Mengatasi Asma dengan Antioksidan

May 13, 2013

mengatasi asma

Peradangan yang memicu kekambuhan asma antara lain disebabkan oleh penumpukan radikal bebas di saluran pernapasan yang tidaktertangani dengan baik. Kondisi tersebut menyebabkan produksi histamin dan molekul pro-peradangan meningkat.

Konsumsi makanan yang kaya antioksidan sangat membantu untuk mengatasi kekambuhan asma. Kapasitas antioksidan endogen yang memadai tentunya sangat diperlukan untuk mengatasi paparan radikal bebas yang direspons negatif oleh penderita asma. Secara umum, kapasitas antioksidan endogen di tubuh penderita asma rendah. Hal ini disebabkan kemampuan mereka untuk memproduksi enzim lebih rendah dibanding orang sehat. Selain itu, mereka pun memproduksi ROS (Reactive Oxygen Species) dalam jumlah banyak yang harus direduksi oleh antioksidan yang tersedia. Kondisi ini membuat cadangan antioksidan yang tersedia di dalam tubuh sebagian besar harus digunakan untuk mereduksi radikal bebas endogen yang ada di dalam tubuh.

Untuk menyiasati keterbatasan antioksidan alami yang tersedia di dalam tubuh, para penderita asma harus memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung antioksidan sekunder. Konsumsi buah dan sayuran yang memadai sangat mereka perlukan. Konsumsi buah dan sayuran akan memasok sejumlah vitamin C yang sangat mereka butuhkan untuk melawan alergen yang memicu kekambuhan penyakitnya. Selain itu, vitamin C dari buah dan sayuran yang terikat dengan sejumlah fitonutrisi juga sangat diperlukan untuk mencegah oksigen reaktif yang mendorong asma kambuh.

Konsumsi makanan yang kaya asam amino bersulfur seperti bawang-bawangan serta kubis-kubisan akan memasok sejumlah antioksidan penting untuk mencegah radikal bebas yang memicu kerentanan sel terhadap alergen yang menimbulkan asma kambuh. Makanan alami adalah pilihan yang tepat, namun jika dianggap perlu suplementasi dapat dilakukan. Di pasaran banyak suplemen berbahan aktif alisin dan senyawa aktif bawang putih. Beberapa di antaranya juga dikombinasi dengan quercetin dan bioaktif lainnya.

Konsumsi jahe segar atau ekstrak jahe dalam bentuk suplemen juga terbukti bermanfaat bagi penderita asma. Jahe adalah antioksidan alami yang andal. Selain itu, efektivitasnya sebagai ekspektoran sangat membantu untuk melegakan pernapasan. Jahe juga memiliki efek menghangatkan sehingga membantu penderita asma, terutama bagi mereka yang alergi cuaca dingin. Konsumsi makanan kaya polifenol seperti anggur, teh hitam, cokelat hitam, serta wine berkadar alkohol rendah sangat membantu mengurangi radikal bebas yang sangat mengganggu aktivitas bernapas penderita asma.

Penambahan asupan omega-3 dari ikan atau dalam bentuk suplemen sangat baik bagi penderita asma. Omega-3 bermanfaat untuk mencegah dan menurunkan level peradangan sekaligus sebagai antioksidan untuk mereduksi radikal bebas penyebab asma. Konsumsi omega-3 yang mengandung 200 mg EPA dan 300 mg DHA sebanyak 2.000 mg per hari, jika dilakukan secara rutin sangat efektif mencegah serangan asma. Suplemen yang terbukti mampu mengurangi kekambuhan asma antara lain vitamin C yang diperkaya dengan bioflavonoid, Chlorofil, N-acetyl cystein, dan antioksidan lain yang berfungsi ganda sebagai antiinflamasi.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: