Manfaat Teh Sebagai Sumber Antioksidan

April 18, 2013

manfaat teh

Para produsen teh sangat membanggakan fungsi antioksidan yang terdapat pada pucuk daun teh. Apakah benar teh memang merupakan antioksidan yang patut dibanggakan?

Tidak berlebihan jika teh disanjung sebagai sumber antioksidan ulung karena teh memiliki kekuatan antioksidan yang berlipat ganda dibanding antioksidan standar vitamin E. Kekuatan antioksidan teh 25 kali lebih kuat dibanding vitamin H dan 100 kali lebih kuat dibanding vitamin C.

Kekuatan antioksidan yang begitu hebat pada teh disebabkan kandungan zat-zat yang berkhasiat sebagai antioksidan yang dimilikinya. Daun teh unggul sebagai antioksidan karena mengandung flavonoid, tanin, kafein, dan asam felat dalam kadar yang sangat tinggi.

Bioaktif yang memiliki potensi terkuat sebagai antioksidan dari teh adalah katekin (catechin). Ada beberapa turunan katekin pada teh, yakni epikatekin (EC), epikatekin galat (ECG), epigalo catekin (EGC), Epigalokatekin Galat (ECG), Epigalokatekin Galat (EGCG). Semua jenis teh mengandung polifenol tersebut, tetapi kadarnya berbeda-beda.

Teh hijau dan teh hitam sama-sama berkhasiat

Teh hijau memiliki kandungan ECCG yang lebih tinggi dibanding teh lain yang telah difermentasi, seperti teh hitam dan teh putih. Karena itulah, teh hijau lebih banyak dibahas dalam pembahasan mengenai pangan fungsional. Selain itu, beberapa ahli juga menyatakan bahwa quercetin pada teh hijau juga juga merupakan bioaktif yang tidak dapat disepelekan kemampuannya. Quercetin banyak ditemukan pada teh hijau, namun menjadi hilang setelah daun teh difermentasi hingga berubah menjadi teh hitam.

Sementara itu, para ahli teh masih terus mencari kemungkinan adanya bioaktif lain yang paling potensial dari semua zat yang terdapat pada teh. Masih banyak zat di dalam teh yang belum teridentifikasi. Setidaknya ada 404 komponen mudah menguap terdapat pada teh hitam dan 230 macam pada teh hijau.

Kekuatan antioksidan teh yang sangat kuat tidak terlepas dari peran berbagai macam bioaktif antioksidan yang bahu-membahu mendukung terciptanya kekuatan yang hebat. Teh mengandung banyak vitamin C yang kita ketahui sebagai vitamin antioksidan. Teh juga sangat kaya seng, mangan, tembaga, dan selenium. Kandungan mangan dan selenium pada teh sangat tinggi. Kita ketahui bahwa mangan merupakan enzim aktivator untuk pembentukan metaloenzim MnSOD. Sedangkan selenium merupakan mineral penting untuk pembentukan glutathione peroksidase.

Dalam melindungi tubuh terhadap pengaruh oksidan, EGCG bekerja secara menyeluruh. Zat aktif ini dapat menembus hingga ke dalam sel untuk melindungi mitokondria dari gempuran gugus hidroksil yang sangat reaktif. Gugus hidroksil merupakan radikal bebas yang paling banyak terdapat di alam dan memapar tubuh sebagai radikal bebas yang sangat berbahaya.

Teh sebagai antikanker

Banyak pihak memercayai khasiat teh hijau sebagai salah satu antioksidan yang patut direkomendasikan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa antioksidan teh hijau dapat berfungsi untuk mencegah kanker.

Sebuah studi yang dilakukan di Jepang menyatakan bahwa kebiasaan mengonsumsi teh dapat menurunkan risiko kanker lambung yang dipicu oleh infeksi Helicobacter pylori. Studi lain yang dilakukan di Iowa, USA menyebutkan bahwa mengonsumsi 2 cangkir teh hijau setiap hari dapat menurunkan risiko kanker saluran cerna sebesar 68% dan kanker kandung kemih sebesar 40%.

Meskipun uji klinis menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi teh terbukti mampu menurunkan risiko kanker, namun tentunya para ahli dan pengguna teh tetap ingin mengetahui mekanisme yang dilakukan oleh zat aktif teh dalam melawan kanker. Ada beberapa mekanisme cara teh melawan kanker, yakni:

  1. Komponen aktif antioksidan teh bekerja sama mencegah oksidasi radikal bebas pada DNA.
  2. Pertumbuhan sel abnormal (kanker) dihentikan oleh polifenol yang terdapat pada teh.
  3. Sel kanker didorong agar musnah (apoptosis) oleh polifenol tanpa merusak sel sehat yang ada di sekitarnya.

Atasi penyakit kardiovaskular dengan teh

Penyakit kardiovaskular terkait dengan kadar lemak darah yang tinggi. Dalam hal ini, kadar LDL dan trigliserida yang tinggi menjadi faktor penanda yang meningkatkan risiko timbulnya berbagai macam penyakit yang ada hubungannya dengan pembuluh darah.

Penurunan kadar lemak darah khususnya kolesterol LDL menjadi solusi untuk mengatasi penyakit kardiovaskular. Kadar LDL yang tinggi sangat berbahaya karena jika teroksidasi menimbulkan cacat pembuluh darah yang kemudian memicu penyakit yang terkait dengannya. Untuk mencegah dampak yang lebih serius, kadar kolesterol darah harus dijaga ke level normal.

Salah satu bioaktif yang telah terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah adalah flavonoid. Flavonoid terdapat pada berbagai pangan nabati termasuk teh. Namun, apakah flavonoid yang terdapat pada teh juga memiliki kemampuan tersebut?

Sebuah studi epidemiologi yang dilakukan di RS Fokuoka Jepang menyatakan, kebiasaan mengonsumsi teh yang dilakukan oleh bangsa tersebut terbukti dapat menekan risiko hiperkolesterol bagi warganya. Disebutkan bahwa kebiasaan mengonsumsi 4-9 cangkir teh sangat efektif untuk menurunkan kadar lemak darah hingga 40%.

Studi tentang khasiat teh secara intensif telah dilakukan di Belanda sejak beberapa puluh tahun yang lalu. The Netherland National Institute of Public Health menyatakan bahwa teh memang terbukti sebagai pangan fungsional yang dapat menekan risiko berbagai penyakit kardiovaskular. Kebiasaan minum 1-2 cangkir teh hitam setiap hari dapat menurunkan kadar kolesterol darah hingga 46%, sedangkan kebiasaan mengonsumsi teh hitam sebanyak 4-7 cangkir setiap hari dapat menjauhkan penderita hiperkolesterol dari stroke dan serangan jantung dengan penurunan risiko terhadap keduanya hingga sebesar 40%.

Penurunan LDL memberi makna positif untuk mencegah aterosklerosis. Kolesterol LDL memiki kemampuan untuk menembus dinding arteri bila dalam kondisi teroksidasi. Untuk mencegahnya diperlukan antioksidan yang mampu mencegah oksidasi lipid. Antioksidan andal yang memiliki kemampuan tersebut antara lain teh hijau.

Penelitian pada sekelompok orang di Jepang menyebutkan bahwa EGCG mampu mencegah percepatan oksidasi LDL hingga setengahnya sehingga risiko aterosklerosis menurun secara nyata. Studi lain menjelaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi 2-4 cangkir teh hijau setiap hari dapat mencegah penggumpalan darah hingga 60%. Efek pengencer darah ini tentu sangat bermakna untuk mencegah penyakit kardiovaskular.

Bantu mengatasi gula darah

Salah satu keunggulan yang dimiliki teh terletak pada kemampuannya untuk membantu menurunkan kadar gula dalam darah. Ada puluhan penelitian menyimpulkan adanya efek hipoglikemik yang dimiliki teh. Publikasi ilmiah yang dimuat di Jurnal of Medical Food Oktober 2011 juga menyimpulkan hal yang sama. Sejumlah studi klinis sangat meyakinkan menyimpulkan adanya efek hipoglikemik yang sangat andal pada teh.

Penurunan kadar gula darah terjadi melalui beberapa mekanisme, yakni:

  • Kandungan mangan yang tinggi pada teh membantu metabolisme gula menjadi energi sehingga timbunan gula dalam darah berkurang.
  • Katekin mampu meningkatkan energi termogenesis untuk pembakaran kalori yang berasal dari gula sehingga gula yang mengambang dalam darah cepat disalurkan ke dalam sel.
  • Polifenol dan sejumlah antioksidan yang terdapat pada teh bekerja sama melawan radikal bebas yang menyebabkan peradangan. Peradangan yang tidak terkendali dapat memicu kenaikan kadar gula dalam darah karena kinerja insulin menurun dan toleransi sel terhadap gula juga rendah.
  • EGCG memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas amilase sehingga penyerapan gula dari makanan berkurang dan dengan sendirinya kadar gula darah menurun.

Cegah kepikunan

Pertambahan usia membuat menurunnya kemampuan otak untuk bekerja. Kemampuan tersebut cepat merosot jika otak kita terpapar oleh radikal bebas. Radikal bebas yang merusak sistem saraf otak menimbulkan dampak yang sangat merugikan terhadap kinerja otak.

Kerusakan sel otak oleh radikal bebas dapat menurunkan daya konsentrasi, daya ingat, dan daya pikir dalam diri seseorang. Karena itu, membekali diri dengan antioksidan yang memadai sangat penting untuk mencegah kerusakan dini pada otak.

Pada dasarnya semua antioksidan bermanfaat untuk melindungi otak dari radikal bebas. Kita dapat memanfaatkan antioksidan yang terdapat pada buah dan sayuran atau lemak esensial yang berasal dari ikan dan biji-bijian. Pilihan lain untuk memasok antioksidan bagi otak adalah teh.

Tak salah jika kita menjagokan teh sebagai pelindung otak dari paparan radikal bebas. Dengan kandungan antioksidan yang sangat lengkap, teh dapat menjadi pemasok antioksidan yang andal bagi otak kita. Selain itu, dengan adanya kafein dosis rendah dan berbagai senyawa mudah menguap, teh yang Anda minum juga dapat menciptakan good mood dalam diri Anda sehingga bermanfaat untuk mengurangi peradangan otak yang memicu oksidasi radikal bebas yang berada di sekitar jaringan otak.

Pilih teh yang mana?

Teh hijau lebih tersohor sebagai antioksidan yang hebat. Apakah benar teh hitam atau teh yang lainnya kurang bermanfaat?

Secara umum, teh hitam asli Indonesia mengandung katekin yang lebih tinggi dibanding teh hijau asal China dan Jepang. Selain itu, teh hitam juga mengandung teaflavin, yakni katekin yang teroksidasi yang juga memiliki khasiat sebagai antioksidan.

Jika dilihat dari kandungan katekin dan flovonol secara umum, teh hijau memang lebih unggul dibanding teh hitam, namun sementara ini belum ada bukti yang kuat untuk mengatakan bahwa kemampuan antioksidan teh hijau lebih hebat dibanding teh hitam.

Beberapa ahli menyatakan bahwa penguapan (steaming) saat pengolahan teh hitam telah menurunkan kadar EGCG. Karena itu, teh hijau tetap dianggap lebih baik daripada teh hitam dan teh oolong. Meskipun demikian, teh hitam pun tetap memiliki beragam bioaktif yang tidak terdapat pada teh hitam. Bioaktif tersebut belum seluruhnya berhasil diteliti khasiatnya. Karena itu, tak ada salahnya jika Anda ingin mengonsumsi teh hitam.

Tip minum teh

Untuk mendapatkan manfaat yang terbaik dari teh, kita tidak boleh sembarangan memilih dan menyeduh teh yang akan kita
minum. Berikut tip yang perlu Anda ketahui.

  1. Belilah teh yang berkualitas tinggi. Jika tersedia, belilah teh oolong (terbuat dari pucuk teh) yang kaya polifenol dan berbagai zat berkhasiat.
  2. Gunakan teh yang masih baru (belum kedaluwarsa). Belilah secukupnya agar Anda tidak terlalu lama menyimpan.
  3. Simpanlah selalu teh di dalam wadah tertutup agar tidak rusak karena lembap.
  4. Seduhlah teh dengan air dengan suhu sekitar 70- 80°C. Jangan menyeduh dengan air yang baru saja mendidih. Tujuannya untuk menjaga agar bioaktif yang dikandungnya tetap utuh.
  5. Bagi yang mengalami gangguan lambung, buanglah air seduhan yang pertama, kemudian tuang lagi dengan air yang baru untuk mendapatkan teh yang siap diminum. Air seduhan teh yang pertama banyak mengandung asam tanat yang dapat mengiritasi lambung.
  6. Jangan menambahkan gula pada seduhan teh. Penambahan gula akan menurunkan manfaat bioaktif yang terkandung di dalam teh. Gula juga merupakan sumber intlamasi yang menambah radikal bebas baru ke dalam tubuh.
  7. Jika Anda menyukainya, tambahkan perasan lemon atau jeruk nipis ke dalam seduhan teh yang akan Anda nikmati. Air perasan lemon atau jeruk nipis tidak hanya mencambah cita rasa, namun juga menambah sejumlah vitamin C dan flavonoid yang akan memperkaya khasiat teh.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: