Manfaat Wheatgrass Bagi Kesehatan

June 27, 2015

wheatgrass

Jika biasanya kita menganggap rumput hanya sebagai tanaman gulma atau pengganggu yang harus dicabut dan dibersihkan atau dibuang, tidak demikian untuk rumput yang satu ini. Wheatgrass yang merupakan saiah satu tanaman mirip rumput ini ternyata dapat dimanfaatkan sebagai salah satu makanan yang memiliki nilai gizi serta berguna bagi kesehatan.

Tanaman Gandum Muda

Upaya menjalankan hidup sehat saat ini telah menjadi salah satu gaya hidup sebagian besar masyarakat yang mulai sadar pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Salah satu bagian dari gaya hidup tersebut adalah mengonsumsi makanan sehat, termasuk salah satu yang saat ini mulai dikenal adalah wheatgrass atau rumput gandum. Tanaman gandum muda ini bahkan saat ini dilansir sebagai salah satu ‘superfood’ yang memiliki nilai penting bagi kesehatan.

Selain dikonsumsi dalam bentuk tanaman segar, jus, teh, atau campuran minuman lainnya, wheatgrass juga sering dijual dalam bentuk bubuk yang dapat dilarutkan dengan air.

Diduga berasal lebih dari 5000 tahun yang lampau, wheatgrass dipercaya memiliki efek positif untuk kesehatan dan vitalitas oleh bangsa Mesir kuno. Hal ini didukung berbagai kandungan nutrisi wheatgrass seperti serat, berbagai vitamin dan mineral, asam amino, serta enzim yang bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Selain dikonsumsi, wheatgrass secara komersial juga sering dijadikan bahan suplemen herbal dalam bentuk spray (semprotan), krim, jel, atau lotion kulit.

“Kami menyarankan untuk mengonsumsi wheatgrass sebagai bagian dari Raw Food Diet (Diet Makanan Mentah)”, kata Ann Wigmore. Praktisi kesehatan dan pendiri Hippocrates Health Institute itu percaya bahwa wheatgrass yang dikonsumsi sebagai bagian dari rawfood diet dapat membersihkan tubuh dari racun-racun serta menyediakan nutrisi yang seimbang. “Wheatgrass juga dapat digunakan dalam perawatan penderita penyakit serius seperti kanker,” tambahnya, seperti dilansir cancer.org.

Manfaat Wheatgrass Bagi Kesehatan Tubuh

Kaya akan nutrisi serta berbagai vitamin, wheatgrass merupakan sumber kalium, fosfor, dan kalsium yang sangat baik bagi kesehatan tulang serta serat yang sangat penting bagi kesehatan pencernaan. Wheatgrass juga memiliki berbagai manfaat bagi pengobatan penyakit seperti flu, bronkitis, demam, anemia, infeksi pada mulut, serta radang tenggorokan. Si hijau yang satu ini selain dikenal dalam pengobatan tradisonal untuk mengobati asam urat, nyeri sendi, gangguan kulit seperti gatal-gatal, luka bakar, bisul, kulit bersisik, dan eksim, juga dapat mengurangi uban serta ketombe pada rambut. Menurut laman wheatgrass Indonesia, tanaman yang satu ini juga dapat mencegah kerontokan rambut yang merupakan efek samping umum dari menopause pada wanita.

Manfaat lain yang diberikan wheatgrass adalah dapat meningkatkan produksi hemoglobin, senyawa dalam sel darah merah yang membawa oksigen, selain sehingga konsumsinya dapat meningkatkan jumlah oksigen dalam tubuh. Selain itu wheatgrass juga dapat mengurangi risiko diabetes, mencegah kerapuhan gigi, mempercepat penyembuhan luka, mencegah infeksi bakteri, menurunkan tekanan darah, serta menekan tingkat kolesterol dalam darah.

Sebuah studi dari American Cancer Society pada tahun 2002 menyebutkan bahwa wheatgrass dapat membantu meringankan efek samping dari kemoterapi pada kanker payudara. Hal Ini diduga karena wheatgrass dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membunuh bakteri yang berbahaya, serta menyingkirkan kandungan racun dalam tubuh. Studi lain pada tahun yang sama menyebutkan bahwa jus wheatgrass dapat meringankan rasa nyeri, diare, serta pendarahan pada penderita gangguan usus besar. Hal ini memperkuat kemungkinan penggunaan wheatgrass sebagai salah satu herbal antikanker, namun tetap diperlukan studi lebih lanjut untuk mengetahui efek samping dan dosis yang tepat dalam penggunaannya.

Hati-hati Efek Sampingnya

Walau dinyatakan aman, namun kita harus tetap berhati-hati mengonsumsi wheatgrass. Hal ini dikarenakan adanya efek samping seperti pusing, sakit kepala, atau gatal-gatal dan pembengkakan pada kerongkongan yang merupakan pertanda adanya alergi setelah mengonsumsi jus wheatgrass. Reaksi alergi dapat membahayakan jika tidak segera ditangani, oleh karena itu penderita alergi wheatgrass sebaiknya tidak mengonsumsi, atau jika tetap ingin mengonsumsinya sebaiknya berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.

Wheatgrass yang ditanam pada tanah berair dapat terkontaminasi jamur dan bakteri, sehingga sebaiknya dicuci bersih sebelum dikonsumsi terutama dalam bentuk mentah. Lebih baik lagi jika mengonsumsi wheatgrass yang ditanam secara organik. Dr Brent A. Bauer, M. D dari Mayo clinic juga menyarankan sebaiknya wheatgrass dalam kondisi mentah atau sebagai jus tidak dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. “Wheatgrass juga bukan merupakan obat ajaib sehingga sebaiknya tidak menggantikan perawatan medis biasa atau diet sehat yang menyertakan buah dan sayuran,” tambahnya. Selain itu sebaiknya jangan mengonsumsi wheatgrass dalam jangka waktu lebih dari 18 bulan atau 6 minggu jika diaplikasikan sebagai krim karena dikhawatirkan memiliki efek jika dikonsumsi atau digunakan dalam jangka waktu yang lama.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: