Manfaat Oat Untuk Kesehatan

December 14, 2012

manfaat oat

Oat termasuk salah satu makanan pokok sumber karbohidrat. Berbeda dengan jenis serialia lain, oat tidak mengalami pemurnian (refine) sehingga manfaat alami dari oat tetap dipertahankan. Dibandingkan dengan jenis sereal lain, oat mengandung lebih banyak asam lenoleat, vitamin B dan vitamin E di samping kadar serat larut yang tinggi.

Di masyarakat negara maju seperti Amerika dan negara-negara Eropa, oat bran sudah lama dikenal sebagai makanan penurun kolesterol. Sejumlah penelitian telah membuktikan khasiat oat bran. Salah satu hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang secara teratur mengkonsumsi oat bran sebanyak 50 gram setiap hari memperlihatkan hasil penurunan kadar total kolesterol darah sebesar 19% dan penurunan kadar LDL kolesterol sebesar 23%. Kemampuan oat menurunkan kadar kolesterol terletak pada kandungan serat larut yang tinggi yaitu sekitar 14%. Tabel berikut ini memuat kandungan zat gizi dalam setiap 100 gram oat.

Kandungan zat gizi dalam tiap 100 gram oat :

– Energi (Kal) 320
– Riboflavin (mcg) 1,3
– Serat tak larut (g) 3,8
– Serat larut (g) 14,0
– Vitamin B1 (mcg) 5,7
– Asam folat (mcg) 0,2

Manfaat oat untuk mengatasi berbagai penyakit

• Penurunan kolesterol darah.

Penelitian terhadap sekelompok penderita hiperkolesterol yang sedang menjalani diet rendah lemak dan jika dalam diet mereka ditambahkan oatmeal sebanyak 35 – 45 gram setiap hari, akan menurunkan kadar kolesterol total 3% lebih besar dan penurunan LDL sebanyak 14% setelah 8 minggu. Dari penelitian lain diperoleh hasil yang sama, dan khasiat yang paling baik terutama bagi penderita yang kenaikan kolesterolnya tidak terlalu tinggi.

• Memulihkan fungsi syaraf dan penenang.

Khasiat oat untuk memulihkan fungsi sistim syaraf serta sebagai penenang telah dikenal masyarakat di negara-negara barat secara tradisional. Pemberian diet oat untuk menyembuhkan gejala gangguan syaraf yang timbul akibat berhenti merokok pada 26 perokok berat ternyata dapat mempercepat proses penyembuhan dibanding mereka yang tidak diberi diet oat.

• Memperlambat kenaikan dan penurunan gula darah.

Kadar serat larut yang tinggi dalam oat menyebabkan pencernaan makanan berlangsung lebih lambat sehingga penyerapan glukose dan masuknya glukose yang berasal dari pencernaan makanan kedalam darah juga menjadi lebih lambat. Hal ini menyebabkan kenaikan dan penurunan gula darah berlangsung lebih lambat dan keadaan itu sangat menguntungkan untuk mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes niellitus. Karena itu oat sangat dianjurkan untuk dijadikan pengganti nasi atau roti bagi penderita diabetes mellitus.

• Mencegah gluten intoleransi.

Gluten adalah sejenis protein yang terdapat dalam beberapa jenis sereal seperti gandum, barley. Gluten intoleransi adalah penyakit yang dikarenakan oleh tubuh terlalu peka terhadap adanya gluten dalam makanan. Penyakit itu disebut penyakit coeliacs atau juga disebut gluten entropathy. Oat tidak mengandung gluten. Percobaan yang dilakukan di Finlandia dengan memberikan diet oat kepada 92 penderita penyakit coeliacs yang harus pantang gluten, ternyata tidak menimbulkan reaksi apapun, sehingga gluten sangat dianjurkan untuk digunakan sebagai makanan pengganti roti gandum atau roti barley bagi penderita gluten intoleransi.

Perhatian: Konsumsi oat secara teratur setiap hari sebanyak 50 gram tidak dianjurkan, karena kandungan asam fitat yang tinggi dalam oat akan menghambat penyerapan kapur (Calsium), zat besi (Fe), seng (Zn) yang berasal dari bahan pangan yang lain.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: