Manfaat Kunyit Sebagai Sumber Antioksidan

March 14, 2013

kunyit

Zat aktif pada kunyit yang memiliki efektivitas sebagai antioksidan adalah kurkumin. Pigmen alami berwarna kuning ini memiliki kemampuan yang sangat baik dalam melindungi tubuh dari radikal bebas yang sangat baik terutama radikal bebas berupa lemak buruk dan senyawa yang larut dalam lemak.

Berbagai radikal bebas dapat direduksi dampak buruknya oleh bioaktif curcumin yang terdapat pada kunyit. Penelitian dalam tabung reaksi menunjukkan bahwa curcumin efektif sebagai seravenger terhadap ROS dan nitrit oksida.

Cegah kanker dengan kunyit

Kurkumin pada kunyit merupakan antioksidan karsinogenik yang sangat andal. Senyawa aktif utama yang terdapat pada kunyit tersebut berkhasiat sebagai antikanker. Dalam mencegah kanker, kurkumin memiliki beberapa macam aktivitas sebagai berikut:

• Menetralkan radikal bebas yang berpotensi merusak DNA.
• Mencegah mutagenik pada perokok yang dapat menyebabkan terjadinya kanker.
• Meningkatkan aktivitas enzim fase ke-2 dengan cara mengaktifkan kinerja glutathionee S- transferase.
• Menghentikan pre-kanker dan menekan pengaruh enzim yang terjadi pada saat kanker berkembang.
• Menghambat aktivitas enzim pro-inflamasi dengan cara meningkatkan kinerja glutathione.

Efektivitas kurkumin paling nyata pengaruhnya pada saluran cerna, maka bioaktif ini bermanfaat untuk mereduksi senyawa karsinogenik yang berada di dalam saluran cerna. Sebuah studi menyatakan bahwa konsumsi 3.6 g kunyit per hari efektif menurunkan stres oksidatif DNA pada kanker usus besar. Studi lain yang dilakukan oleh Hong JH (2004) menunjukkan, uji in vitro terhadap kanker prostat membuktikan kemampuan kurkumin yang andal dalam menghambat perkembangan sel kanker tersebut. Peneliti lain menyebutkan bahwa kurkumin efektif menghambat perkembangan sel carcinoma pada larynx melalui aktivitas MMP saat terjadi proliferasi.

Meskipun efektif mencegah bahkan memusnahkan (apoptosis) sel kanker, kunyit tidak boleh dikonsumsi oleh pasien yang sedang menjalani kemoterapi. Studi klinis menyebutkan bahwa konsumsi kunyit bersamaan dengan kemoterapi dapat menghambat efektivitas obat kemoterapi camptochetin, mechlorethamine, dan doxorubicin.

Kunyit baik untuk dikonsumsi penderita hiperkolesterolemia

Penurunan kolesterol hingga mencapai level sehat diikuti dengan pengenceran darah dapat mencegah terjadinya gangguan kardiovaskular yang tidak diharapkan. Salah satu bahan alami yang memiliki kedua khasiat tersebut adalah kunyit.

Kadar kolesterol tinggi menjadi persoalan jika kolesterol darah mengalami oksidasi. Aterosklerosis terjadi saat kolesterol LDL teroksidasi hingga berubah menjadi radikal bebas yang merusak dinding pembuluh arteri. Sejumlah studi menyebutkan adanya kemampuan antiinflamasi yang tangguh dari kurkumin. Efek antiinflamasi dipengaruhi oleh kinerja bioaktif ini dalam mereduksi dampak buruk radikal bebas dengan cara meningkatkan sintesis antioksidan alami glutathionee peroksidase. Selain itu, kurkumin juga efektif mencegah molekul eicosanoid yang memicu terjadinya peradangan. Pencegahan peradangan merupakan upaya dini untuk meminimalisir risiko aterosklerosis.

Persoalan lainnya yang dihadapi penderita hiperkolesterolemia adalah meningkatnya aktivitas penggumpalan darah yang berpotensi menyumbat pembuluh darah jantung serta otak. Lebih dari sepuluh studi berhasil membuktikan efektivitas kurkuminoid dalam melindungi pembuluh arteri dari aterosklerosis. Ada tiga mekanisme yang mampu dilakukannya, yakni sebagai anti-koagulan yang efektif mencegah penggumpalan darah, mencegah oksidasi kolesterol-LDL, dan menghambat pembentukan plak.

Radang sendi berkurang berkat kunyit

Paparan radikal bebas yang tidak tertangani oleh antioksidan diikuti inflamasi merupakan pemicu kekambuhan radang sendi. Beberapa studi berhasil membuktikan bahwa kurkumin efektif mereduksi radikal bebas penyebab autoimun yang memicu terjadinya radang sendi. Sebuah studi bahkan menyatakan bahwa kurkumin memiliki efektivitas yang sangat baik dalam membantu penyembuhan reumathoid arthritis—salah satu radang sendi yang umum dialami para manula. Konsumsi 1.200 g kunyit per hari selama dua minggu berturut-turut memberi efek penyembuhan yang setara dengan obat antiinilamasi NSAID pcnilbutazol sebanyak 300 mg per hari.

Radikal bebas perusak otak dapat disingkirkan oleh kunyit

Beberapa macam radikal bebas lincah menembus pelindung selaput otak, terutama lemak trans yang membawa sejumlah logam.

Beberapa macam senyawa aditif yang ditambahkan pada makanan modern juga memiliki efek perusak yang sama. Untuk itu diperlukan antioksidan tangguh untuk menyelamatkan otak dari bahaya radikal bebas. Salah satu bioaktif yang mampu melindungi otak dari paparan darikal bebas adalah kurkuminoid dari rimpang kunyit.

Baum L, (2008) menyatakan bahwa kurkumin mampu mencegah pembentukan beta-amiloid pada otak yang terpapar oleh radikal bebas. Bukan sekadar melindungi jaringan otak dari paparan radikal bebas, kurkuminod mampu pula melindungi saraf dari kerusakan oleh beberapa faktor termasuk radikal bebas. Seperti dikemukakan oleh Pan Lin, dkk., (2008), kurkumin bersifat neuroprotektif. Dalam percobaannya terhadap mencit, injeksi kurkumin terbukti dapat melindungi saraf sekaligus menjaga kestabilan memorinya.

Kunyit lebih efektif jika dikombinasikan dengan bahan aktif lain

Penggunaan kunyit sebagai sumber antioksidan sangat fleksibel. Rimpang tropis ini sering digunakan sebagai rempah dapur untuk berbagai macam masakan. Jika kita kombinasikan dengan rempah dapur lain yang berkhasiat sebagai antioksidan, maka kapasitas antioksidan yang dimilikinya semakin meningkat.

Kunyit serasi dipadukan dengan bawang merah, bawang putih, bawang bombay, dan cabai yang juga memiliki potensi sebagai antioksidan. Kunyit dapat melezatkan berbagai macam sayuran yang berkhasiat sebagai antioksidan. Anda memiliki keleluasaan untuk memadukan aneka jenis sayuran sumber antioksidan dengan kunyit dan berbagai rempah dapur sebagai bumbunya. Kari kubis-kubisan merupakan menu lezat yang kaya antioksidan. Masih banyak menu lezat lain yang dapat Anda jadikan sebagai pemasok antioksidan sekunder dalam menu harian Anda.

Source : dari berbagai sumber

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Comment

Previous post:

Next post: