Mencegah Stroke dari Usia Muda

June 11, 2014

mencegah stroke

Masih muda tapi ke mana-mana dibantu kursi roda? Duh…miris rasaya. Kenali masalahnya dan pegang kuncinya untuk hidup sehat agar Anda jauh darinya.

Stroke. Masalah yang satu ini semakin sering saja Anda dengar, bukan? Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 15 juta orang terserang stroke setiap tahun. Tercatat bahwa stroke menjadi penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung. Dan, serangan ini bukan hanya tertuju pada ‘orang kota’. Stroke bisa melanda siapa saja, melewati lintas batas tingkat sosial ekonomi masyarakat. Celakanya, para ahli mendeteksi bahwa belakangan ini, 1 dari 20 kejadian stroke, dialami oleh mereka yang usianya masih di bawah 45 tahun. Ya, pada usia produktif. Data pun merujuk bahwa stroke lebih sering dialami kaum pria. Tapi sedihnya, tingkat kematian lebih banyak dijumpai pada wanita.

Tak heran ada World Stroke Day setiap tahun, pada 29 Oktober, untuk terus mengingatkan masyarakat akan bahaya stroke dan serba-serbi mengatasinya. Para ahli setuju bahwa stroke merupakan preventable condition. Artinya, Anda punya kemampuan untuk mencegahnya dengan gaya hidup yang terkontrol. Berikut ihwal stroke yang perlu Anda ingat dan ingat lagi. Tak ada salahnya memahami dengan jernih, untuk menjaga agar Anda dan orang-orang terdeki Anda terhindar darinya.

Wanita & Stroke

Secara umum, penyebab stroke pada wanita dan pria tidak berbeda. Namun, menurut Prof. Stephen Davis, Director of Neurology dari rumah sakit Royal Melbourne, perbedaan gender menyebabkan ada hal khusus yang bisa menimpa kaum wanita.

Pertama, risiko pada wanita pengguna alat kontrasepsi dan terapi sulih hormon (hormon replacement therapy-HRT), terutama dengan tingkat estrogen tinggi. Risiko ini jadi lebih tinggi bila wanita tersebut kelebihan berat badan dan merokok. Davis menganjurkan untuk lebih selektif memilih metode kontrasepsi atau HRT yang paling aman.

Kedua, meski jarang terjadi, adanya kondisi yang disebut cerebral vein thrombosis. Terjadi pada wanita yang baru melahirkan. “Biasanya terjadi penyumbatan darah di pembuluh vena daripada di pembuluh arteri. Mereka yang pernah terkena stroke risikonya lebih tinggi lagi. Karenanya perlu penanganan khusus, antara lain dengan suntikan antipenyumbatan sepanjang kehamilannya,” jelas Davis.

Kenali Gejalanya

Anda perlu waspada apabila Anda merasa atau melihat orang di sekitar Anda mengalami hal-hal seperti ini:

  • Tiba-tiba pandangan mata kabur seolah-olah ada piring terbang berwarna hitam pekat.
  • Sebelah mata tampak tidak simetris, sehingga mata terlihat jereng.
  • Bicara menjadi pelo karena ada gangguan pada lidah.
  • Sulit menelan.

Minimalkan Dampaknya

Bila timbul gejala-gejala stroke, segera hubungi rumah sakit terdekat, lebih baik lagi yang memiliki stroke center. Kalau tak mungkin membawanya, mintalah segera pertolongan ambulans. Semakin tertunda penanganan serangan stroke, maka umumnya akan semakin luas ‘kerusakan’ yang terjadi, semakin sulit, dan lama pula penyembuhannya. Pada kasus stroke dikenal istilah golden time. Artinya, pertolongan terbaik bisa dicapai dalam kurun waktu kurang dari 3 jam, terutama pada stroke jenis iskemik (ischemic attack).

Keberhasilan penanganan stroke ditentukan oleh beberapa hal, di antaranya:

1. Kecepatan penderita dirujuk secara aman ke rumah sakit yang memiliki fasilitas memadai.

2. Kebersaman kerja tim dokter: ahli saraf, ahli penyakit dalam, ahli radiologi, ahli bedah saraf plus perawat handal.

3. Kelengkapan sarana penunjang layanan kesehatan.

Penanganan fase emergensi ini dalam praktek sehari-hari kerap terlambat. Kondisi ini sangat merugikan penderita karena berpotensi menimbulkan kecacatan menetap bahkan kematian.

Ini Penyebabnya

Stroke adalah penurunan fungsi otak dan akan terjadi secara tiba-tiba akibat aliran darah ke otak terganggu. Sebanyak 85% kasus stroke merupakan stroke iskemik yang terjadi akibat sumbatan pembuluh darah otak. Sedangkan 15% lainnya merupakan stroke hemoragik karena pecahnya pembuluh darah di otak.

Penyebab utama stroke adalah terganggunya aliran darah ke otak. Otak manusia atau disebut juga sistem saraf pusat, memiliki fungsi yang maha penting bagi kehidupan manusia. Otaklah yang berperan sebagai pusat koordinasi gerakan-gerakan otot, pusat bicara, dan pemahaman isi pembicaraan, keseimbangan, dan banyak hal lainnya. Untuk menunjang fungsi dan metabolisme otak secara optimal, diperlukan pasokan darah yang mengandung oksigen, glukosa, mineral serta berbagai nutrisi dalam jumlah yang memadai. Oleh karena itulah pembuluh darah, arteri, dan vena serta cabang-cabangnya harus selalu dalam kondisi terbaik.

Otak akan menerima darah dari jantung, seperlima dari seluruh darah yang mengalir di tubuh. Diperkirakan, metabolisme otak menggunakan sekitar 18% dari total konsumsi oksigen.

Penyebab stroke tipe iskemik ada dua hal, trombosis maupun emboli. Keduanya mengakibatkan penyumbatan aliran darah di pembuluh arteri, yang menyebabkan kematian sel-sel saraf di daerah tersebut. Prinsip terapi pada stroke tipe iskemik adalah menghilangkan atau menghancurkan trombus atau emboli yang menyumbat aliran darah arteri di area tertentu dengan obat-obatan yang dikenal sebagai trombolitik. Dengan alat CT scan (Computerized Tomography Scanning) atau MRI (Magnetic Resonance Imaging), dokter bisa mendeteksi kerusakan sel-sel otak ini. Biasanya hal ini dapat diamati dalam 6 jam pertama sejak terjadinya stroke.

  • Salah satu anggota tubuh (tangan dan kaki) tiba-tiba kejang, tungkai kaki lemas, tubuh pun lemah lunglai. Ada kalanya seseorang juga tampak kehilangan keseimbangan.
  • Bisa juga gejala stroke diawali dengan kesemutan tiba-tiba pada salah satu kaki, juga sekitar mulut.
  • Pada akhirnya gangguan memori terjadi dan penderita akan sulit mengenali orang lain.

Ancaman Stroke pada Mata

Selama ini mungkin Anda hanya mengenal stroke sebagai serangan di otak dan menyebabkan kelumpuhan. Sebenarnya ada beberapa jenis penyumbatan darah yang juga berbahaya. Di antaranya adalah stroke di usus, telinga, juga mata.

Stroke mata biasanya ditandai berkurangnya kualitas penglihatan secara mendadak. Risikonya makin tinggi bagi penderita darah tinggi, kencing manis, kolesterol tinggi, dan penyakit darah (anemia dan leukimia). Semua penyakit yang bisa menyebabkan penggumpalan darah, termasuk di antaranya pemakaian kontrasepsi yang tidak cocok, juga bisa menjadi pemicu stroke, demikian dr. Elvioza, SpM dari FKUI, yang bertugas di RSCM dan Jakarta Eye Center (JEC).

Menurut dr. Gitalisa Andayani, spesalis mata, juga dari FKUI, sumbatan pada arteri retina pusat CRAO (central retinal arteri occusion), menyebabkan lapisan dalam retina bengkak dan pucat, lalu penglihatan buram dan gelap mendadak. Sedangkan sumbatan pada arteri retina cabang (branch retinal arteri occusion), ditandai dengan daerah gelap (skotoma), mengenai satu mata dan tidak terasa sakit.

Untuk menghindari terjadinya stroke mata, salah satunya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, memeriksa mata kepada dokter secara teratur juga dianjurkan. Apalagi bila faktor risiko Anda juga tinggi, termasuk bila sudah di atas 40 tahun, meski kini banyak juga yang terkena di bawah 40 tahun. Stroke mata yang menyerang, termasuk kasus gawat darurat, harus segera ditangani cepat dalam waktu 100 menit setelah terjadi serangan/ sumbatan agar saraf mata tidak mengalami kerusakan.

Cegah Sekarang Juga

Periksa Tekanan Darah Secara Teratur. Terutama jika Anda memilki riwayat kesehatan keluarga dengan tekanan darah tinggi. Hipertensi kerap disebut silent killer.

Ini karena kebanyakan penderita hipertensi tidak mengalami gejala yang khas. Namun kerusakan pada organ tubuh akan terus berlangsung, seperti pada pembuluh darah, jantung, ginjal dan sebagainya.

Berhenti Merokok. Para perokok memang harus berusaha sekuat hati untuk berhenti merokok. Jika perlu, datangi klinik-klinik berhenti merokok untuk kabur dari kebiasaan merokok. Ingat pula bahwa merokok jadi kegiatan yang tak bertanggungjawab bila dilakukan di seputar orang yang tidak merokok. Perokok pasif hampir sama risikonya terpapar asap rokok yang mengandung zat berbahaya dan zat oksidator.

Periksa Kolesterol Anda. Koleterol baik (HDL) yang kalah pamor dari koleserol jahat (LDL) di tubuh Anda berpotensi menjadi penyebab penyempitan pembuluh darah. Pastikan dalam pola makan Anda selalu ada sayuran, buah-buahan, dan whole grain. Pilih konsumsi makanan dan minuman sehat serta bergizi. Tak salah kok, mengikuti cara memasak slow food, rawfood, dan sebaliknya, jauhi makanan cepat saji.

Bergerak dan Bergeraklah! Lakukan olahraga secara teratur, minimal 30 menit setiap hari atau seminggu tiga kali jika Anda suka berolahraga di gym. Para pakar percaya bahwa olahraga juga bisa mengurangi stres. Padahal stres punya kontribusi tinggi pada penyakit pembuluh darah. Jadi, usahakan pilih jenis olahraga yang Anda sukai, make it fun.

Jaga Berat Badan Anda, jangan sampai kelebihan apalagi sampai ke obesitas. Berat tubuh normal bisa dicapai dengan pola makan yang baik plus olahraga teratur. Ingat pula lemak dan rasa asin berlebih (yang memang lezat, sih) sebaiknya dikurangi. Pilih makanan berserat tinggi dan rendah lemak.

Ayo, Kendalikan Risikonya

Kelainan pembuluh arteri dan vena berpotensi menghambat pasokan darah ke otak. Beberapa kelainan bersifat bawaan lahir, antara lain arteriovenous malformation (AVM), atau aneurisma. Ada yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya.

Atasi peradangan. Obati dengan baik masalah peradangan pembuluh darah; yang di antaranya akibat systemic lupus eritrematosus (SLE), giant cell artretis, sindroma takayasu, juga artretis akibat penyakit sifilis.

Jangan anggap enteng hipertensi. Tekanan darah tinggi yang berlangsung dalam jangka waktu lama dan tidak diobati, berisiko menyebabkan stroke. Hipertensi menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah hingga rentan menjadi lokasi penimbunan lemak, sel-sel trombosit, kolesterol dan penebalan lapisan otot polos. Kondisi inilah yang disebut aterotrombotik. Orang dewasa dengan tekanan darah normal 120/80 mmHg, punya risiko stroke 50% lebih rendah dibanding penderita hipertensi.

Tinggalkan rokok. Merokok, nikmatnya tak seberapa, tapi risikonya bukan main bagi kesehatan. Zat oksidator yang ditimbulkan asap rokok dapat menimbulkan kerusakan pada dinding arteri. Perokok berat lebih dari 40 batang sehari, berisiko terserang stroke dua kali lipat dibanding perokok kurang dari 10 batang sehari. Jika mereka tidak merokok lagi 5 tahun ke depan, risiko terjadinya stroke sama dengan mereka yang bukan perokok, begitu menurut American Heart Association Statisics.

Perangi ‘si manis’. Diabetes Mellitus (DM), terutama DM tipe 2 adalah kondisi ketidakmampuan hormon insulin mengontrol kadar gula (glukosa) dalam darah. Glukosa dalam darah berpotensi mengganggu pembuluh darah. Dinding arteri akan mengalami kerusakan baik yang berukuran besar maupun kecil. Kondisi yang disebut aterotrombotik ini, menyebabkan diameter arteri menyempit hingga menghambat aliran darah ke pelbagai organ tubuh termasuk ke otak.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: