Manfaat Pisang Sebagai Sumber Antioksidan

February 24, 2013

manfaat pisang

Buah pisang sangat populer karena terkenal dengan kandungan nutrisinya yang cukup lengkap dan kandungan kalium yang unggul di antara semua buah lainnya. Meskipun memiliki kandungan nutrisi yang tergolong hebat, pisang bukan sumber antioksidan yang unggul.

Skor ORAC pada buah pisang secara umum adalah sebesar 221. Nilai tersebut disumbang oleh zat antioksidan yang terdiri atas karotenoid (alfa dan beta-karoten), quercetin, dan rutin. Kadar bioaktif tersebut relatif rendah sehingga kapasitas menghalau radikal bebas yang mampu dilakukannya juga relatif lemah.

Meskipun bukan merupakan antioksidan unggul, Anda tetap mendapatkan beragam manfaat lain saat mengonsumsi pisang. Buah pisang banyak mengandung vitamin B6, B9 (folat), serta sejumlah mineral penting terutama kalium dan magnesium yang sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung.

Pisang juga banyak mengandung serat pangan (FOS: Fructo Oligosacharide) yang sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan saluran cerna. Keberadaannya akan membantu menghidupkan flora usus agar suasana usus menjadi alkali — kondisi yang sesuai untuk penyerapan berbagai macam mineral di tahap akhir proses pencernaan.

Sering makan pisang membuat jantung sehat

Pisang mengandung banyak serat larut dalam air yang sangat bermanfaat untuk menurunkan kadar lemak darah. Sebuah studi menyebutkan bahwa asupan serat harian sebanyak 21 g/hari dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 11% dan penyakit jantung koroner sebesar 12%.

Keberadaan serat pangan yang memadai dapat menurunkan kadar kolesterol LDL yang tidak kita harapkan. Penurunan kolesterol darah menjadi semakin berarti karena pisang mengandung antioksidan yang mampu menghalangi oksidasi lipid yang menyebabkan pembuluh darah jantung rusak. Penurunan kadar kolesterol ke level aman memang menguntungkan bagi kesehatan pembuluh darah, namun eleminasi peroksida lipid jauh lebih bermakna. Lipid yang teroksidasi bereaksi sangat reaktif dalam merusak pembuluh darah sehingga memperbesar risiko serangan jantung.

Pisang merupakan buah dengan rasio kalium dan natrium yang relatif tinggi, yakni 467: 1. Termasuk sumber kalium yang sangat unggul. Kecukupan kalium sangat diperlukan bagi para penderita penyakit kardiovaskular dan jantung koroner. Mineral makro ini diperlukan untuk mengontrol tekanan darah. Kenaikan tekanan darah merupakan kejadian buruk yang tidak diinginkan bagi penderita hipertensi dan PJK.

Dengan mengonsumsi pisang, kita telah menambah pasokan vitamin B6 ke dalam tubuh. Kelompok vitamin B kompleks ini sangat diperlukan untuk kinerja jantung kita. Kecukupan vitamin B6 bermanfaat untuk menyehatkan otot jantung. Pisang juga mengandung asam folat yang cukup banyak. Asam folat adalah vitamin B kompleks yang diperlukan untuk mencegah kenaikan level homosistein. Kadar homosistein yang tinggi merupakan faktor yang patut menjadi terdakwa penyebab PJK.

Buah pisang (khususnya yang belum terlalu matang) mengandung lemak esensial rantai pendek (Shorth chain fatty acid: SCFA) yang sangat mendukung serapan kalsium. Kecukupan kalsium sangat dibutuhkan untuk mendapatkan jantung sehat. Unsur makro ini bermanfaat untuk menggiatkan kinerja jantung sehingga risiko serangan jantung dapat diminimalisir.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: