Membedakan Sinusitis Dengan Pilek

October 31, 2013

sinusitis

Masyarakat Indonesia memang sudah tidak asing lagi dengan penyakit flu yang salah satu indikasinya adalah pilek. Gangguan esehatan ini bisa muncul akibat pengaruh berbagai faktor. Misalnya cuaca yang rubah-ubah, daya tahan tubuh menurun, kurang istirahat, asupan gizi kurang, dan kelelahan yang pada akhirnya memicu enurunan sistem kekebalan tubuh yang dapat memicu flu.

Selain demam dan lesu, tubuh bereaksi dengan mengeluarkan lendir dari saluran pernapasan. Gejala ini umum disebut pilek. Namun, bagaimana dengan sinusitis? Sinusitis dan pilek mempunyai gejala yang serupa, padahal keduanya berbeda.

Pilek biasa ditandai dengan keluarnya lendir dari saluran pernapasan dan terkadang hidung terasa tersumbat. Sinusitis lebih kompleks. Indikasi-indikasi sinusitis antara lain wajah terasa nyeri dan tertekan, indera penciuman tidak bekerja, hidung bengkak, ingus berwarna kuning atau kehijauan, demam, bau mulut, batuk berdahak, dan mata berair. Meskipun pilek dan sinusitis berbeda, sinusitis bisa timbul akibat gejala pilek yang tak kunjung sembuh.

Robert (28), seorang karyawan swasta di Jakarta mengaku bahwa sinusitis sangat menyiksa. Saat kambuh, ia merasa hidung tersumbat seperti pada pilek, tetapi tidak kunjung sembuh. Terkadang kepala terasa pusing dan ia susah beristirahat saat malam hari.

Pemicu dan penanganan Sinusitis

Sinusitis dilatarbelakangi oleh sejumlah faktor. Di antaranya adalah infeksi virus, bakteri, atau jamur. Sebagian sinusitis berlangsung dalam waktu sementara waktu. Namun, sebagian lagi justru timbul berulang dan gejalanya sukar dihilangkan. Rongga sinus, yang menjadi pusat gejala sinusitis, berlokasi di dekat mata dan otak. Hal ini membuat penyakit sinusitis yang diderita dalam jangka panjang bisa berpengaruh pada mata dan otak.

Faktor kualitas udara yang buruk diperkirakan menjadi penyebab utama sinusitis. Bakteri bisa berasal dari polusi udara dan ditambah dengan daya tahan tubuh yang sedang menurun. Sinusitis juga bisa dipicu reaksi alergi. Jika sinusitis dipicu reaksi alergi, penanganannya adalah terlebih dulu mencari pemicu alergi dan menjauhkannya dari penderita sinusitis.

Penanganan sinusitis beragam. Sebagian menganjurkan antibiotik, sebagian sinusitis dapat sembuh dengan sendirinya. Robert menuturkan, sinusitis yang dideritanya belum sembuh dan perlu mengonsumsi obat untuk meredam gejala sinusitis.

Sebenarnya, ada cara untuk membantu meredam gejala sinusitis ketika sedang kambuh. Misalnya dengan menghangatkan wajah atau mengonsumsi madu secara rutin. Namun, yang lebih utama adalah menjaga kondisi fisik agar penyakit ini tidak mudah menyerang atau kambuh. Di antaranya adalah menerapkan gaya hidup sehat.

Selain dari faktor gaya hidup, kondisi lingkungan pun perlu diperhatikan. Pastikan kebersihan lingkungan, terutama lingkungan rumah, selalu terjaga kebersihannya. Kamar tidur pun perlu mendapatkan pencahayaan yang cukup sehingga terhindar dari lembab. Dengan demikian, risiko sinusitis bisa berkurang.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: