Melawan dan Mengobati Herpes

May 24, 2013

mengobati herpes

Diakui ataupun tidak, banyak yang anti dengan penyakit herpes. Penyakit ini kerap diidentikkan dengan penyakit kelamin yang ditularkan melaiui hubungan seksual. Selain anti, banyak juga yang sedang bingung tentang penyakit herpes karena istilah herpes sendiri sering bergaung di masyarakat sebagai sesuatu yang salah kaprah.

Sebenarnya penyakit herpes memiliki banyak macam berdasarkan jenis virus dan cara penularannya serta letak kelainannya, tetapi pada masyarakat awam, herpes lebih dihubungkan dengan penyakit kelamin. Agar tak salah paham lagi, berikut penjelasannya.

Bila mendengar kata herpes, masih banyak orang yang mengidentikkannya dengan penyakit kelamin yang menular. Hal ini tidak sepenuhnya salah, namun tidak juga sepenuhnya benar. Mengapa demikian? Karena herpes juga dapat terjadi di sekitar rongga mulut. Fakta lainnya, ada satu penyakit herpes yang tidak terkait dengan urusan seksual. Sebenarnya penyakit herpes memiliki banyak macam berdasarkan jenis virus dan cara penularannya serta letak kelainannya, tetapi pada masyarakat awam, herpes lebih dihubungkan dengan penyakit kelamin.

Perlu diketahui, bahwa penyakit herpes dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu herpes zooster (yang lebih dikenal dengan B cacar air) dan herpes simpleks. Keduanya sama-sama disebabkan oleh virus, namun jenis virusnya berbeda, di mana herpes zooster disebabkan oleh virus Varicela Zoster (VVZ) sedangkan herpes simpleks disebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV). Perbedaan jenis virus ini tentu saja membuat manifestasi klinisnya juga berbeda.

HSV sendiri ada dua macam meski keduanya dapat saling berhubungan, yaitu tipe 1 yang dikaitkan dengan infeksi di daerah bibir dan rongga mulut dan tipe 2 yang bermanifestasi di genital (alat kelamin). Begitu seseorang terinfeksi HSV baik tipe 1 maupun tipe 2, virus ini akan terus berada di syaraf dalam keadaan laten dan sewaktu-waktu penyakit ini dapat kambuh lagi.

Yang namanya penyakit pastinya menyebabkan ketidaknyamanan. Apalagi jika menimpa daerah sensitif Anda. Herpes simpleks genital merupakan salah satu penyakit yang disebabkan virus herpes simpleks yang bisa mengusik daerah intim Anda. Herpes berasal dari bahasa yunani yang berarti menjalar, dan genital dari bahasa Latin yang bermakna kelamin.

Herpes genital disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks (HSV) tipe 2. Virus ini mengintai orang-orang yang mulai berhubungan seks di usia muda. Penyebab lain yang lebih jarang adalah HSV-1. Virus HSV-1 ini biasanya menyebabkan herpes labialis yaitu infeksi pada bibir dan mulut. Di masa lampau, HSV-1 tidak menyebabkan herpes genital, tapi di masa kini, bisa menyebabkan herpes genital. Penularannya melalui hubungan intim. Penyakit ini mempunyai gejala khas yaitu lenting (vesikel) berisi cairan jernih yang lebih dari satu di sekitar daerah kelamin.

Setidaknya ada sekitar 45 juta orang di Amerika terinfeksi dengan virus herpes dengan sekitar satu juta infeksi baru setiap tahun. Sekitar satu dari enam orang yang berusia 14-49 tahun memiliki infeksi ini. Sebanyak 80%-90% dari mereka yang terinfeksi tidak mampu mengenali gejala Herpes genital atau tidak memiliki gejala sama sekali.

Lebih Banyak Perempuan Menderita Herpes

Penyakit ini mengintai siapa saja, entah laki-laki maupun perempuan, sayangnya perempuan lebih rentan. Jumlah kasus herpes genital pada perempuan lebih banyak dibandingkan dengan pria dengan perbandingan satu dari empat wanita dan satu dari lima pria. Hal tersebut mungkin terjadi karena luas permukaan selaput lendir (mukosa) pada kelamin perempuan lebih luas daripada lelaki. Selain itu, fluktuasi hormon pada perempuan ternyata juga memengaruhi.

Tingkat infeksi tertinggi juga dapat terlihat pada populasi dengan tingkat ekonomi rendah, tingkat pendidikan rendah, pengguna kokain, dan orang-orang yang memiliki banyak pasangan seksual.

Herpes simpleks adalah penyakit yang menular, salah satu cara penularannya melalui berciuman. Selain itu juga HSV-1 juga dapat menyebar dari mulut ke alat kelamin melalui oral sex [fellatio, cunnilingus, analingus). Jika ini terjadi, maka akan menjadi kasus HG.

Sedangkan untuk virus jenis HSV-2 paling sering orang tertular penyakit ini melalui seks vaginal dan seks anal. Tapi sama seperti HSV-1 dapat menginfeksi alat kelamin dan menyebabkan HG, HSV-2 bisa menular dari alat kelamin satu orang ke mulut orang lain, dan mengakibatkan herpes labialis.

Herpes Mudah Dikenali

Mendiagnosis penyakit herpes simpleks cukup mudah. Secara klinis penyakit ini dapat ditemukan sekumpulan bintil-bintil kecil berisi air, bergerombol, mudah pecah, biasanya pada bibir dan kelamin dan menimbulkan luka pada bibir dan kelamin. Selain itu, diagnosis juga bisa ditegakkan dengan pemeriksaan darah, yaitu mendeteksi antibodi virus herpes simpleks atau dengan biakan virus (kultur virus).

Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Herpes genital umumnya tampil tanpa gejala sama sekali. Terkadang gejala terlihat dalam beberapa hari sampai beberapa minggu setelah kontak awal. Pada beberapa kondisi, gejala baru terlihat berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah terinfeksi.

Gejala diawali dengan lepuh kecil yang kemudian pecah dan menghasilkan luka terbuka yang nyeri, yang kemudian menjadi keropeng dan sembuh dalam beberapa minggu. Gejala kulit ini dapat disertai dengan gejala umum seperti demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Ada beberapa gejala lain yang dapat ditemukan pada penyakit herpes simpleks. Ini diantaranya:

  1. Adanya kulit retak, terbuka, atau merah daerah sekitar alat kelamin tanpa rasa sakit, gatal, atau nyeri.
  2. Gatal atau nyeri di sekitar alat kelamin atau daerah anus.
  3. Lepuh-lepuh kecil yang mudah pecah dan menyebabkan luka terbuka yang nyeri pada sekitar alat kelamin (penis atau vagina)
  4. atau pada bokong, paha, atau daerah dubur. Walaupun jarang, dapat juga ditemukan dalam uretra (saluran kencing).
  5. Nyeri saat buang air kecil (disaat urin/air seni melewati luka) – terutama ditemukan pada wanita.
  6. Sakit kepala.
  7. Gejala mirip flu, seperti demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan mudah lelah.

Namun ada satu penting yang harus diingat bahwa herpes bukan satu-satunya penyakit yang dapat menghasilkan gejala-gejala seperti diatas. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah gejala tersebut disebabkan virus herpes atau kondisi lain adalah dengan berobat ke dokter.

Seringnya, pasien datang ke dokter karena rasa nyeri yang ditimbulkannya. Masalahnya, meski sudah diobati, ada kemungkinan herpes genital kambuh kembali (rekuren). Pada saat kambuh, gelembung-gelembung kecil tersebut akan kembali muncul, tapi gejalanya tidak seberat pada saat baru terinfeksi. Hal penting yang perlu diingat juga, herpes genital terutama pada kaum Hawa, dapat tidak menunjukkan gejala apapun (asimtomatis). Meski demikian, penularan tetap mungkin terjadi.

Berbahayakah Herpes?

Bagi kebanyakan orang, herpes simpleks bukanlah ancaman serius bagi kesehatan mereka. Selain ketidaknyamanan, infeksi herpes ini menimbulkan beragam dampak psikologis seperti cemas, percaya diri menurun/minder, kenyamanan saat berhubungan seksual terganggu dll.

Namun dalam beberapa kasus, komplikasi dari herpes genital bisa serius, bahkan mengancam nyawa. Herpes genital menyebabkan luka kelamin yang nyeri, dan pada pasien dengan sistem kekebalan rendah, seperti HIV, lukanya dapat parah dan sulit diobati. Entah itu HSV-1 dan HSV-2 juga dapat menyebabkan komplikasi yang jarang namun berbahaya atau serius seperti kebutaan, ensefalitis (radang otak), dan meningitis aseptik (radang lapisan otak). Selain itu adanya lesi ekstragenital di bokong, paha, paha, jari, dan mata juga mungkin terjadi.

Perlu diperhatikan, meskipun jarang, wanita hamil dapat menularkan infeksi herpes kepada anak mereka. Infeksi HSV di tengah kehamilan berisiko menyebabkan kelahiran prematur, serta gangguan pertumbuhan janin. Penularan ke bayi biasanya terjadi saat persalinan normal (intrapartum). Sebab selama persalinan, bayi melewati jalan lahir yang notabene merupakan “tempat bersemayamnya” HSV. Maka dari itu, pada ibu hamil dengan herpes genital, metode melahirkan yang dianjurkan adalah operasi sesar. Tujuannya tentu untuk mengurangi risiko penularan ke bayi.

Tak Bisa Sembuh

Herpes simpleks adalah penyakit yang akan mudah dan sering kambuh (residif). Meskipun, penderita tidak ada kontak langsung lagi dengan penderita. “Sekali terjangkit, penyakit ini dapat muncul kembali (kambuh) biarpun tidak tertular lagi. Kekambuhan akan sering terjadi, sehingga sering menjengkelkan penderita,” ujarnya.

Kekambuhan penyakit herpes simpleks ini biasanya dipicu oleh faktor kurang istirahat, stress, kelelahan dan lain sebagainya. Sehingga, memperbaiki pola hidup adalah salah satu cara mengurangi kekambuhan.

Senada dengan penjelasan di atas, Herpes genital juga tidak dapat disembuhkan, meski begitu gejala dapat dikurangi dan dicegah dengan menjalani pengobatan. Pengobatan juga dapat mengurangi risiko menularnya virus ke orang lain.

Selain itu juga dokter akan meresepkan obat antivirus untuk membantu mencegah atau mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan dari gejala. Pengobatan dengan obat-obatan efektif memperpendek masa awal infeksi, menurunkan kemungkinan kambuh, dan mengurangi keparahan episode kambuh.

Beberapa obat antivirus tersedia untuk pengobatan infeksi herpes genital. Obat-obat antivirus bervariasi biayanya dan seberapa sering harus diminum. Umumnya antivirus perlu diminum selama 7-10 hari dan dapat diperpanjang jika luka belum sembuh dalam 10 hari. Contoh obat-obat antivirus meliputi: acyclovir, famsiklovir, dan valacyclovir.

Untuk mencegah kekambuhan, biasanya dokter dapat merekomendasikan pada pasien dengan infeksi berulang untuk dapat mengkonsumsi obat antivirus. Pengobatan dimulai ketika mulai kambuh dan berlanjut selama lima hari.

Untuk pencegahan terus menerus, pada beberapa pasien yang sering kambuh (umumnya lebih dari enam kali kambuh per tahun) dokter dapat merekomendasikan untuk minum obat antivirus setiap hari. Asiklovir, famsiklovir, dan valasiklovir, semua dapat digunakan. Hal ini dikenal sebagai terapi supresi. Terapi supresi telah terbukti mengurangi frekuensi
kambuh herpes genital sebesar 70%-80% pada mereka yang sering kambuh.

Rawat Dengan Benar

Selain harus berobat ke dokter dan mengonsumsi anti virus, ada beberapa perawatan tambahan yang disarankan untuk dilakukan di rumah. Berikut kiatnya:

  • Untuk nyeri, bisa dikurangi dengan obat penghilang rasa sakit seperti aspirin atau acetaminophen.
  • Rendam daerah yang sakit dengan larutan garam-air hangat dua kali sehari. (1/2 sendokteh garam dengan air hangat 1/2 liter).
  • Gunakan pakaian longgar sehingga sirkulasi udara sekitar area luka baik.
  • Kompres dingin pada daerah yang terkena infeksi. Bungkus es atau air es dengan handuk atau kain bersih.
  • Cukup istirahat.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: