Manfaat Labu Parang Sebagai Sumber Antioksidan

December 23, 2012

labu parang

Labu parang atau waluh merupakan sayuran berbuah besar yang dikenal seluruh masyarakat dunia. Labu parang kaya karbohidrat kompleks sehingga dapat pula dijadikan sebagai makanan pokok.

Komponen nutrisi yang menonjol dari labu parang adalah beta-karoten yang dikenal luas sebagai antioksidan sekunder. Meskipun tidak sebanyak kandungan beta-karoten pada wortel, keberadaan beta-karoten pada labu parang telah mengangkat namanya sebagai sumber antioksidan yang pantas untuk kita pilih. Nilai ORAC labu parang sebesar 404.

Labu parang merupakan antioksidan karsinogenik

Kekuatan karotenoid labu parang sesungguhnya lebih ditentukan oleh alfa-karoten daripada beta-karotennya. Alfa-karoten memiliki efektivitas yang lebih unggul dibanding beta-karoten terutama dalam memerangi radikal bebas yang berpotensi sebagai pemicu kanker.

Michiaki Murakoshi Jepang menyebutkan, alfa-karoten memiliki efektivitas lebih unggul dibanding beta-karoten dalam mencegah proliferasi kanker paru, hati, dan kulit pada tikus percobaan. Studi lain yang dilakukan oleh Loic Le Marchand dari Universitas Hawaii menyebutkan bahwa alfa-karoten, beta-karoten, dan sejumlah kecil lutein yang terdapat pada labu parang bekerja sama dengan baik dalam memerangi kanker paru-paru yang dialami wanita. Kanker paru-paru adalah kanker yang umumnya disebabkan racun oksidan eksogen berupa PAH yang berasal dari rokok.

Dalam mencegah oksidasi molekul reaktif yang akan merusak tubuh, beta-karoten dalam labu parang tidak bekerja sendirian melainkan dibantu oleh pigmen lainnya, yakni lutein dan zeaxanthin. Aktivitas antioksidan yang dimiliki semakin hebat karena labu parang banyak mengandung fitokimia yang memiliki aktivitas biologis sebagai antioksidan, yakni lignan, glutamic acid, dan ferulic acid.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: