Memilih Pelembab Kulit

May 14, 2014

pelembab kulit

Jangan suka nonton drama Korea, nonton drama Korea bisa bikin sakit hati. Lho, kenapa? Sakit hati karena kulit pemeran wanitanya mulus-mulus, putih tanpa cela. Sejak jaman dahulu, kulit mulus memang selalu didambakan wanita. Terbukti, ada berbagai bahan aneh yang rela dioleskan wanita ke kulitnya demi mendapat kulit indah berkilau dan awet muda. Mulai dari madu, putih telur, buah-buahan, ampas teh, hingga cokelat, emas, dan lumpur vulkanik.

Hingga sekarang, bahan-bahan ini masih banyak digunakan sebagai resep kecantikan, meski tidak lagi dioleskan dalam bentuk aslinya. Wanita sekarang dapat menggunakan bahan-bahan tersebut sudah dalam bentuk kombinasi dalam pelembab kulit. Namun, masalahnya, ternyata pelembab kulit juga ada bermacam-macam. Sebut saja losion, krim, dan butter. Lalu apa bedanya dan bagaimana memilih pelembab yang tepat?

Kelebihan Losion

Rasanya hampir semua perempuan tahu apa yang disebut dengan losion. Saking populernya, losion dianggap identik dengan pelembab kulit. Ingat pelembab kulit, ingat losion. Demikian juga sebaliknya, ingat losion, ya ingat pelembab kulit. Lalu apa bedanya dengan krim dan butter?

Di antara ketiga jenis pelembab tersebut losion memiliki konsistensi yang paling cair. Pelembab ini terbuat dari campuran minyak dan air. Karena kandungan airnya yang banyak, maka losion umumnya encer dan mudah diserap oleh kulit. Kandungan airnya banyak? Kalau begitu losion kurang melembabkan, dong! Ternyata justru sebaliknya.

Air adalah pelembab alami bagi kulit dan zat utama yang dapat melembabkan kulit. Karena itu, tidak heran jika air seringkali terdapat di dalam kosmetik, terutama losion.

Losion seringkali memiliki manfaat ganda. Tidak hanya berfungsi sebagai pelembab, sekarang banyak perusahaan kecantikan mengeluarkan produk losion mengandung bahan pengencang kulit, anti penuaan, pencerah warna kulit, anti gigitan serangga, dan lain sebagainya. Jenis pelembab kulit terlaris di dunia ini disukai karena tidak meninggalkan rasa lengket di kulit dan memiliki wangi yang harum. Pelembab ini juga cocok digunakan pada semua jenis kulit. Dengan pemakaian yang teratur, kulit menjadi lembut, halus, dan wangi. Karena encer, losion juga mudah dioleskan ke seluruh tubuh. “Losion sangat cocok digunakan pada musim panas dan di daerah tropis,” jelas dr. Laksmi Duarsa SpKK.

Bodycream, Mengusir Kulit Bersisik

Pelembab yang satu ini, bisa menjadi senjata ampuh memerangi kulit yang mulai mongering. Krim adalah jenis pelembab yang tercipta bagi wanita yang mengalami masalah kulit kering. Sama seperti losion, ia juga mengandung air dan minyak. Namun, krim memiliki kandungan pelembab tinggi yang akan membentuk lapisan untuk mencegah penguapan air di kulit. Meski demikian, karena kandungan minyaknya tinggi, maka krim akan menimbulkan rasa lengket dan berminyak di kulit. Karena itu, jenis pelembab ini sebenarnya kurang cocok digunakan di seluruh tubuh, karena dapat menyumbat pori-pori. Krim cukup dioleskan ke daerah-daerah tertentu yang paling kering seperti lutut, siku, dan tumit kaki.

Berhubung krim memiliki kemampuan melembabkan yang lebih tinggi dibanding losion, maka di negara dengan empat musim, krim menjadi pilihan utama pelembab semasa musim dingin. Konsistensinya sedikit lebih kental dibanding losion. Karena kental, krim biasanya tersedia dalam wadah berbentuk jar atau toples. Akibatnya, jika tangan untuk mengambil krim tidak bersih, maka dapat menimbulkan pertumbuhan kuman di dalam krim.

Bagi wanita sibuk yang tidak punya waktu untuk ritual mengoleskan losion atau krim di pagi hari, maka krim malam bisa menjadi pilihan yang baik. Krim malam bekerja selama kita tidur dan memberikan manfaat yang sama dengan losion maupun krim yang dioleskan pada pagi hari.

Body butter, Bukan Mentega Biasa

Nama body butter mungkin masih asing di telinga Anda. Body butter adalah pelembab yang tidak mengandung air. Pelembab ini biasanya terbuat dari campuran antara minyak dan butter (lemak padat) atau lilin, misalnya lilin lebah. Karena tidak mengandung air, maka produk ini sangat kental bahkan cenderung padat seperti minyak yang membeku. Pada saat bersentuhan dengan kulit, butter akan meleleh, meski penyerapannya tetap sulit dan memerlukan waktu yang lama.

Butter akan membentuk lapisan berminyak di kulit selama beberapa saat, bergantung pada jenis minyak yang terkandung di dalamnya dan jenis kulit. “Lapisan ini akan melindungi permukaan kulit dari penguapan, serta dari polusi dan lingkungan di luar tubuh yang bersifat merusak kulit,” jelasnya.

Lemak padat yang digunakan sebagai bahan dasar butter biasanya terbuat dari bahan-bahan alami, seperti minyak kakao, mangga, kelapa, zaitun, dan jojoba. Jenis bahan yang digunakan akan memengaruhi tekstur, kekerasan, dan penyerapan butter.

Jika jenis kulit Anda normal, Anda dapat memanfaatkan butter untuk memberikan sensasi kilau pada kulit. Butter bukanlah solusi yang baik untuk kulit kering karena hanya berfungsi sebagai barrier atau pelindung ,dan tidak mengandung air yang dapat melembabkan kulit. Meski demikian, butter cocok digunakan sebagai krim tangan, pelembab untuk tumit yang pecah-pecah, serta membantu meredakan iritasi dan rasa gatal pada kulit.

Pilih yang Mana?

Kata siapa semua pelembab sama saja? Setiap jenis pelembab memiliki fungsi dan efek yang berbeda pada kulit seseorang. Tidak hanya itu, kelembaban yang diberikan juga bergantung pada bahan kandungan yang terdapat di dalam pelembab. Karena itu, memilih pelembab kulit yang cocok bisa jadi masalah pelik bagi wanita penggila kosmetik.

Pada intinya, jenis kulit akan menentukan pelembab kulit yang cocok. Untuk itu, penting untuk mengetahui jenis kulit Anda sebelum mencoba suatu produk. Karena losion dan krim mengandung air, maka kedua pelembab ini cocok untuk kulit yang kering. Losion juga bagus untuk kulit berminyak, sedangkan krim lebih cocok untuk si kulit kering. Selain krim, butter juga dapat menjadi pilihan pelembab untuk kulit kering, meskipun untuk tujuan ini butter harus dioleskan cukup banyak hingga kulit terasa lembab.

Untuk kulit yang sangat kering, perlu diingat bahwa air adalah pelembab terbaik bagi kulit. Karena itu, pelembab yang paling baik untuk jenis kulit ini adalah yang memiliki kandungan air yang tinggi atau terbuat dari bahan kaya air. Misalnya lidah buaya, hidrosol, larutan herbal, dan sebagainya.

Lalu, bagaimana dengan mereka yang berjenis kulit berminyak? Pelembab tetap dibutuhkan agar kulit tidak semakin memproduksi banyak minyak. Tetapi, dianjurkan untuk memilih produk yang “ringan” seperti losion. Produk dengan kadar minyak tinggi seperti butter dan krim dapat menyumbat pori-pori, yang akan menarik kuman untuk berkembang biak. Selain itu, tersumbatnya pori akan menyebabkan kelenjar minyak ikut tersumbat dan menimbulkan jerawat.

Menurut dr. Laksmi, selain jenisnya, Anda juga perlu tahu kandungan yang terdapat di dalam pelembab. Alergi terhadap suatu bahan dapat menimbulkan efek yang berbahaya, tidak saja pada kulit, melainkan juga pada tubuh secara keseluruhan. Dan pada Anda yang sering berjerawat, pilihlah produk dengan bahan non komedogenik agar jerawat tidak muncul lagi.

Jadi sekarang tidak perlu iri lagi dengan pemeran wanita di drama Korea. Anda pun bisa mulus seperti mereka sepanjang memilah pelembab yang tepat.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: