Manfaat Tahu dan Tempe Untuk Kesehatan

February 1, 2013

tahu dan tempe

Untuk membangkitkan nasionalisme pemuda dalam berjuang melawan penjajah, almarhum Presiden Soekarno dalam orasinya sering menyebut: “Bangsa Indonesia bukan bangsa tempe”. Munculnya kiasan itu mungkin dikarenakan konsistensi tempe yang memang lunak dan lembut. Jadi bukan karena rendahnya khasiat tempe itu sendiri.

Tempe selalu diasosiasikan dengan orang Jawa, karena dalam pola makanan orang Indonesia bukan dari suku jawa, tempe memang tidak dikenal. Akan tetapi penyebaran penduduk keluar Jawa sejak akhir abad ke 18 telah menjadikan tempe sebagai makanan yang diterima dan dikonsumsi oleh penduduk disebagian besar wilayah nusantara.

Berkembangnya kesadaran masyarakat akan khasiat berbagai bahan pangan sebagai pencegah, penyembuh serta penurunan resiko terhadap berbagai penyakit yang tergolong penyakit masyarakat modern, telah mengubah pandangan masyarakat diberbagai negara bahwa kedelai adalah bahan pangan untuk masyarakat kelas bawah. Perubahan pandangan itu telah menjadikan kedelai dan hasil olahnya seperti tempe, tahu, sari kedelai, minyak kedelai sebagai bahan makanan super.

Di lingkungan bangsa-bangsa Asia sekarang ini tempe dan produk kedelai lainnya telah dikenal secara luas. Jepang, Malaysia, Thailand, Singapura serta Cina telah merupakan konsumen kedelai terbesar di dunia. Secara berangsur tahu dan tempe juga telah memasuki menu makanan bangsa Belanda, New Zealand, Amerika dan banyak negara maju lainnya.

Manfaat tahu dan tempe bagi kesehatan telah terbukti oleh hasil berbagai penelitian. Penelitian terhadap 250.000 orang Jepang oleh Japan’s National Cancer Centre Research Institute tahun 1982 menunjukkan mereka yang setiap hari mengkonsumsi tahu memiliki resiko yang rendah terhadap penyakit kanker lambung. Senyawa genistein yang ada dalam tahu bekerja menghambat gen penyebab kanker. Genistein juga terdapat dalam susu kedelai, tempe dan bubuk kedelai.

Manfaat tahu, tempe dan olahan kedelai lainnya untuk mengatasi berbagai penyakit


• Menurunkan kolesterol darah dan mencegah penyakit jantung.

Penderita hiperkolesterolemia yang menjalani diet rendah lemak, penurunan kolesterol darah akan lebih cepat dengan mengganti bahan pangan hewani yang berkadar lemak rendah dengan makanan yang terbuat dari kedelai. Percobaan pada penderita hiperkolesterolemia yang diberi makan produk kedelai (susu kedelai, tahu, tempe) sebagai pengganti protein hewani dalam makanan mereka, setelah beberapa minggu kadar kolesterol darah mereka ternyata turun 8-16%.

Banyak penelitian lain untuk mengetahui manfaat kedelai terhadap penurunan kadar kolesterol darah yang juga memberikan hasil yang serupa. Khasiat penurunan kolesterol darah total dan penurunan LDL-Kolesterol dikarenakan keseimbangan kandungan protein, asam lemak, serat dan fitoestrogen dalam kedelai.

Kandungan lemak jenuh yang rendah dan asam lemak tak jenuh alpha lenolenat (Omega 3) serta kandungan serat larut pektin yang tinggi menjadikan kedelai sebagai bahan pangan potensial untuk penurunan kadar kolesterol darah. Food and Drug Administration Amerika Serikat membenarkan dan mendukung pernyataan bahwa konsumsi 25 gram protein kedelai perhari sebagai bagian dari diet rendah lemak jenuh dan rendah kolesterol, akan berdampak berkurangnya resiko terhadap penyakit jantung.

Isoflavones genestein dalam kedelai berkhasiat melindungi tubuh dari kerusakan akibat adanya radikal bebas, meningkatkan sistim kekebalan tubuh serta menurunkan resiko pengerasan dinding pembuluh darah (atherosklerosis). Adanya antioksidan dalam kedelai berkhasiat mencegah kenaikan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan pembuluh darah dan mencegah terjadinya penggumpalan darah. Terjadinya serangan jantung adalah akibat adanya gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah yang mengirim darah untuk jantung (arteri coronaria). Dengan demikian kedelai atau hasil olahannya secara potensial sangat baik untuk mencegah dan mengurangi resiko serangan jantung.

• Mengendalikan kadar gula darah.

Sama halnya dengan bahan makanan lain yang kaya akan serat larut, pencernaan makanan berlangsung lebih lambat karena pektin memperlambat pengosongan lambung dan usus. Bagi penderita diabetes mellitus keadaan seperti itu sangat menguntungkan. Pencernaan karbohidrat dan penyerapan glukose yang diperlambat itu akan mencegah kenaikan glukose darah secara mendadak setiap kali habis makan.

Di samping itu pektin juga akan merangsang sekresi getah empedu sehingga memperbanyak pembentukan emulsi lemak dan kolesterol yang kemudian dibuang keluar tubuh bersama tinja. Karena itu kedelai atau hasil olahannya (susu kedelai, tempe, tahu) sangat dianjurkan bagi penderita diabetes mellitus untuk mencegah kenaikan gula darah yang terlalu drastis setiap kali setelah makan.

• Mengendalikan tekanan darah.

Kedelai merupakan sumber zat besi (Fe), Kalsium (Ca) dan Kalium (K). Penyerapan Kalium dari kacang kedelai relatif lebih baik dibanding dari bahan pangan nabati lain. Kadar Kalium yang tinggi itu menjadikan kedelai sangat bermanfaat mencegah kenaikan dan pengendalian tekanan darah.

• Meringankan symptom menopause.

Penelitian menunjukkan dengan mengkonsumsi 45 gram bubuk kedelai setiap hari selama 6 sampai 12 minggu akan berkhasiat mencegah timbulnya post-menopausal symptom seperti dekalsifikasi tulang dan sebagainya. Khasiat itu dikarenakan tingginya kandungan phytoestrogen dalam kedelai. Phytoestrogen adalah senyawa oestrogen yang terdapat antara lain dalam kedelai, yang struktur molekulnya sama dengan hormon oestrogen pada wanita.

• Mencegah kanker payudara.

Kedelai ternyata mengandung senyawa anti kanker. Salah satu faktor resiko kanker payudara adalah tingginya kadar hormon oestrogen dalam darah (post menopause androgen).

Kadar oestrogen yang tinggi itu dapat diturunkan dengan mengkonsumsi bahan makanan yang kandungan seratnya tinggi sehingga sebagian hormon oestrogen itu dapat dibuang keluar tubuh. Di samping itu masukan senyawa phytoestrogen yang tinggi melalui makanan dapat menekan sekresi hormon oestrogen oleh tubuh sehingga kadar oestrogen dalam darah dapat diturunkan. Hasil penelitian terhadap penduduk wanita Jepang yang banyak mengkonsumsi kedelai sehingga memperoleh masukan phytoestrogen yang cukup tinggi terbukti jarang sekali menderita kanker payudara.

Minyak kacang kedelai

Minyak kacang kedelai dianjurkan untuk digunakan sebagai pengganti minyak kelapa karena mengandung asam lemak tak jenuh. Asam lemak tak jenuh Omega 3 dan Omega 6 yang ada dalam minyak kacang kedelai sangat penting untuk mencegah penyakit jantung koroner. 15% dari kandungan lemak dalam kedelai adalah asam lemak jenuh. Asam lemak tak jenuh ganda (Omega 3 dan Omega 6) sebanyak 61%, sedang asam lemak tak jenuh tunggal (Omega) sebesar 24%. Ketiga jenis lemak tak jenuh itu sangat berperan dalam penurunan kadar total kolestrol dan lipida dalam darah, meningkatkan kadar HDL-kolesterol sehingga sangat potensial digunakan untuk mencegah penyakit jantung.

Source : dari berbagai sumber

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Comment

Previous post:

Next post: