Manfaat Susu Kedelai Untuk Kesehatan

January 26, 2013

susu kedelai

Kedelai adalah jenis kacang-kacangan yang mulai dibudidayakan di Indonesia terutama di pulau Jawa sejak pertengahan abad ke 18. Dari berbagai jenis kacang-kacangan, kandungan protein kacang kedelai paling tinggi yaitu 35 gram per 100 gram kedelai, melebihi kandungan protein dalam daging dan telur. Kualitas proteinnya sungguhpun tidak sebaik protein hewani, tetapi cukup baik karena mengandung sebagian besar asam amino esensial yang diperlukan tubuh. Kandungan serat dalam kedelai juga cukup tinggi yaitu sekitar 2 gram per 100 gram. Ditambah dengan adanya senyawa isoflavones sebagai antioksidan, menjadikan kedelai sebagai bahan pangan super yang berkhasiat untuk memelihara kesehatan dan mencegah berbagai penyakit. Kedelai dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Berbagai produk kedelai yang diolah secara tradisional adalah tempe, tahu, kecap, tauco. Dewasa ini produk dalam bentuk susu kedelai baik yang diolah melalui industri rumah tangga maupun melalui teknologi modem dengan mudah didapat di toko-toko dan di pasar swalayan.

Susu kedelai adalah minuman yang dibuat dari sari kacang kedelai dan dianjurkan sebagai pengganti susu sapi. Karena susu kedelai dibuat dari sari kacang kedelai murni, maka di dalam susu kedelai masih terdapat berbagai zat gizi dan senyawa fitokimia seperti yang ada dalam kacang kedelai murni. Kandungan serat larut yang tinggi dan adanya senyawa fitokimia dalam kedelai membuat susu kedelai berkhasiat bagi pemeliharaan kesehatan.

Dibandingkan dengan susu sapi, kandungan Kalsium dalam susu kedelai lebih rendah. Karena itu beberapa produk susu kedelai diperkaya dengan Kalsium. Akan tetapi penyerapan Kalsium tambahan ini tidak begitu baik. Kandungan protein dan riboflavin dalam susu kedelai juga lebih rendah dibanding susu sapi.

Manfaat susu kedelai untuk mengatasi berbagai penyakit

• Menurunkan kolesterol darah dan mencegah penyakit jantung.

Protein dan isoflavones dalam kedelai berkhasiat menurunkan kandungan kolesterol total dan LDL-kolesterol dalam darah. Fitokimia lain yang juga berkhasiat menurunkan kadar kolesterol dalam susu kedelai adalah saponin dan fitosterol. Di samping itu kandungan serat dalam kedelai juga sangat berperan dalam penurunan kolesterol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita kolesterol tinggi yang kemudian mengganti sebagian atau seluruh lemak hewan dalam makanan mereka dengan makanan hasil olahan kedelai seperti susu, kadar kolesterol darah mereka turun antara 8 – 16% setelah beberapa minggu. Adanya serat dalam kedelai di samping asam lemak tak jenuh dan phytoestrogen dalam jumlah yang seimbang membawa dampak penurunan kolesterol darah. Lemak dalam susu kedelai juga mengandung asam lemak Omega 3 yang sangat potensial untuk pemeliharaan kesehatan jantung.

• Meningkatkan toleransi glukose pada penderita diabetes.

Adanya serat larut dalam kedelai akan memperlambat pencernaan dan penyerapan makanan dalam lambung. Kandungan serat yang tinggi itu akan memperlambat pencernaan dan penyerapan zat gizi dari makanan termasuk karbohidrat. Dengan demikian respons insulin akan juga menjadi lambat akibat lambatnya penyerapan karbohidrat. Dengan demikian susu kedelai akan memperlambat kenaikan kadar glukose darah. Khasiat ini penting sekali bagi penderita diabetes mellitus untuk mencegah kenaikan kadar glukose secara mendadak setiap selesai makan. Karena itu dengan mengkonsumsi susu kedelai secara teratur dan kontinyu akan membawa dampak penurunan glukose darah, penurunan diabetek glukosuria, penurunan kebutuhan insulin dan memperbaiki metabolisme glukosa dalam tubuh penderita.

• Mencegah sembelit.

Dalam susu kedelai di samping terdapat serat larut juga ada serat tak larut yang berkhasiat mencegah konstipasi (sembelit) dan gangguan pencernaan lainnya. Adanya serat dalam jumlah yang cukup dalam usus yang membantu menyerap air dari sisa makanan sehingga akan membentuk tinja yang lunak dengan waktu transit yang lebih pendek. Untuk mendorong tinja keluar tidaklah diperlukan kekuatan yang besar. Dengan demikian konstipasi dapat dihindari.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: