Manfaat Selada Air Sebagai Sumber Antioksidan

December 30, 2012

selada air

Di Indonesia selada air bukan termasuk sayuran yang populer. Meskipun hanya sayuran murah, namun ternyata selada air sarat dengan berbagai keunggulan, antara lain sebagai antioksidan, antialergi, dan antikanker. Efektivitasnya sebagai antioksidan didukung oleh tingginya kandungan zat-zat yang berkhasiat sebagai antioksidan yang dimilikinya.

Selada air termasuk sumber antioksidan unggul yang memiliki nilai ORAC sebesar 2200. Nilai ORAC yang sangat tinggi tersebut dipengaruhi oleh tingginya kadar vitamin A dan vitamin C yang dimilikinya serta didukung oleh sejumlah pigmen serta fitokimia yang sangat beragam jenisnya. Pigmen yang terdapat pada selada air adalah klorofil, beta-karoten, dan lutein. Sedangkan fitokimia yang dimilikinya berupa penithyl isothiocyanate (PEITC), sulfanofram dan Indole-3 C. Secara sinergis, seluruh bioaktif antioksidan tersebut memberi perlindungan kepada sitoplasma dan sel dari serangan radikal bebas, baik yang bertekanan rendah ataupun bertekanan tinggi.

Cegah kanker dengan selada air

Selada air sangat bermanfaat jika dikonsumsi oleh penggemar makanan hewani. Dalam aktivitasnya, PEITC akan mereduksi nitrosamin yang terdapat pada daging olahan yang dapat menyebabkan beberapa jenis kanker lainnya. Dalam penelitiannya, Stephen Hect dari Universitas Minnesota di Nebraska mengatakan bahwa asupan PEITC yang memadai akan menghindari seseorang dari kanker paru-paru dan tumor pada tenggorokan.

Selada air juga merupakan sayuran yang baik bagi perokok. Di dalam rokok terdapat ratusan senyawa radikal bebas yang sulit diatasi. Salah satu antioksidan yang mampu meminimalisirnya adalah PEITC yang dapat kita peroleh dari selada air. Fitokimia ini akan menghentikan reaksi berantai racun rokok terutama PAH yang menyebabkan kerentanan DNA sehingga memicu terjadinya kanker paru-paru.

Untuk menyelamatkan usus Anda dari bahaya kanker, selada air adalah menu yang tepat untuk Anda pilih. Selain karena memiliki bioaktif antikanker tersebut, sayuran yang renyah ini juga memiliki kandungan serat yang sangat tinggi. Serat pangan adalah pre-biotik untuk mendukung kehidupan flora usus. Konsumsi serat yang memadai akan mendukung kehidupan Lactobacillus dan Bifidobacteria di dalam usus. Kedua bakteri baik ini membantu menyempurnakan proses pencernaan makanan sehingga memperkecil penumpukan sisa pencernaan di usus besar yang berpotensi sebagai sumber kanker usus.

Source : dari berbagai sumber

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Comment

Previous post:

Next post: