Manfaat Stroberi Sebagai Sumber Antioksidan

March 3, 2013

stroberi

Warna merah menyala buah stroberi menandakan tingginya kandungan nutrisi dan zat non nutrisi yang dikandungnya. Tepat sekali karena stroberi memang merupakan buah yang berkualitas nutrisi unggul sekaligus juga memiliki kandungan fitonutrisi yang lengkap.

Stroberi adalah sumber vitamin C yang baik. Kandungan vitamin C yang dimilikinya jauh lebih unggul dibanding vitamin C pada jeruk secara umum. Peran vitamin C nyata sebagai antioksidan. Efektivitasnya sebagai antioksidan dibantu oleh sejumlah senyawa nirgizi yang terdiri atas antosianin, flavonols, hydroxvl-benzoic-acid, hydroxyl-cinnamic-acid, tanin, dan stileben.

Bioaktif stroberi memiliki beberapa macam senyawa turunan. Warna merah stroberi disebabkan antosianin yang terdiri atas eyanidin dan pelargonidin. Flavonol yang dikandungnya terdiri atas proeyanidin, catechin, gallocathechins, epicatechin, kaemferol, dan quercetin. Stroberi mengandung ellagic acid, gallic acid, vanillic acid, dan salicylic acid yang merupakan senyawa hydroxyl-benzoic acid. Asam organik dari golongan hydroxyl-cinnamic acid pada stroberi terdiri atas cinnamic acid, coumaric acid, caffeic acid, dan ferulic acid. Stroberi juga mengandung stilibenes seperti yang juga terdapat pada anggur, yaitu resveratrol. Di bagian kulit buah dan bijinya, terdapat tanin vang terdiri atas ellagitannin dan gallotannin.

Kandungan senyawa-senyawa yang berkhasiat sebagai antioksidan membuat stroberi pantas menyandang sebagai sumber antioksidan unggul. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa stroberi menduduki ranking ke-4 buah sumber antioksidan setelah cranberry, blue berry, dan anggur merah. Sebuah studi yang dilakukan di Amerika menempatkan stroberi pada urutan ke-27 makanan berkadar antioksidan unggulan dari semua makanan yang ada di Amerika.

Kanker bisa dicegah oleh stroberi

Ellagic acid pada stroberi merupakan antioksidan berkemampuan tinggi yang mampu berperan sebagai antikanker dan antimutagenik. Stroberi mengandung allagic acid sebanyak 0.43 – 4.64 mg/g berat keringnya. Senyawa fenol ini terdapat pada seluruh bagian buah termasuk bijinya. Karena itu, jus stroberi mengandung lebih banyak fitokimia berkhasiat ini karena seluruh bijinya ikut hancur sehingga ikut kita konsumsi.

Menurut Meyer KJ, dkk., (2003), stroberi memiliki efek antioksidan sekaligus antiproriferatif yang sangat efektif untuk mencegah perkembangan kanker. Dalam studi lain yang dilakukan oleh Wedge DE, dkk., (2004) disebutkan bahwa senyawa fenolik yang dimiliki stroberi dan buah berry lainnya terbukti efektif sebagai antikarsinogenik terhadap kanker payudara dan kanker serviks. Uji laboratorium menyatakan bahwa ellagic acid mampu mendorong terjadinya apoptosis karsinoma serviks (Cervical carcinomas). Penelitian lain yang dilakukan pada tikus percobaan oleh Stoner G D, dkk., (2004) menyatakan bahwa stroberi efektif untuk mencegah kanker esophagus.

Antioksidan yang memiliki efek kemoprotektif pada stroberi adalah ellagic acid dan ellagitannin. Kedua fitonutrisi ini mendorong aktivitas enzim Superoxide desmutase untuk menurunkan aktivitas enzim proinflamasi seperti eyelogenase 2 (COX-2), serta menurunkan aktivitas enzim yang merangsang pembentukan nitric oxide synthase (iNOS). Dengan mekanisme tersebut, maka pertumbuhan dan perkembangan kanker dapat dihambat.

Antioksidan yang baik untuk kardiovaskular

Selain melindungi tubuh dari kanker, ellagic acid juga mengurangi kekhawatiran kita terhadap PJK. Menurut Basu A, dkk., (2010), fitokimia pada stroberi sangat poten untuk mencegah oksidasi LDL penyebab aterosklerosis.

Tak hanya menurunkan oksidasi LDL, bioaktif stroberi juga menurunkan kadar lemak yang beredar di dalam darah. Konsumsi stroberi secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol total dan kadar kolesterol LDL dalam darah.

Dalam studi lain yang dilakukan Ellis CL, dkk., (2011) menyebutkan bahwa bioaktif yang terdapat pada stroberi juga mampu menurunkan aktivitas fibrinogen dan trombroblas membentuk platelet, menjaga penumpukan plak baru, serta menjaga keseimbangan fungsi jaringan endotel. Melalui mekanisme ini, sirkulasi darah menjadi lancar dan kemungkinan serangan jantung dapat diminimalisir.

Efektivitas stroberi dalam menjaga kesehatan kardiovaskular didukung pula oleh kandungan vitamin dan mineral yang dimilikinya. Stroberi banyak mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung, yakni vitamin B3, B5, B6, B12, folat, magnesium, mangan, tembaga, dan omega-3 ALA (di bagian bijinya). Vitamin B3, B6, dan magnesium sangat diperlukan untuk mendukung kinerja otot jantung, sedangkan folat berguna untuk menurunkan kadar homosistein.

Kandungan mangannya cukup tinggi. Mangan adalah unsur penting untuk produksi antioksidan endogen. Selain itu, mangan juga merupakan kofaktor untuk berfungsinya antioksidan lain. Bersama dengan vitamin C, mangan mendukung kemampuan fitokimia yang dikandungnya dalam menjalankan fungsinya sebagai antioksidan.

Bagi Anda yang berbakat memiliki tekanan darah tinggi, konsumsi stroberi secara rutin dapat membantu Anda mengendalikan tekanan darah. Sebuah studi yang dilakukan Pinto, dkk., (2011) menyebutkan bahwa ellagitannin pada stroberi sangat potensial untuk menurunkan aktivitas angiostesin 1-Converting Enzym (ACE), yakni enzim yang turut berperan menaikan tekanan darah. Konsumsi 1-2 cangkir stroberi per hari jika dilakukan secara rutin selama 1-3 bulan, maka tekanan darah terkendali normal. Pengendalian tekanan darah hingga mencapai ambang normal merupakan harapan baik bagi penderita PJK.

Efektif mengendalikan gula darah

Jika Anda penderita DM yang merasa putus asa untuk menurunkan kadar gula darah, cobalah Anda rutin mengonsumsi stroberi. Dalam sebuah jurnal yang dimuat di British Journal of Nutrition (2010) disebutkan bahwa konsumsi buah-buahan berries (termasuk stroberi) memiliki respons yang sangat baik untuk menurunkan kadar glukosa setelah makan. Sebuah studi membuktikan bahwa konsumsi stroberi secara rutin minimum 2-3 kali seminggu sebanyak 5-6 sendok makan per saji berkorelasi positif pada penurunan kadar gula darah pada penderita DM tipe-2.

Kemampuan stroberi dalam menurunkan kadar gula darah tergolong ampuh. Berbagai studi telah membuktikannya. Berkaitan dengan hal ini, para ahli sepakat bahwa polifenol ellagitannin pada stroberi merupakan bioaktif yang bertanggung jawab terhadap penurunan kadar gula darah. Dalam melakukan aktivitasnya, ellagitannin menghambat aktivitas enzim alfa-amilase yang bertugas memecah amilosa menjadi gula sederhana. Stroberi juga kaya berbagai macam mineral yang sangat dibutuhkan untuk mengontrol kadar gula darah, antara lain magnesium dan yodium. Dengan cara inilah kadar gula darah dapat turun.

Meskipun beberapa mekanisme penurunan kadar gula darah oleh stroberi telah diketahui, namun peran stroberi sebagai antioksidan tidak boleh kita lupakan. Kenaikan kadar gula darah juga disebabkan oleh peradangan yang biang keroknya adalah radikal bebas. Upaya meminimalisir dampak buruk radikal bebas tentu sangat berarti untuk meningkatkan laju metabolisme yang pada gilirannya dapat mengontrokkadar gula dengan baik.

Anti peradangan yang andal

Dampak buruk paparan radikal bebas yang langsung dapat dirasakan berupa peradangan. Untuk meredamnya diperlukan antioksidan yang memiliki kemampuan ganda sebagai anti-peradangan.

Stroberi mengandung senyawa anti-peradangan asam salisilat. Senyawa aktif ini memiliki efektivitas hampir sama dengan asetil salisilat yang menjadi bahan aktif anti-peradangan aspirin. Senyawa anti pradangan tersebut memiliki manfaat yang luas untuk mencegah peradangan di seluruh tubuh. Dampak yang baik terjadi pada pembuluh darah, sendi, dan organ. Efek antiinflamasi ini bermanfaat untuk mengatasi radang sendi, iritasi lambung, penyakit kardiovaskular, kanker, dan penyakit lain yang ada kaitannya dengan inflamasi.

Stroberi Membantu Menyehatkan otak

Efektivitas antioksidan stroberi juga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi otak. Sukit H., dkk., (2006) dalam percobaannya terhadap tikus membuktikan bahwa konsumsi buah-buah- an memberi dampak positif bagi peningkatan fungsi otak yang mengalami penurunan karena faktor usia. Hal ini bisa dimengerti karena risiko pajanan radikal bebas di otak meningkat sejalan dengan pertambahan usia. Untuk mencegah penurunan fungsi otak diperlukan antioksidan yang memadai. Salah satu antioksidan yang telah teruji kemampuannya untuk melindungi otak dari pengaruh buruk radikal bebas adalah stroberi.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: