Mencari Tahu Penyebab Nyeri Telinga

November 17, 2014

nyeri telinga

Pernah merasakan nyeri telinga? Sungguh tak nyaman rasanya. Kerja tak tenang, tidur tak nyenyak, makan pun tak nikmat. Terkadang, kepala jadi pusing dibuatnya. Apalagi jika nyeri telinga disertai telinga berdenging atau demam tinggi. Banyak dari kita yang mengalami keluhan tersebut tanpa tahu apa penyebabnya.

Nyeri telinga (dalam istilah medis disebut otalgia) adalah rasa sakit pada telinga yang seringkali membuat penderitanya sangat menderita. Nyeri telinga merupakan gejala yang sering terjadi pada anak (juga dapat terjadi pada orang dewasa). Umumnya disebabkan oleh infeksi pada telinga. Ada 6 gejala utama yang muncul pada penyakit telinga yaitu nyeri telinga, telinga berdenging, cairan pada telinga, gangguan pendengaran, gangguan keseimbangan dan gangguan pada wajah.

Penyebab nyeri telinga dibagi dalam dua kategori. Pertama adalah penyebab langsung dari telinga (primer) misalnya sumbatan kotoran telinga, infeksi telinga luar dan infeksi telinga tengah. Kedua, penyebab tidak langsung (referred pain), misalnya hidung tersumbat, gangguan kondisi gigi, tenggorok, daerah pita suara, leher atau pada sendi rahang (temporo mandibular joint).

Sumbatan kotoran telinga sering disebut serumen/ear wax. Bila kotoran telinga memadat/ keras, kemudian kemasukan air, bisa mengembang dan menekan liang telinga sehingga menimbulkan nyeri telinga. Infeksi telinga luar (otitis eksterna) bisa terjadi antara lain karena telinga dikorek-korek (oleh anak ataupun orang tuanya). Maksudnya untuk membersihkan telinga tapi dapat menimbulkan goresan atau luka pada liang telinga dan infeksi. Bisa juga karena timbul jerawat pada kulit liang telinga.

Infeksi telinga tengah (otitis media) sering didahului batuk, pilek dan hidung tersumbat. Telinga dan hidung dihubungkan oleh sebuah saluran yang disebut tuba Eustachius. Pada anak, posisi tuba tersebut lebih mendatar dibandingkan dewasa sehingga memudahkan aliran cairan ke telinga tengah. Bila hidung tersumbat, tuba membengkak/ tersumbat, akan menyebabkan penumpukan cairan di telinga tengah yang menjadi tempat tumbuhnya bakteri atau virus. Tekanan dari cairan tersebut akan mendorong gendang telinga, sehingga gendang telinga menjadi merah, bengkak dan timbul rasa nyeri yang hebat sering disertai demam. Kondisi itu juga dapat menyebabkan pecahnya gendang telinga.

Gejala

Anak biasanya rewel dan menangis terus karena kesakitan. Juga sering memegang/menarik-narik telinganya. Anak akan menolak/menjerit bila telinganya disentuh. Nyeri telinga sering timbul pada malam hari saat anak tidur karena pembengkakan/ tekanan pada telinga makin berat pada posisi tersebut. Telinga tampak memerah, kadang keluar cairan putih/bening. Bila ada kotoran maka liang telinga akan tampak terisi kotoran coklat atau kehitaman, bisa basah atau kering. Demam, bisa sampai 39-40 C. Nyeri telinga juga dapat timbul bila anak/dewasa mengalami perubahan tekanan yang tinggi, misalnya naik pesawat.

Penanganan

■ Diagnosis penyebab infeksi telinga tidak dapat dilakukan melalui telepon, yang terbaik adalah ke dokter THT.

■ Bila anak kesakitan, untuk pertolongan pertama dapat diberikan obat penghilang rasa sakit, misalnya golongan Paracetamol, Acetaminophen atau Ibuprophen (sebaiknya selalu ada di rumah).

■ Bila naik pesawat, biasakan anak mengunyah permen pada saat takeoff/landing. Pada bayi sebaiknya disusui (ASI/ botol) sehingga terjadi proses penetralisasi tekanan dalam tuba Eustachius.

■ Bila saat malam hari, berikan pereda nyeri, kemudian anak ditidurkan dengan posisi kepala ditinggikan, setengah duduk.

■ Periksakan ke dokter, jangan diberi obat tetes/dimasukkan air ke telinga dan sebagainya.

Pencegahan/Saran/Tips

♦ Bila anak pilek, sebaiknya segera diobati, jangan dibiarkan berlarut-larut karena akan menambah penumpukan cairan di telinga tengah.

♦ Tidak membiasakan anak buang ingus kencang-kencang, buanglah dengan tekanan seperlunya dan menutup salah satu lubang hidung.

♦ Berhenti menggunakan ‘dot’ pada anak sesegera mungkin dan jangan menyusui anak/ membiarkan anak minum susu dalam posisi tidur.

♦ Jangan memberi contoh mengorek telinga di depan anak, karena anak seringkali meniru orang di sekitarnya dan mencoba mengorek sendiri telinganya. Bisa melukai liang telinga, telinga bengkak bahkan merobek gendang telinga.

♦ Periksakan telinga anak setidaknya 6 bulan hingga 1 tahun sekali, walaupun tidak ada keluhan.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: