Mencari Tahu Penyebab Bayi Kuning

October 10, 2014

bayi kuning

Setiap ibu pastilah berbahagia ketika buah hatinya lahir. Sayangnya, terkadang kebahagiaan itu mesti terganggu dengan rasa cemas ketika melihat buah hatinya tampak kuning. Kecemasan semakin menumpuk bila sang ibu tidak mengetahui apa penyebab dan cara mengatasi buah hatinya yang kuning.

Secara alami tubuh manusia menghasilkan sel darah merah baru, sementara sel darah merah yang sudah tua akan dibuang dan dipecah. Hasil pecahan itulah yang disebut bilirubin. Bilirubin ini kemudian harus ditangkap oleh hati, lalu dibuang melalui saluran cerna dengan kencing. Jika bilirubin tidak ditangkap oleh sel hati, maka akan menyebabkan bayi menjadi kuning (jaundis).

Penyebab tidak tertangkapnya bilirubin oleh hati dikarenakan hati sang bayi belum siap untuk melakukan hal tersebut. Selain itu kuning juga dapat disebabkan karena meningkatnya pemecahan sel darah merah dan atau asupan atau minum yang belum banyak.

Untuk mendeteksi jaundis pada bayi, bisa dengan melihat wajah, badan dan kaki bayi, apakah kulit berwarna kuning atau tidak. Tanda lain yang harus diwaspadai adalah jika bayi malas minum dan tidur terus. Ini menjadi suatu tanda bahwa kadar bilirubin sudah semakin tinggi atau bahkan sudah menyerang otak.

Kuning pada bayi baru lahir adalah lumrah terjadi, namun kuning pada bayi tetap harus mendapat perhatian dan penanganan yang tepat. Ia pun menjelaskan bahwa kuning pada bayi lahir akibat meningkatnya kadar bilirubin dalam darah bisa bersifat toksik bagi perkembangan system saraf pusat bayi. Ini sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan kerusakan saraf pada bayi.

Kenali Sejak Dini

Meskipun menjadi hal yang kerap terjadi, kuning pada bayi baru lahir kadang sulit dideteksi atau dinilai secara benar. Namun untuk panduan awal bisa dilihat pada warna mata dan kulit yang kekuning-kuningan. Berikutnya akan lebih jelas jika kulit bayi ditekan dengan lembut, tampak warna kulit kekuningan.

Kuning pada bayi biasanya juga diikuti dengan gejala penyerta lain, tergantung penyebab dan tingginya kadar bilirubin dalam darah, misalnya kejang atau kulit tampak pucat. Jika kadar bilirubinnya sangat tinggi mungkin bisa dijumpai kejang. Atau, kuning akibat perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi ditandai berupa bayi tampak pucat.

Oleh sebab itu, pemeriksaan kuning pada bayi, khususnya yang tidak kunjung hilang sangat penting dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya kuning. Adapun pemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan fisik pada bayi oleh dokter dan pemeriksaan penunjang yang didasarkan pada kecurigaan penyebab dari kuning. Pemeriksaan penunjang yang utama adalah pemeriksaan bilirubin serum darah di laboratorium.

Banyak Penyebab Bayi Kuning

Kuning pada bayi adalah masalah yang sering terjadi pada bayi baru lahir. Disebutkan hampir 60 persen bayi yang lahir cukup bulan akan mengalami masalah ini pada minggu pertamanya. Memang, kuning pada bayi baru lahir bisa menjadi hal yang alamiah (fisologis) yang berangsur menghilang setelah 10 hingga 14 hari. Ini terjadi karena hati sang bayi yang belum berfungsi dengan sempurna (matang) dalam memproduksi sel darah merah.

Namun kuning akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah (5-7 mg/dL) pada bayi baru lahir juga disebabkan oleh masalah lain (non fisologis), seperti:

  • Perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi.
  • Penyakit kekurangan enzim seperti kekurangan enzim G6PD.
  • Adanya perdarahan tertutup seperti memar, perdarahan di kepala (sefalhematom).
  • Adanya peningkatan jumlah sel darah merah (polisitemia).
  • Gangguan metabolik/endokrin (seperti Criglar-Najjar disease, hipotiroidisme, dll).
  • Kondisi asfiksia.
  • Adanya infeksi.
  • Kurangnya frekuensi menyusui.
  • Sumbatan pada saluran aliran empedu, seperti atresia bilier, atresia intestinal, stenosis intestinal.

Terkait pengobatan yang dilakukan, tergantung pada penyebabnya. Jika penyebabnya adalah tingginya kadar bilirubin serum yang tidak terkonjugasi maka pendekatan pengobatannya biasanya adalah dengan terapi sinar sampai dengan transfusi tukar. Namun jika karena tingginya kadar bilirubin serum yang terkonjugasi atau karena sumbatan maka pengobatannya biasanya melalui pembedahan.

Kuning pada bayi baru lahir, sebaiknya harus segera mendapat penanganan yang tepat. Sebab, jika dibiarkan kadar bilirubin akan terus meningkat sehingga bisa mengancam kesehatan organ lain, seperti liver, kerusakan saraf otak (bisa berdampak pada kecacatan tuli, pertumbuhan terhambat atau kelumpuhan otak besar) atau bahkan bisa menyebabkan kematian.

Komplikasi yang ditimbulkan tergantung dari penyebab ikterus dan tingginya kadar bilirubin dalam darah. Pada ikterus yang disebabkan karena adanya sumbatan aliran empedu maka komplikasi yang mungkin terjadi adalah kerusakan pada liver. Sedangkan, ikterus dengan kadar bilirubin tidak terkonjugasi yang sangat tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada otak

Jangan Lagi Jemur Bayi

Hindari menjemur bayi untuk penanganan kuning. Hingga saat ini, menjemur bayi tidak direkomendasikan untuk terapi kuning pada bayi. Sebab, selain keamanan menjemur bayi baru lahir juga belum ada bukti penelitiannya, menjemur bayi baru lahir juga berisiko menyebabkan terjadi luka bakar, fotosensitivitas maupun kanker kulit.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: