Manfaat Waluh Untuk Kesehatan

January 13, 2013

waluh

Waluh atau labu merah, daging buahnya berwarna merah kekuning-kuningan. Waluh tergolong sayuran buah yang mampu bertahan hidup dalam musim kemarau. Ada 2 jenis waluh yaitu : Cucurbuta Moschata dan Cucurbuta Pepo. Sering dibuat sayur tetapi lebih sering dibuat penganan seperti kolak labu merah atau dodol labu merah.

Pada bagian dalam dari buah waluh terdapat biji yang berwarna putih yang biasa diolah menjadi kwaci. Biji waluh yang dibuat kwaci diperkirakan berkhasiat mencegah terjadinya pembesaran kelenjar prostat.

Dalam waluh terdapat senyawa karotenoid yaitu zeaxanthine dan lutein yang menyebabkan warna kuning kemerahan dari waluh. Kedua jenis karotenoid itu berkhasiat menetralkan radikal bebas sehingga dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

Pada usia lanjut banyak terjadi gangguan penglihatan akibat penyakit mata yang disebut katarak. Menurut penelitian, terjadinya katarak erat hubungannya dengan rendahnya kandungan betakaroten sebagai antioksidan dalam darah. Konsumsi waluh secara teratur akan menurunkan resiko katarak terutama pada usia lanjut.

Dalam waluh juga terdapat senyawa asam phenolic yang berkhasiat mencegah penyerapan senyawa karsenogen dengan jalan mengikat berbagai senyawa karsenogen yang ada. Di samping berbagai fitonutrient, dalam waluh juga terdapat sejumlah serat di samping zat besi. Kandungan zat besi dalam labu merah adalah 1,5 mg per 100 gram buah waluh.

Lycopen terdapat juga dalam waluh. Juga terdapat beberapa mineral seperti zat besi (Fe), Seng (Zn) dan Selenium (Se) yang berkhasiat meningkatkan kesuburan pada laki-laki.

Kandungan zat gizi penting dalam labu merah :
– Energi (Kal) 29
– Kalsium (mg) 45
– Karoten (mcg) 3,25
– Vitamin C (mg) 1,5
– Kalium (mg) 280
– Vitamin E (mcg) 1,8

Khasiat waluh untuk mengatasi berbagai penyakit


• Mencegah pembesaran prostat.

Penggunaan biji waluh untuk menghambat pembesaran kelenjar prostat sudah dikenal sejak lama. Hasil pengamatan menunjukkan mereka yang terbiasa makan biji waluh secara teratur, kelenjar prostatnya tidak mengalami pembesaran. Dalam biji waluh terdapat senyawa asam amino, antara lain alanin, glisin dan asam glutamat, yang diperlukan untuk mencegah pembesaran prostat. Di samping itu dalam biji waluh terdapat hormon beta-sitosterol yang berkhasiat menghambat kerja enzim 5-alfa reduktase. Enzim ini berfungsi mengurangi pembentukan hormon dihidrotestosteron dan hormon testosteron sehingga pembesaran kelenjar prostat dapat dicegah.

• Mencegah kanker.

Hasil pengamatan yang dilakukan di beberapa negara antara lain Amerika Serikat, Perancis dan Australia, untuk mempelajari hubungan antara konsumsi waluh dan penyakit kanker menunjukkan mereka yang bebas dari penyakit kanker adalah yang mengkonsumsi waluh secara teratur. Dalam waluh terdapat senyawa karotenoid seperti lutein dan zeaxanthine yang sangat berpotensi melawan radikal bebas dalam tubuh.

• Mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh.

Waluh berperan memelihara fungsi normal pankreas sehingga dapat membantu mengendalikan gula darah. Karena itu penderita diabetes mellitus dianjurkan untuk mengkonsumsi secara teratur waluh.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: