Mencegah Kanker dengan Antioksidan

June 18, 2013

kanker
Contoh sel kanker

Kanker terjadi karena kerusakan DNA di dalam sel kita. Ada berbagai faktor yang memicu terjadinya penyimpangan DNA, yakni:

  1. Malnutrisi dan obesitas: 30%
  2. Rokok: 30%
  3. Genetik: 10%
  4. Senyawa karsinogenik: 5%
  5. Sejarah keluarga: 5%
  6. Kurang berolahraga: 5%
  7. Virus: 5%
  8. Alkohol: 3%
  9. Faktor reproduksi: 3%
  10. Status sosial ekonomi: 3%
  11. Polutan dari lingkungan: 2%

Dari sederet faktor pemicu kanker tersebut, sebagian besar di antaranya merupakan radikal bebas, yakni rokok, senyawa karsinogenik, alkohol, dan aneka macam polutan. Ada empat macam radikal bebas karsinogenik yang memicu kanker:

  1. Polycyclic hydrocarbon (PAH) yang berasal dari tembakau dan makanan hewani, khususnya daging yang dibakar dengan arang.
  2. Nitrosamin pada daging goreng, dendeng, daging asap, dan daging kalengan.
  3. Amino aromatik heterosiklik yang berasal dari pembakaran tidak sempurna daging dan ikan.
  4. Mikotoksin terutama dari genus Aspergillus sp., Fusarium sp., dan Peinilicilium sp.

Mengingat sebagian besar kanker diawali oleh paparan radikal bebas, maka pencegahan dan penyembuhan kanker selalu dikaitkan dengan antioksidan. Kapasitas antioksidan yang rendah di dalam tubuh menjadi indikator tingginya risiko kanker pada seseorang. Keberadaan antioksidan sangat diperlukan untuk mereduksi paparan radikal bebas yang mengawali terbentuknya kanker.

Kapasitas antioksidan yang memadai penting bagi siapa saja. Hal ini untuk mencegah kanker yang tidak dapat terdeteksi kedatangannya. Kanker dapat menyerang siapa saja dan kapan saja jika tubuh dalam kondisi lemah tidak memiliki benteng pertahanan yang kuat terhadap pajanan radikal bebas.

Menyediakan antioksidan yang memadai merupakan satu upaya untuk mereduksi kemungkinan terkena kanker. Membentengi diri dengan mengoptimalkan kapasitas antioksidan endogen tentu sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya kanker. Selain itu, bantuan antioksidan eksogen juga sangat diperlukan agar risiko kanker menjadi semakin rendah.

Khusus bagi individu yang berisiko besar terkena kanker (perokok, peminum minuman beralkohol, dan memiliki gen kanker yang menurun dari keluarganya), hendaknya mereka memperhatikan kualitas antioksidan yang dimilikinya. Penambahan antioksidan sekunder sangat diharapkan untuk memperkuat kinerja antioksidan endogen yang sering kali tidak mampu melawan berbagai macam radikal bebas termasuk radikal bebas karsinogenik yang ganas.

Sumber Antioksidan Unggul Untuk Mencegah Kanker

Upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker adalah dengan memperhatikan asupan nutrisi yang memadai, khususnya nutrisi mikro yang bermanfaat untuk memproduksi antioksidan enzimatis. Selain itu, konsumsi makanan berkhasiat sebagai antikanker dan suplementasi sejumlah antioksidan juga memberi manfaat yang sangat baik untuk mencegah terjadinya penyimpangan DNA yang menyebabkan kanker.

Konsumsi buah-buahan segar dan sayuran sebanyak 5 porsi sehari merupakan upaya pencegahan kanker yang cukup efektif. Buah dan sayuran mengandung bioaktif yang berkhasiat sebagai antioksidan sekaligus sebagai antikanker.

Konsumsi ikan laut yang banyak mengandung omega-3 juga bermanfaat untuk menurunkan risiko kanker. Defisiensi omega-3 mendorong tingginya risiko kanker. Demikian pernyataan Norrish, dkk., yang mengadakan penelitian tentang efektivitas omega-3 dalam mencegah kanker. Disebutkannya bahwa pria yang memiliki kadar omega-3 dalam darah rendah berisiko tinggi terhadap kanker prostat.

Untuk melindungi diri dari kanker yang sulit terdeteksi, konsumsi makanan alami yang kaya flavonoid, seperti teh, cokelat hitam, produk olahan kedelai, dan anggur sangat bermanfaat untuk menjauhkan diri dari berbagai jenis kanker. Meskipun jumlah flavonoid yang mampu diserap tubuh relatif lebih sedikit dibanding antioksidan lain, namun flavonoid memiliki efektivitas antioksidan jauh lebih unggul daripada sumber-sumber antioksidan lainnya.

Membiasakan diri mengonsumsi biji-bijian utuh, seperti beras pecah kulit, gandum utuh, jagung, serta kacang-kacangan sangat bermanfaat untuk mencegah kanker. Biji-bijian serta kacang-kacangan merupakan sumber lignan yang sangat bermanfaat untuk mencegah kanker. Selain itu, di dalam biji- bijian juga terdapat sejumlah fitokimia yang menurut penelitian bermanfaat sebagai antioksidan untuk menghalangi radikal bebas pemicu kanker sekaligus mencegah mutagenesis yang mengawali terbentuknya sel kanker. Biji-bijian dan kacang-kacangan kaya serat alami yang menunjukkan adanya kandungan bioaktif yang tinggi. Selain itu, keberadaan serat juga bermanfaat sebagai pengikat toksin yang berpotensi memicu kanker. Beberapa macam kanker terjadi karena defisiensi serat. Asupan serat pangan yang tidak memadai memperbesar risiko berbagai jenis kanker.

Bagi Anda yang memiliki kendala untuk memperoleh sumber flavonoid alami karena berbagai hal, suplementasi flavonoid dapat menjadi penggantinya. Kini di pasaran banyak dipasarkan berbagai macam suplemen antioksidan yang mengandung bioaktif flavonoid. Anda dapat memilih ekstrakbiji anggur, green tea, ekstrak blue berry, isoflavon, dan sebagainya. Produk-produk tersebut cukup aman untuk Anda konsumsi karena berasal dari bahan alami yang diformulasi secara modern.

Beberapa suplemen selain mampu memberi perlindungan preventif terhadap kanker juga mampu membantu penyembuhan kanker. Pada dasarnya, semua suplemen antioksidan juga merupakan suplemen antikanker. Karena itu, mengonsumsi suplemen antioksidan memiliki manfaat ganda, termasuk untuk mencegah kanker. Secara khusus, ada suplemen antioksidan yang berkhasiat sebagai antikanker yang cukup efektif. Suplemen tersebut antara lain vitamin C yang dilengkapi dengan bioflavonoid, vitamin A dalam bentuk beta-karoten, vitamin E (d-tokoferol), flax seed oil, Coenzym Q10 (Co Q10), melatonin, SOD, ekstrak bawang putih, spirulina, pycogenol, chlorella, dan ekstrak jamur shitake.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: