Masalah dengan Usus: Sembelit dan Diare

January 23, 2014

sembelit dan diare

Tentang pencernaan

Biasanya kita tidak pernah memikirkan apa saja yang terjadi di dalam tubuh sewaktu kita makan. Kita makan karena merasa lapar atau sedang ingin makan. Kita menelan sesuatu dan habis perkara. Tetapi bagi tubuh urusannya justru baru dimulai. Ingin mengikuti jalan panjang dari sepotong kue cokelat? Mari kita ikuti!

Kita mengunyah dengan gigi. Dengan lidah kita menggeser makanan itu kian kemari dalam mulut. Air ludah menguraikan dan mencernakan makanan itu sedikit. Lalu kita menelannya. Makanan itu masuk melalui tenggorokan dan pipa kerongkongan ke dalam perut besar. Di situ semuanya dilebur oleh getah perut atau getah pencernaan sampai menjadi bubur halus.

Di sini, kue cokelat dipisahkan menjadi lemak, zat putih telur, gula dan unsur-unsur lainnya. Dari perut besar, setelah tinggal di situ sejenak, makanan itu akan berjalan terus. Berapa lama makanan berhenti di perut – tergantung dari apa yang terdapat dalam perut kita. Ikan sardin akan tinggal lebih lama daripada buah apel sebab penguraiannya perlu waktu lebih lama. Kemudian perjalanan dilanjutkan melalui usus dua belas jari, yaitu duodenum. Usus ini merupakan bagian yang kecil di permukaan usus halus yang bisa empat sampai lima meter panjangnya. Tentu usus yang begitu panjang tidak terletak begitu saja dalam perut. Sebab itu usus halus dilipat seperti selang. Bagian-bagian lain dari usus halus juga mempunyai nama. Namanya jejunum atau usus yeyunum dan ileum atau usus berbelit.

Di perjalanan panjang melintasi usus halus, zat-zat makanan yang diperlukan tubuh diserap. Mereka masuk melalui selaput lendir yang melapisi usus halus dari dalam. Tubuh kita memakai zat-zat makanan untuk bermacam-macam hal: bertumbuh, bergerak, berpikir, bernapas, bahkan juga untuk tidur.

Sekarang kue cokelat yang kita makan tiba di usus besar, yaitu kolon. Panjangnya hanya satu setengah meter dan terletak di sekeliling usus halus. Di usus besar terbentuk kotoran manusia. Bagian terbesar dari cairan yang masih terdapat di dalam sisa-sisa kue cokelat berada di usus besar, diserap melalui selaput lendir. Sisa kue cokelat yang masih ada, dikentalkan dan ditinggalkan di bagian terakhir dari usus besar, yaitu rektum, sampai kita pergi ke kamar kecil. Biasanya semuanya berjalan lancar, tetapi usus pun dapat menjadi sakit. Misalnya kita dapat menderita diare.

Sembelit

Apakah kita setiap hari ke kamar kecil? Mungkin malahan dua kali sehari? Atau hanya beberapa kali seminggu? Berapa kali kita ke kamar kecil tergantung dari apa yang kita makan dan berapa banyak kita minum. Gerakan dan pembawaan juga memainkan peranan.

Ada anak yang merasa pergi ke kamar kecil seakan buang-buang waktu. Mungkin karena kamar kecil bukanlah tempat yang menyenangkan atau karena anak-anak sedang asyik main dan tidak merasa bahwa sudah waktunya untuk pergi ke kamar kecil.

Sembelit adalah kebalikan dari diare. Kotoran kita keras dan tidak licin, serta menumpuk di usus. Keadaan ini menyebabkan kita sakit perut. Semakin lama kita tidak pergi ke kamar kecil, semakin sakit rasanya. Sebab itu dengarlah suara tubuh. Juga pada waktu makan. Buah-buahan dan sayur sangat penting untuk memberikan serat yang menyebabkan kotoran kita menjadi lembut dan licin. Jus apel itu juga sehat. Sebab jus apel mengandung banyak pektin yang merangsang pencernaan makanan. Pektin adalah jenis gula campuran yang terutama terdapat dalam buah apel dan bit atau ubi gula.

Bagaimanapun juga, minum banyak selalu bermanfaat. Lalu, banyak bergerak juga penting sebab melalui gerakan otot-otot semua anggota badan, organ dan juga usus kita akan bekerja lebih baik. Kita harus selalu menyediakan waktu untuk pergi ke kamar kecil. Kalau mau, bawalah serta permainan atau buku komik! Dan jika kita merasa bahwa harus ke kamar kecil, hentikan apa saja yang sedang kita lakukan dan dengarlah suara tubuh kita.

Untuk kebanyakan orang setelah selesai makan merupakan saat yang terbaik untuk mengosongkan usus. Alasannya ialah karena waktu makan bukan hanya perut besar, tetapi seluruh usus bergerak.

Kalau kita benar-benar tak dapat buang air besar dan terasa sakit kalau ke kamar kecil, ada alat-alat yang dapat menolong kita. Suatu klisma, misalnya. Atau obat-obatan. Tapi itu hanya boleh dalam keadaan darurat.

Diare – Menceret

Saya berani bertaruh bahwa kita semua pernah merasakan sakit perut. Betul bukan? Atau diare? Diare banyak sekali sebabnya, sehingga saya tidak dapat menyebut semuanya di sini. Virus, kuman dan juga parasit dapat merupakan penyebabnya.

Coba kita bayangkan sekelompok pekerja bangunan yang sedang membongkar jalan. Di bawah jalan terdapat banyak pasir. Di pasir mobil-mobil tentu tidak dapat meluncur dengan baik. Mereka dapat tergelincir, terutama kalau pasirnya basah.

Kalau ada kuman atau virus masuk ke dalam usus, hal serupa yang terjadi. Mereka membuat dinding usus menjadi licin, makanan tidak lagi dengan mudah dapat dicerna dan tergelincir dengan kencangnya melewati bagian-bagian yang terkena. Juga, cairan diserap kurang baik dan makanan terdorong lewat terlalu cepat. Karena otot-otot di usus sekarang bekerja dengan tidak teratur dan dengan lebih keras, kita akan merasa sakit perut. Makanan begitu cepat tiba di ujung usus, sehingga kita harus segera ke kamar kecil. Kotoran kita biasanya kelihatan berwarna pucat dan cair, dan juga sangat lembut.

Kalau kita menderita diare untuk waktu yang lama, kita dapat kehilangan zat-zat makanan yang penting, umpamanya gula dan garam. Beberapa orang merasa bahwa kola dapat menyembuhkan kalau mereka terkena diare. Tetapi dalam kola terdapat banyak gula, dan gula menarik cairan dari dinding usus, maka semuanya malahan lebih cepat lagi meluncur melewati usus dan langsung ke luar.

Memang perlu banyak minum. Tetapi apa yang harus diminum? Susu mengandung lemak, jadi jangan minum terlalu banyak susu. Sebaiknya selama dua belas jam pertama minum air nasi. Kita dapat memasaknya sendiri atau membelinya di apotik. Teh juga baik. Atau air yang di dalamnya dilarutkan garam atau oralit. Dan obat yang enak sekali : kue asin atau keju asin, sebab garam membantu menahan cairan dalam sel-sel. Dulu anak-anak diberikan makanan khusus. Sekarang kita boleh makan sebagaimana biasanya. Kalau kita sama sekali tidak ada selera makan, dokter dapat memberikan resep supaya tubuh kita mendapat zat-zat makanan yang penting.

Biasanya diare akan sembuh setelah 24 jam. Kalau kita sakit beberapa hari lamanya atau kalau ada darah atau lendir dalam kotoran kita, sebaiknya kita pergi ke dokter.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: