Masalah Sembelit Pada Anak

January 31, 2015

sembelit pada anak

Apakah anak Anda kerap mengalami sembelit? Tidak usah panik. Pada umumnya dengan perubahan pola makan dan aktivitas, masalah ini bisa diatasi.

Sembelit atau konstipasi merupakan masalah kesehatan umum yang banyak dialami anak-anak. Seorang anak dikatakan menderita sembelit jika ia tidak bisa buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali dalam seminggu. Atau ia mengalami kesulitan buang air besar dan ketika BAB tinjanya kering, besar dan keras sehingga 1 menyakitkan.

Seperti juga pada orang dewasa, sembelit pada anak-anak umumnya bukan merupakan masalah kesehatan yang serius. Kita bisa melakukan upaya pencegahan agar tidak sembelit. Dalam banyak kasus, sembelit bisa diatasi dengan menjalankan pola makan sehat serta aktif bergerak atau berolahraga.

Penyebab Sembelit

Untuk melancarkan pembuangan sisa-sisa pencernaan dari usus, diperlukan serat dan air dalam jumlah cukup. Kurangnya air dan serat di dalam makanan pun menjadi penyebab utama sembelit. Itu sebabnya sembelit lebih banyak ditemukan pada anak-anak yang pola makannya kurang sehat, seperti terlalu banyak mengasup makanan cepat saji yang kaya lemak, gula, dan pati.

Sembelit adakalanya terjadi setelah anak diberi obat-obat tertentu, seperti obat yang diberikan untuk mengatasi kekurangan zat besi. Pada bayi, sembelit wajar terjadi saat terjadi bayi mengalami peralihan dari asupan cair sepenuhnya (ASI atau susu formula bayi) menjadi diberi tambahan makanan padat.

Faktor lain yang juga memicu sembelit pada anak-anak yang lebih besar adalah karena mereka suka menunda-nunda pergi ke WC saat tubuh sudah mengisyaratkan untuk buang air besar. Padahal semakin ditunda, semakin sulit BAB dengan lancar.

Faktor stres juga bisa memicu sembelit pada anak-anak. Misalnya kecemasan saat mulai sekolah, atau ada masalah di rumah. Penelitian-penelitian yang dikutip situs kesehatan anak Kid’s Health menunjukkan bahwa ketegangan emosi bisa mempengaruhi kerja lambung dan menyebabkan sembelit atau gangguan pencernaan lain seperti diare.

Faktor lain yang memicu sembelit adalah gangguan lambung yang disebut irritable bowel syndrome (IBS), yang bisa terjadi saat sedang tertekan atau setelah mengasup makanan tertentu seperti makanan pedas atau berlemak tinggi. Selain sembelit, anak yang terkena IBS bisa mengalami diare, serta nyeri perut dan kembung.

Ada kalanya sembelit juga merupakan gejala penyakit medis lain. Maka jika anak mengalami sembelit selama 2-3 minggu, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak untuk dicari penyebabnya.

Gejala Sembelit

Anak-anak memiliki pola buang air besar yang berbeda-beda. Jika Anak anda tidak setiap hari BAB, belum tentu dia mengalami sembelit. Seorang anak dikatakan sembelit jika ia BAB lebih jarang daripada biasanya. Anak yang sembelit biasanya akan mengeluh perutnya terasa kembung dan penuh, merasa sakit atau keluar sedikit darah saat BAB.

Mencegah dan Mengatasi Sembelit Pada Anak

Pada umumnya sembelit pada anak-anak bisa diatasi dengan cukup mudah. Salah satunya adalah dengan memastikan anak cukup minum, sehingga melancarkan BAB. Kebutuhan air pada anak-anak bervariasi, tergantung umur dan berat badan mereka. Anak-anak usia sekolah membutuhkan minimal 3-4 gelas air minum setiap hari.

Pastikan anak Anda mengasup makanan yang kaya serat, seperti sayur, buah, dan makanan dari biji-bijian utuh. Makanan kaya serat juga bisa disajikan dalam bentuk yang menarik seperti buah apel, jeruk, pisang, dan popcorn. Sering memberikan jus buah juga bisa membantu anak menghindari sembelit.

Pada bayi yang mengalami sembelit saat mulai mengasup makanan padat, bisa Anda atasi dengan memberinya buah-buahan lumat/halus yang bisa menjadi pencahar alami.

Dorong anak-anak untuk aktif bergerak. Aktivitas fisik berkaitan erat dengan kelancaran proses pencernaan. Dorong anak untuk banyak bermain yang memerlukan gerakan fisik aktif, seperti bersepeda dan permainan lainnya.

Atur jadwal makan anak anda hingga teratur. Makan teratur merupakan stimulan untuk proses pencernaan yang teratur pula. Bila perlu, jadwalkan sarapan lebih pagi untuk memberi anak kesempatan BAB tanpa terburu-buru sebelum ke sekolah.

Doronglah anak Anda untuk ke WC setiap hari dengan teratur. Ajari anak untuk tidak menahan-nahan pergi ke WC jika ingin BAB. Jangan sembarangan memberikan obat pencahar yang bisa dibeli bebas. Hindarkan pula atau kurangilah jenis-jenis makanan yang bisa menyebabkan sembelit.

Perubahan-perubahan kecil di atas sudah cukup untuk mencegah dan mengatasi sembelit pada anak-anak sehingga BAB lebih lancar dan teratur. Namun jika sembelit pada anak berlanjut, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: