Mendeteksi Berbagai Penyebab Sakit Perut

September 7, 2014

sakit perut

Perut sakit melilit? Anda bukan satu-satunya yang pernah mengalami. Sakit perut adalah gejala yang umum dirasakan pada gangguan-gangguan di sekitar perut. Masalahnya, perut buncit ataupun sixpack ternyata punya isi yang sama dan cukup kompleks. Sebut saja lambung, usus, hati, limpa, pankreas, kandung kencing, ginjal, kelenjar adrenal, serta organ lainnya. Penyebab sakit perut pada anak dan dewasa dapat berbeda. Demikian juga sakit perut pada pria dan wanita. Lalu, bagaimana membedakan dari mana sakit perut berasal?

Aduuhh, meringis karena perut seperti teriris-iris? Pasti karena salah makan. Eits, tunggu dulu. Ternyata yang namanya sakit perut tidak selalu berhubungan dengan salah makan. Wajar saja jika gangguan usus kerap dianggap sebagai biang kerok terjadinya sakit perut. Namun, selain usus ternyata perut kita juga berisi organ-organ lain. Gangguan pada organ-organ ini tak pelak dapat menimbulkan nyeri di daerah perut. Walau begitu, jenis nyerinya biasanya berbeda-beda. Ada yang khas, dan ada juga yang tidak.

Untuk mengusir sakit perut, dokter perlu menentukan diagnosis yang tepat. Di sinilah kita perlu ikut berperan sebagai asisten detektif. Caranya adalah dengan memperhatikan sifat-sifat nyeri. Sakit perut dapat terjadi mendadak atau bertambah sakit secara perlahan-lahan. Nyeri juga dapat ringan saja atau terasa hebat hingga Anda harus membungkuk atau berguling-guling. Ada juga sakit perut yang terasa terus menerus dan ada yang hilang timbul.

Sakit perut dapat berupa melilit, seperti ditusuk-tusuk, perih atau seperti kram. Ada juga sakit perut yang baru timbul jika bergerak, batuk, makan makanan pedas, dan lain sebagainya. Lokasi terjadinya nyeri dan penjalarannya juga dapat menjadi informasi penting bagi dokter untuk menentukan penyebab nyeri.

Terlihat Kecil Tapi Isinya Banyak

Sepertinya aneh tapi nyata. Namun tahukah Anda, bahwa orang yang gemuk maupun langsing ternyata memiliki isi dan susunan perut yang sama?

Yang dimaksud dengan perut adalah daerah tepat di bawah tulang dada hingga lipat paha. Untuk mempermudah, biasanya dokter membagi perut menjadi enam bagian dengan menggunakan garis khayal. Dengan demikian, lokasi nyeri dan penjalarannya dapat mempermudah dokter untuk menduga-duga organ mana yang sakit. Sifat dan jenis nyeri penyakit juga biasanya bersifat khas.

Sakit perut dapat disebabkan berbagai sebab, baik oleh virus, gangguan pencernaan, atau kembung. Jika sakit semakin berat, nyeri ini mungkin disebabkan oleh sumbatan usus. Nyeri di daerah perut bagian atas dapat disebabkan oleh peradangan lambung, usus dua belas jari atau empedu. Nyeri di pinggang dan menjalar ke perut bagian bawah dapat disebabkan oleh batu ginjal. Nyeri di daerah perut tengah bawah mungkin disebabkan oleh infeksi saluran kemih. Sedagkan nyeri di perut kanan bawah mungkin merupakan radang usus buntu.

Nyeri yang terasa seperti kram umumnya penyebabnya tidak serius. Mungkin disebabkan oleh gas dan kembung, serta sering disertai dengan diare. Namun jika nyeri berlangsung sering, lebih dari 24 jam, atau disertai demam, ada baiknya untuk berkonsultasi ke dokter. Selain itu, ada juga nyeri yang bersifat kolik. Nyeri kolik ini biasanya hilang timbul secara mendadak dan terasa sangat hebat. Contohnya adalah nyeri akibat batu empedu dan batu ginjal.

Meredakan Sakit Perut di Rumah

Sakit perut masih bisa ditahan?

Ada kalanya tidak perlu segera ke dokter. Jika sakit perut terasa ringan dan tidak disertai demam, muntah darah, kencing darah, ataupun sesak, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk meredakan nyeri.

✓ Minum air hangat.

✓ Hindari makan makanan padat selama beberapa jam.

✓ Jika terdapat muntah, tunggu selama enam jam sebelum mulai makan kembali. Awali dengan makanan yang ringan seperti bubur atau biskuit.

✓ Hindari produk-produk mengandung keju dan susu.

✓ Jika nyeri dirasakan di daerah ulu hati dan terjadi setelah makan, coba kunyah tablet antasida. Antasida juga dapat membantu mengurangi rasa kembung dan perih di perut. Hindari makan makanan yang berlemak, makanan yang digoreng atau berminyak, makanan pedas, kopi, alkohol, dan minuman berkarbonat.

✓ Hindari obat-obat tertentu seperti aspirin, ibuprofen, atau obat anti radang lainnya yang dapat menyebabkan asam lambung meningkat. Jika nyeri bukan disebabkan oleh penyakit hati, parasetamol boleh digunakan sebagai pengganti obat anti nyeri.

Jika nyeri tidak kunjung hilang selama berhari-hari atau bahkan lebih, sebaiknya berkonsultasi ke dokter agar penyebab pastinya dapat diketahui. Kadang, beratnya nyeri tidak mencerminkan keparahan penyakit.

Penyebab Sakit Perut Pada Pria

sakit perut

Penyebab sakit perut pada pria cukup banyak dan beragam. Untuk menentukan apa penyebabnya, dokter dapat menilai berdasarkan sifat-sifat nyeri dan hasil pemeriksaan fisik. Jika masih sulit dipastikan, dokter dapat menganjurkan pemeriksaan lain, seperti USG abdomen, rontgen, endoskopi, CT scan, hingga pemeriksaan urin dan darah. Berikut beberapa penyebab tersering terjadinya nyeri perut pada pria.

Batu Ginjal dan Saluran Kemih

Batu ginjal adalah salah satu penyebab sakit perut yang paling sering dirasakan kaum pria. Meski demikian, batu ginjal dan saluran kemih tidak selalu menimbulkan gejala. Sakit yang ditimbulkan oleh batu ginjal biasanya samar sehingga sering diabaikan dan berlangsung selama berbulan-bulan. Sakit perut pada kasus ini biasanya baru terjadi saat batu makin besar dan menimbulkan sumbatan atau luka pada saluran kemih.

Jika sudah menimbulkan sumbatan, nyeri dapat berlangsung hebat sampai penderitanya berguling-guling kesakitan. Sakit dirasakan di daerah pinggang, menjalar ke perut bagian depan dan bawah. Sakitnya bersifat tajam, dapat hilang timbul dan makin lama makin nyeri. Si penderita batu ginjal mungkin pernah mengalami kencing kemerahan bercampur darah, kencing berpasir atau bahkan keluar batu, dan punya riwayat kencing batu sebelumnya.

Nyeri pada kencing batu dapat disertai demam, muntah-muntah, dan keringat dingin. Jika tidak cepat diatasi, sakit perut akibat batu ginjal dapat berbahaya. Jika batu masih kecil, batu mungkin dapat keluar dengan sendirinya
jika diberi minum dalam jumlah banyak. Namun, jika batu besar dan tidak dapat keluar, fungsi ginjal lama kelamaan dapat terganggu. Batu juga meningkatkan risiko terjadinya infeksi dan sumbatan urin pada ginjal.

Usus Buntu

Penyebab sakit perut berikutnya yang cukup sering dirasakan kaum pria adalah usus buntu. Meski hingga saat ini fungsi usus buntu masih dipertanyakan, tetapi peradangan di umbai cacing ini dapat menyebabkan seorang pria gagah berani menjadi keok tak berdaya. Peradangan usus buntu dapat menyebabkan timbulnya nanah dan nyeri di daerah perut kanan bawah. Meski demikian, nyeri juga dapat timbul di daerah perut lainnya seperti di perut bagian kiri atau di ulu hati. Sakit perut akibat usus buntu biasanya bersifat tajam, terus menerus dan makin lama intensitas nyerinya makin hebat. Kadang-kadang, penderita usus buntu bisa demam, muntah-muntah dan membungkuk setiap saat karena menahan nyeri.

Kalau sudah begini, bisa dimaklumi jika pria tidak bisa lagi pura-pura kuat. Penderita radang usus buntu harus segera dilarikan ke rumah sakit. Pasalnya, proses peradangan akut ini hanya berlangsung selama beberapa jam. Jika dibiarkan, usus buntu bisa tiba-tiba pecah dan akibatnya bisa fatal. Pecahnya usus buntu sering-kali tersamarkan dengan obat-obatan anti nyeri. Inilah mengapa dokter biasanya tidak buru-buru memberikan obat pereda nyeri jika ada dugaan usus buntu. Jika sudah dipastikan penyebabnya, operasi dan pemberian antibiotik adalah jalan terbaik untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Irritable Bowel Syndrome

Nyeri perut bagian bawah pada pria sering disebabkan oleh irritable bowel syndrome (IBS). Pada kasus IBS, sakit perut biasanya ditemani dengan diare dan konstipasi secara bergantian. IBS merupakan penyakit kronis yang berlangsung bertahun-tahun. Penanganannya juga rumit dan membutuhkan waktu bertahun-tahun. Penyakit ini juga sering diabaikan oleh pria karena hanya terjadi sesekali. Meski demikian, sindrom ini dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Sindrom ini juga dapat dicetuskan oleh stress.

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih juga merupakan penyebab sakit perut yang bisa dialami kaum pria. Meski penderita infeksi saluran kemih didominasi oleh kaum hawa, bukan berarti pria tidak bisa mengalaminya. Infeksi ini dapat menyebabkan nyeri perut, terutama bagian bawah, disertai dengan demam dan nyeri saat buang air kecil. Infeksi seperti ini harus segera diobati menggunakan antibiotik agar tidak menjalar ke ginjal dan menimbulkan kerusakan.

Infeksi saluran kemih pada pria juga merupakan salah satu penyakit yang sering diabaikan oleh pria. Pasalnya, infeksi ini mungkin merupakan penyakit menular seksual yang memalukan. Nyeri perut akibat PMS sering disertai dengan nyeri saat buang air kecil dan urine menjadi keruh atau bernanah. Meski demikian, penderitanya mungkin berharap hal ini akan berlalu dengan sendirinya hingga nanah bertambah banyak. Walhasil, karena kuatir biasanya penderita baru berobat. Tidak perlu malu untuk menceritakan ke dokter apa yang Anda alami dan kemungkinan penyebabnya.

Diagnosis yang tepat dapat membantu dokter untuk memberi pengobatan secara cepat dan tepat. Penanganan yang terlambat dapat menyebabkan saluran kencing menyempit dan sulit buang air kecil secara permanen.

Gangguan di Daerah Kelamin

Faktor lain yang bisa menjadi penyebab sakit perut pada pria adalah peradangan di organ reproduksi atau kelamin. Di antaranya vesikulitis, yaitu peradangan vesikula seminalis dengan nyeri di daerah perut bagian bawah.

Hernia skrotalis atau masuknya sebagian usus ke dalam kantong buah zakar juga dapat menyebabkan nyeri hingga ke daerah perut, terutama jika usus terjepit dan suplai darahnya terganggu. Hal sama juga dapat terjadi pada hernia abdominalis akibat kelemahan otot perut.

Gangguan Saluran Cerna

Siapa yang tidak kenal maag. Penyebab sakit perut yang satu ini juga sering menghampiri kaum Adam. Nyeri akibat maag dapat ringan-ringan saja hingga berat. Nyeri biasanya terjadi di daerah ulu hati dan dapat disertai dengan mual, muntah, sering serdawa, kembung, atau diare. Khasnya maag, biasanya didahului oleh pola makan yang kurang baik. Entah karena telat makan, makan makanan pedas, akibat minum kopi atau minuman bersoda berlebihan, dan lain sebagainya.

Meskipun kasusnya jarang, divertikulitis juga dapat menyebabkan sakit perut pada pria. Divertikulitis adalah peradangan pada divertikel, yaitu kantong kecil yang terbentuk pada dinding usus, terutama di usus besar.

Batu Empedu

Batu empedu lebih banyak terjadi pada kaum wanita. Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan pria juga mengalami hal ini. Batu empedu yang terdapat di dalam kantong empedu sering tidak menimbulkan gejala. Namun jika batu tersangkut di saluran empedu yang mungil, sakitnya cukup dapat membuat pria meringis. Nyeri biasanya seperti diremas-remas atau bisa juga tajam, terutama di daerah perut kanan atas atau di ulu hati.

Nyeri tajam juga dapat dirasakan hingga ke tengah-tengah punggung. Nyeri umumnya timbul setelah makan goreng-gorengan atau makanan bersantan. Seringkali disertai dengan mual, kembung, atau buang air besar berwarna seperti dempul. Kadang warna kulit dan bagian putih mata juga dapat jadi terlihat kuning.

Sering Diabaikan Oleh Pria

Sakit perut? Wah, nggak macho. Pria mana yang mau dianggap lemah? Tidak heran, pria seringkali menyembunyikan jika dirinya sedang sakit, termasuk juga saat ia sedang sakit perut. Apalagi jika sakit perut dirasakan hanya sesekali dan ringan, ia bisa menunda ke dokter hingga berbulan-bulan lamanya. Tidak jarang terjadi, pria baru mau ke rumah sakit jika sakitnya sudah tidak tertahan lagi.

Meski sebagian besar penyebab sakit perut tidak serius, tetapi ada juga sakit perut yang menandakan adanya gangguan organ perut yang fatal. Serius tidaknya gangguan tidak selalu sebanding dengan nyeri yang dirasakan. Karena itu, Anda perlu tahu kapan boleh berlagak macho, dan kapan harus segera ke dokter.

Nyeri perut yang hebat dapat menyebabkan pria gagah sekalipun menjadi tidak berdaya. Nyeri hebat ditandai dengan ketidakmampuan untuk bergerak tanpa disertai nyeri, atau tidak bisa menemukan posisi yang enak. Jika sakit perut terasa sangat hebat atau disertai demam, Anda perlu segera ke dokter. Apalagi jika sampai muntah darah, feses berdarah, sulit bernapas, atau terjadi setelah terbentur. Jangan terus menahan nyeri jika sakit berlangsung berhari-hari disertai muntah-muntah, tidak dapat buang air kecil atau besar, serta nyeri saat disentuh. Demikian juga jika buang air kecil terasa nyeri atau menjadi sering.

Penyebab Sakit Perut Pada Wanita

sakit perut

Berikut beberapa penyebab sakit perut yang sangat umum dirasakan kaum hawa.

Gangguan Pencernaan

Secara umum, sakit perut yang disebabkan oleh gangguan pencernaan adalah hal yang lumrah. Meskipun demikian jika gangguan pencernaan tersebut disertai dengan muntah-muntah, diare dan rasa lemas, maka kondisi ini perlu diwaspadai.

Konstipasi atau Susah Buang Air Besar

Selain kesulitan buang air besar, penderita sembelit terutama pada dewasa umumnya mengalami gejala-gejala lainnya yaitu: perut kembung, sebah, dan sakit perut.

Nyeri Saat Menstruasi

Penyebab sakit perut berikut ini juga sering dihadapi para wanita dan menjadi pengalaman yang tak menyenangkan. Secara umum, nyeri perut yang disebabkan menstruasi tidak perlu pengobatan khusus dan cukup ditangani di rumah. Namun dalam beberapa kasus tertentu, hal ini bisa jadi merupakan hal yang perlu diwaspadai.

Saat menstruasi juga terjadi peningkatan kadar hormon prostaglandin yang memicu timbulnya kontraksi otot-otot rahim untuk meluruhkan darah. Kontraksi inilah yang membuat bagian bawah perut nyeri.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri saat menstruasi, tapi hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan mengalihkan perhatian, misalnya dengan melakukan berbagai aktivitas. Dengan demikian nyerinya akan semakin hilang dibandingkan hanya berdiam diri di rumah. Namun jika rasa nyerinya cukup berat dan tidak bisa hilang dengan mengalihkan perhatian, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan diagnosis.

Boleh-boleh saja anda meminum obat penghilang rasa sakit ketika anda mengalami nyeri menstruasi, namun obat tersebut hanya diminum ketika muncul nyeri saja. Ketika rasa nyeri telah hilang, anda tidak perlu meminumnya lagi.

Endometriosis

Penyebab sakit perut berikut ini cukup membuat fisik dan mental menjadi lelah, sehingga dapat mempengaruhi ruang gerak wanita. Lebih lanjut, endometriosis akan berpengaruh pada produktivitas kerja maupun aktivitas lainnya. Berakibat pula pada finansial karena dalam penatalaksanaannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Endometriosis merupakan kelainan yang terjadi pada lapisan yang berfungsi melindungi rongga kehamilan (endometrium). Endometrium seharusnya berada di dalam rongga rahim, namun pada kasus endometriosis, endemetrium tumbuh di luar rahim. Endometriosis paling sering ditemukan di indung telur atau pada organ lain di daerah panggul. Bahkan dalam kasus yang lebih serius lesi endometriosis dapat ditemukan di paru-paru dan otak, namun angka kejadiaannya sangat jarang.

Endometriosis bukan termasuk penyakit yang mematikan, meskipun demikian ia dapat menyebabkan kesuburan wanita terganggu dan menimbulkan rasa nyeri yang amat sangat.

Usus Buntu

Sama halnya dengan pria, kasus usus buntu pada wanita juga sering terjadi. Usus buntu merupakan salah satu penyebab sakit perut bagian bawah yang umum terjadi. Usus buntu terjadi ketika bagian kecil pada usus besar yang
disebut appendiks mengalami infeksi. Infeksi itu menyebabkan rasa sakit teramat yang menusuk bagian kanan perut bawah yang disertai dengan mual, muntah, dan demam.

Radang Panggul

Radang panggul mengacu oleh infeksi yang muncul pada organ wanita bagian dalam di dekat panggul, termasuk diantaranya rahim, indung telur, tuba falopi, dan leher rahim. Gejala awal dari radang panggul adalah rasa sakit di bagian bawah perut. Perlu dilakukan diagnosa sedini mungkin untuk mencegah infeksi semakin menyebar.

Gangguan Pada Ginjal atau Kandung Kemih

Penyakit yang berhubungan dengan ginjal atau kandung kemih biasanya juga menjadi penyebab sakit perut bagian bawah. Batu ginjal adalah salah satu faktor yang paling memungkinkan dan menyebabkan rasa nyeri hingga ke perut bawah bagian belakang. Faktor lain yang sering terjadi adalah karsinoma kandung kemih dan infeksi saluran kencing serius yang juga menyebabkan nyeri pada perut bagian bawah.

Demikian artikel tentang berbagai penyebab sakit perut, semoga bermanfaat dan menambah khasanah pengetahuan anda.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: