Manfaat Markisa Sebagai Sumber Antioksidan

February 16, 2013

markisa

Markisa adalah buah tropis eksotis yang memiliki kemampuan andal sebagai antioksidan. Ada dua komponen penting yang membuat buah yang mendapat julukan passion fruit ini layak disebut sebagai antioksidan unggul. Komponen antioksidan tersebut berupa vitamin C dan karotenoid.

Kandungan vitamin C buah markisa masuk kategori sangat tinggi dibanding buah-buahan lain. Setiap 100 gram daging buang markisa mengandung vitamin C sebanyak 18.2 mg. Seperti kita ketahui, vitamin C merupakan antioksidan eksogen yang memiliki kemampuan luas.

Kekuatan antioksidan markisa sangat dipengaruhi oleh karotenoid yang dimilikinya. Ada beberapa macam karotenoid terdapat pada buah markisa, namun yang dominan adalah beta-karoten, scopoletin, dan theobromine. Kerja sama yang baik dari seluruh karotenoid tersebut mampu menghalau lemak teroksidasi dan radikal bebas larut dalam lemak. Dalam sejumlah laporan penelitian disebutkan bahwa asupan makanan kaya karotenoid sangat membantu meningkatkan imunitas tubuh dari serangan radikal bebas.

Vitamin C dan karotenoid markisa saling mendukung dalam melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh gugus hidroksil. Dalam menjalankan aktivitasnya, vitamin C memberi perlindungan secara menyeluruh terhadap sitoplasma dan mitokondria dari serangan radikal bebas yang larut dalam air. Jika bergabung dengan vitamin E dan karotenoid, maka vitamin C juga dapat memberi perlindungan terhadap radikal bebas yang larut dalam lemak. Dengan demikian, efek perlindungan yang dilakukannya menjadi semakin menyeluruh.

Markisa efektif mencegah stroke

Konsumsi markisa akan memberi perlindungan terhadap otak. Pasokan vitamin C, berbagai karotenoid dan polifenol yang dimilikinya mampu melindungi jaringan otak dari paparan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan jaringan otak. Berbagai antioksidan yang dimiliknya juga mencegah oksidasi lipid yang merusak pembuluh darah hingga menyebabkan aterosklerosis. Aterosklerosis merupakan faktor pemicu stroke yang paling banyak terjadi.

Antikanker yang andal

Pasiflorin, beta-karoten, dan saponin pada markisa merupakan antikanker yang hebat. Senyawa aktif tersebut sangat ampuh untuk mencegah dampak buruk radikal karsinogenik benzo (alpha) pyrene penyebab kanker saluran napas, dan kanker tenggorokan.

Tak hanya mencegah kanker, antioksidan dari pasiflora juga mampu menghambat penyebaran kanker. Sebuah studi menyatakan bahwa monoterpen yang dikandungnya efektif mencegah inisiasi kanker kolon. Efektivitasnya sebagai antioksidan sekaligus antikanker didukung oleh saponin yang banyak terdapat pada buah yang akrab disebut passion fruit ini.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: