Manfaat Spinach Sebagai Sumber Antioksidan

January 12, 2013

spinach

Beberapa orang menerjemahkan spinach sebagai bayam, padahal keduanya sama sekali berbeda. Spinach tidak sama dengan bayam yang biasa kita kenal, keduanya berasal dari tanaman yang berbeda jenis. Di pasaran spinach sering disebut bayam jepang.

Kita pantas memberi predikat spinach sebagai sayuran unggulan. Bukan hanya karena kualitas nutrisi yang dimilikinya, namun juga karena khasiatnya sebagai antioksidan yang hebat. Spinach memiliki nilai ORAC 1260. Angka yang tinggi tersebut disebabkan spinach banyak mengandung gluthation yang merupakan antioksidan alami.

Dalam melakukan aktivitasnya, gluthation bertugas melindungi bagian dalam sel yang terlindung air dari oksidasi. Efektivitas antioksidan utama tersebut juga didukung oleh berbagai macam zat yang mampu mendukung kapasitas antioksidan enzimatis di dalam tubuh berupa zat nutrisi yang dikandungnya.

Spinach merupakan sumber antioksidan eksogen yang bermutu tinggi. Bioaktif yang berperan sebagai antioksidan sekunder adalah vitamin C. Kapasitasnya sebagai sumber antioksidan semakin meningkat karena spinach juga kaya dengan berbagai macam zat nirgizi yang berfungsi sebagai antioksidan. Spinach banyak mengandung karotenoid yang terdiri atas klorofil, beta karoten, lutein, serta fitomikia yang terdiri atas D-glucaric acid, saponin, spinacein, spinatoside, dan palutin. Selain itu, spinach juga merupakan salah satu sumber ALA (Alpha Lipoic Acid) yang berkhasiat sebagai antioksidan sekunder berkemampuan ganda.

Lindungi mata dari sinar UV

Perlindungan spinach terkonsentrasi pada mata kita. Lutein yang dikandungnya akan melindungi mata kita dari pengaruh cahaya biru dan radiasi ultra violet yang membahayakan makular. Perlindungan terhadap mata melalui dua tahap. Yang pertama oleh beta-karoten yang melindungsi lensa dan kornea mata dari radiasi UVA dan UVB, selanjutnya di bagian mata yang lebih dalam menjadi tugas lutein dan zeaxanthin untuk melindunginya.

Spinach sangat baik untuk dikonsumsi oleh kaum wanita yang mudah mengalami degenerasi makula karena kemampuannya menyerap lutein lebih rendah dibanding pria. Bagi Anda keturunan nenek moyang bermata biru dan memiliki sejarah keluarga yang kemunduran makular, ada baiknya jika Anda menyukai spinach serta sayuran dan buah-buahan lainnya yang banyak mengandung lutein agar mata Anda terlindungi dari radikal bebas yang merusak mata. Dengan cara ini, risiko Anda terhadap katarak dapat diminimalisir.

Dapat mencegah kanker

Spinach kaya klorofil. Pigmen hijau daun ini merupakan sumber antioksidan yang sangat baik untuk melindungi sel dari kanker, terutama yang disebabkan oleh hcterocyclic amine penyebab kanker kolon dan aflatoxin penyebab kanker hati. Kandungan klorofil spinach termasuk unggul jika dibandingkan sayuran hijau lainnya, jika dibanding buah zaitun hijau, spinach memiliki kandungan klorofil 1000 kali lebih banyak. Pigmen hijau ini memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mendetoksifikasi toksin yang ada di dalam saluran cerna sehingga memperkecil risiko kanker perut dan kanker usus. Sebuah studi menyebutkan bahwa chlorophyline (derivate klorofil) mampu mencegah kerusakan DNA dan RNA dari aflatoxin dari kedelai, kacang tanah, dan biji-bijian yang dapat menjadi penyebab kanker hati.

Selain klorofil, karotenoid lain juga memiliki andil besar sebagai antioksidan sekaligus antikanker. Lutein yang dikandungnya sangat bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun tubuh dalam menghadapi kanker. Studi yang dilakukan di Washington State University menyebutkan bahwa dalam kondisi defisiensi lutein, tubuh peka terhadap kanker. Kecukupan lutein akan meningkatkan sistem imun yang selanjutnya bermanfaat untuk menekan perkembangan sel kanker. Penelitian lain dari lembaga yang sama menyebutkan bahwa peningkatan kadar lutein akan menurunkan perkembangan sel tumor payudara. Efektivitas tersebut terjadi karena lutein secara aktif mampu meningkatkan produksi interferon gamma (IFNg) dan interleukin-2 yang memiliki efektivitas khusus menghambat perkembangan tumor.

Konsumsi spinach akan memasok antioksidan alami glutathione ke dalam tubuh kita. Glutathione merupakan antioksidan sekaligus antikanker. Kekurangan glutathione menyebabkan kematian sel. Ihwal tentang ini menyangkut peran glutathione untuk meregenerasi DNA yang rusak. Sebuah studi yang dilakukan oleh Dean Jones dari Emory University of Medicine mengatakan bahwa pasokan glutathione yang memadai dari makanan dapat menurunkan risiko kanker mulut dan pharynx.

Dalam menjalankan aktivitasnya, glutathione akan melakukan detoksifikasi aneka macam polutan, senyawa karsinogen, membantu membersihkan hati dari racun yang tidak mampu disaringnya tanpa bantuan zat aktif khusus, memperbaiki DNA yang rusak, melawan peradangan, serta pembantu pertumbuhan sel sehat hingga proses penyembuhan kanker berlangsung lebih cepat.

Dalam menetralisir radikal bebas, berbagai bioaktif tersebut dibantu oleh asam alfa lipoic yang memiliki kinerja menyeluruh di luar dan di dalam sel tubuh kita. Berbeda dengan antioksidan lain yang memiliki satu macam perlindungan, asam alfa lipoic mampu memberi perlindungan secara menyeluruh, baik pada bagian sel yang terlindung oleh air ataupun terlindung oleh lemak karena lemak esensial tersebut larut dalam air dan lemak.

Efektivitasnya spinach dalam melawan kanker semakin kuat karena sayuran daun ini mengandung beberapa macam senyawa antikanker, yakni saponin, D-glucaric, spinacetin, spinatoside, dan patuletin. Melalui berbagai macam cara, fitokimia tersebut mampu mencegah kanker dan menghambat perkembangan sel kanker yang sudah terbentuk.

Sejumlah studi menyatakan bahwa flavonoid spinach bukan saja berperan sebagai antioksidan, namun juga sebagai antikanker. Flavonoid spinach memiliki kemampuan sebagai anti mutagenik. Dengan kemampuan ini, sel sehat yang terpapar radikal bebas tidak berubah menjadi sel kanker. Selain itu, flavonoid tersebut juga memiliki kemampuan untuk menghambat perkembangan sel kanker. Sebuah studi pada binatang percobaan menyebutkan bahwa flavonoid pada spinach efektif untuk menghambat pembelahan sel kanker kulit (skin p.ipilomas) dan kanker perut (gastric adenocarcinomas).

Masih ada mekanisme lain yang mampu dilakukan spinach untuk menghadapi kanker, yakni mencegah terjadinya inflamasi. Inflamasi merupakan faktor awal yang mendorong perubahan sel normal menjadi sel “cacat” yang kita namakan kanker. Bioaktif yang memiliki kemampuan sebagai antiinflamasi adalah epoxyxanthofil.

Berbagai penelitian menyebutkan bahwa bioaktif spinach mampu mencegah serta menghambat beberapa jenis kanker antara lain kanker payudara, kanker kulit, kanker prostat, kanker perut, dan kanker ovarium. Kemampuannya dalam mencegah tumor prostat sangat efektif. Sebuah penelitian membuktikan bahwa spinach memiliki kemampuan untuk menurunkan skor Gleason (hasil laboratorium yang menunjukkan tingkat perkembangan tumor) tumor stadium III dan IV ke angka 7. Bioaktif mana yang memiliki kinerja kuat belum sepenuhnya diketahui. Para ahli meyakini bahwa karotenoid (neoxanthin dan epoxixanthin) serta epoxyxanthofil merupakan antikanker berkemampuan hebat yang mampu menekan perkembangan sel tumor ke arah progresif.

Pelindung jantung yang andal

Gemar mengonsumsi spinach sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung. Spinach kaya asam folat yang bermanfaat untuk meningkatkan kinerja otot jantung. Selain itu, efek antioksidan yang dimilikinya tentu saja sangat membantu menjaga jantung dari paparan radikal bebas menyebabkan peradangan yang pada gilirannya dapat memicu terjadinya serangan jantung.

Asam alfa lipoic yang terdapat pada spinach memiliki kekuatan antioksidan andal sehingga mampu mereduksi berbagai macam radikal bebas terutama radikal bebas lemak atau senyawa reaktif yang larut dalam lemak. Asam alfa lipoic memiliki kemampuan yang sangat baik untuk mencegah stres oksidatif pada jaringan. Selain itu juga bermanfaat untuk meningkatkan laju metabolisme yang memiliki peran sangat menguntungkan untuk menjaga kesehatan jantung kita.

Efek perlindungan terhadap jantung juga disebabkan oleh lutein yang banyak terdapat pada spinach. Karotenoid yang tidak memiliki efektivitas sebagai vitamin A ini dapat meningkatkan apolipoprotein E (Apo E) yang bermanfaat untuk mencegah aterosklerosis. Studi yang dilakukan James Dweyer dari Prevention Medicin Universitas of Sothern California menyatakan bahwa defisiensi Apo E berkorelasi positif dengan peningkatakan kadar kolesterol dan trigliserida darah. Peningkatan kadar lemak darah yang tidak terkendali didukung peradangan menjadi salah satu faktor pemicu meningkatkan risiko aterosklerosis.

Spinach mengandung alfa lipoic acid yang cukup tinggi. Antioksidan yang memiliki kinerja dua arah ini memiliki manfaat penting dalam mereduksi radikal bebas yang berpotensi merusak pembuluh kapiler jantung serta jaringan jantung. Dalam beraktivitas, alfa lipoic acid melindungi jaringan yang terlindung air dan terlindung lemak secara bersama-sama, maka memberi makna positif terhadap kesehatan jantung.

Konsumsi spinach secara rutin akan menambah pasokan nutrisi penting yang diperlukan untuk menjaga kesehatan jantung. Spinach banyak mengandung vitamin K yang sangat penting artinya untuk aktivitas otot jantung dan menjaga permiabilitas membran sel jaringan jantung. Mengonsumsi spinach dalam jumlah memadai juga memasok Co Q10 bagi jantung kita. Koenzim ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kekuatan otot jantung. Selain itu, kecukupan kadar Co Q10 akan berdampak positif bagi penurunan kadar kolesterol dan trigliserida darah yang tentunya turut membantu meningkatkan kesehatan jantung kita.

Secara alami, lever kita mampu menghasilkan sendiri Co Q10, namun karena beberapa sebab, maka kemampuan tersebut menurun. Beberapa studi klinis membuktikan bahwa konsumsi obat penurun kolesterol oleh penderita hiperkolesterolemia secara nyata menurunkan kemampuan lever untuk menghasilkan koenzim yang sangat penting ini. Karena itulah, pasokan koenzim ini dari makanan sangat bermanfaat untuk mengatasi keterbatasan tubuh untuk menghasilkan senyawa penting untuk makanan jantung ini.

Spinach juga memiliki kandungan asam folat yang sangat tinggi. Asam folat adalah vitamin B kompleks yang sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kenaikan homosistein. Kadar homosistein yang tinggi merupakan faktor pemicu serangan jantung. Penelitian dari Universitas Pittburg menyebutkan bahwa pasokan vitamin B6, B9 (folat), dan B12 memiliki arti penting untuk mencegah terjadinya lonjakan kadar homosistein. Studi lain yang dimuat dalam jurnal Curret Drug Metabolism menyebutkan bahwa lutein dan betain yang terdapat pada spinach terbukti mampu menurunkan kadar homosistein dalam darah. Kenaikan kadar homosistein berisiko memicu serangan jantung.

Vitamin C, karotenoid, flavonoid, seng dan selenium yang terdapat pada spinach saling mendukung untuk menjalankan fungsinya sebagai antioksidan dalam rangka mencegah terjadinya stres oksidatif – pemicu aterosklerosis. Sejumlah studi menyebutkan bahwa konsumsi spinach secara rutin dapat menurunkan kerentanan pembuluh darah kita dari berbagai persoalan yang terkait dengan stres oksidatif. Perlindungan pembuluh darah yang memadai sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya PJK.

Keuntungan lain yang kita peroleh dari spinach adalah kemampuannya untuk menurunkan tekanan darah. Sejumlah peptida yang terdapat pada spinach mampu menghambat aktivitas enzim Angiostesin I-converting Enzym yang mengendalikan faktor pemicu kenaikan tekanan darah. Seperti kita ketahui, tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko yang mendorong terjadinya serangan jantung.

Mengonsumsi spinach dalam jumlah memadai turut membantu meningkatkan kekuatan otot jantung.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: