Manfaat Seledri Sebagai Sumber Antioksidan

January 5, 2013

seledri

Seledri dapat Anda jadikan sebagai salah satu sumber antioksidan. Meskipun hanya dikonsumsi dalam jumlah sedikit, konsumsi seledri cukup berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan tubuh akan antioksidan eksogen.

Seperti halnya sayuran hijau lainnya, seledri diperkaya dengan pigmen alami berupa klorofil, beta-karoten, dan lutein yang berfungsi sebagai antioksidan. Dari ketiga pigmen tersebut, lutein merupakan pigmen yang paling dominan. Setiap 100 gram seledri terdapat 10.2 mg lutein. Jumlah yang cukup besar jika dibanding dengan jagung kuning (0.9 mg), kubis brussel (1.3 mg), selada romaine (5.7 mg), brokoli (1.9 mg), okra (6.8 mg), serta sawi hijau (9.9 mg).

Seledri juga dapat mencegah kanker

Sayuran yang aromatis ini sangat kaya dengan senyawa aromatis monoterpen yang terdiri atas 3-butylptalide, sedanolide, beta-selin, dan caumarin yang merupakan anti radikal bebas karsiogenik. Fitokimia tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan aktivitas sel darah putih dalam memerangi polutan yang berpotensi sebagai radikal karsinogenik. Uji laboratorium membuktikan bahwa bioaktif karsinogenik tersebut dapat mencegah kanker payudara.

Bioaktif lain pada seledri yang memiliki kemampuan sebagai antikanker adalah apigenin. Dalam studinya, Mehmet Turketin, dkk., (2011) menyimpulkan bahwa apigenin memiliki kemampuan melakukan apoptosis sel kanker kolon (HT29).

Seledri yang kaya karotenoid khususnya lutein merupakan antioksidan yang patut kita pilih. Seperti kita ketahui, berbagai macam karotenoid memiliki efektivitas yang sangat baik dalam mereduksi pengaruh radikal bebas yang mengacau DNA kita. Kandungan karotenoid yang tinggi di dalam tubuh sangat bermanfaat untuk mengatasi penyimpangan genetika yang memicu kanker. Efektivitasnya dalam mencegah kanker semakin meningkat karena seledri juga mengandung acetylenic yang memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan sel tumor.

Sehatkan pembuluh darah

Seledri memiliki kemampuan yang sangat baik untuk menurunkan tekanan darah. Senyawa aktif pthalides yang dimilikinya terbukti ampuh untuk meningkatkan relaksasi pembuluh darah yang pada gilirannya dapat meningkatkan sirkulasi darah.

Peneliti dari bagian farmakologi Universitas Chicago mengatakan bahwa konsumsi seledri secara rutin selama seminggu dapat menurunkan tekanan darah sistolik hingga 12%. Penurunan tekanan darah juga dipengaruhi oleh kalium yang banyak terdapat pada seledri. Peningkatan rasio antara kalium dan natrium mendongkrak elektrolit darah sehingga tekanan darah menurun.

Sejumlah karotenoid yang terdapat pada seledri merupakan sumber antioksidan yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan pembuluh darah. Melalui berbagai mekanisme yang mampu dilakukannya, karotenoid-karotenoid dari seledri akan melindungi pembuluh darah dari kerusakan yang disebabkan oleh peroksida lipid.

Bagi perokok yang memasok radikal bebas ke dalam tubuh, konsumsi seledri sangat membantu mereka membersihkan tubuhnya dari radikal bebas yang terbawa oleh rokok. Radikal bebas dari tembakau yang dibakar merupakan salah satu penyebab gangguan pembuluh darah karena meningkatkan kelengketan platelet dan menurunkan permiabilitas dinding pembuluh darah. Hal itulah yang menjadi alasan mengapa perokok rawan terserang penyakit kardiovaskular.

Seledri banyak mengandung fitosterol. Berbagai studi menjelaskan bahwa sterol alami ini sangat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol darah. Kolesterol adalah lemak darah yang memiliki berbagai manfaat bagi tubuh kita, namun di sisi lain juga membahayakan kesehatan kita. Kadar kolesterol darah yang terlalu tinggi merupakan persoalan yang tidak boleh kita sepelekan. Kolesterol darah yang tinggi merupakan salah satu sebab pemicu penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: