hangat 2 kali sehari.

5. Siapkan biji lobak putih yang sudah kering lalu tumbuk halus. Tambahkan gula secukupnya serta segelas air hangat, minum tiga kali sehari.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: