Manfaat Kubis Merah Untuk Kesehatan

March 28, 2015

kubis merah

Kubis mungkin merupakan salah satu jenis sayuran yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masih banyak yang belum mengetahui bahwa sayuran ini memiliki jenis lain dengan warna berbeda yang sering disebut sebagai kubis merah.

Kaya Antioksidan

Saat menghidangkan sayuran atau salad, mata kita akan segera tertuju pada warna berbeda dari kubis merah. Perbedaan warna tersebut sebenarnya menunjukkan perbedaan kandungan senyawa pemberi warna alami (pigmen) pada buah dan sayur. Pada kubis merah, warna merah keunguan menunjukkan sayuran tersebut banyak mengandung antosianin, senyawa alami yang juga merupakan antioksidan. Berbagai manfaat antioksidan sendiri tentu telah banyak kita ketahui, diantaranya sebagai zat yang melawan radikal bebas penyebab berbagai penyakit degeneratif seperti kanker. Antioksidan juga dikenal sebagai zat anti penyakit karena berperan aktif dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Disebutkan dalam laman whfood.com selain kaya antioksidan, kubis merah mengandung cukup banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh seperti karbohidrat, protein tanpa lemak, gula alami, serta memiliki kandungan air dan serat yang cukup tinggi sehingga bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Satu lagi keunikan sayuran yang memiliki daun berwarna merah ungu ini adalah dapat dijadikan indikator alami untuk mengetahui derajat keasaman atau kebasaan suatu larutan. Saat dimasak, kubis merah pun biasanya akan berubah menjadi biru, namun jika anda menghendaki warnanya tetap merah segar, maka dapat ditambahkan cuka atau sari buah masam seperti lemon.

Manfaat Kubis Merah

Berbagai kandungan nutrisi dalam kubis merah memang sangat berguna dan bermanfaat bagi kesehatan. Tidak heran jika sayuran yang satu ini dijuluki sebagai salah satu makanan sehat di dunia. Salah satu yang menjadi sorotan utama dalam kubis merah adalah senyawa flavonoid, antosianin, yang memiliki efek antioksidan dua kali lipat dibandingkan vitamin C. Selain itu menurut penelitian dalam jurnal Bio Medicol Center (BMC) Cancer (2010) kubis merah juga mengandung senyawa glukosinolat yang memilik efek anti kanker yang berguna dalam perawatan berbagai kanker seperti kanker kandung kemih, kanker payudara, kanker kolon, serta kanker prostat.

Selain manfaatnya sebagai ‘anti kanker’, kubis merah juga memiliki berbagai manfaat lain. Sebuah penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa makanan kaya flavonoid itu dapat menurunkan risiko dari penyakit jantung serta menurunkan tekanan darah. Satu lagi manfaat kubis merah disinggung dalam jurnal Evldence-Based Complementary and Alternatlve Medicine (2007) bahwa kubis merah merupakan treatment yang cukup efektif untuk diabetes pada ujicoba terhadap tikus, namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengetahui efeknya jika digunakan pada manusia.

Jika dibandingkan dengan kubis putih, kubis merah mengandung 10 kali vitamin A dan dua kali zat besi, serta kandungan antosianin yang lebih tinggi. Dilansir healthyeating.sfgate (2014), kandungan vitamin C dan vitamin A dalam kubis merah dapat mengurangi resiko kanker, diabetes, penyakit mata, tulang keropos (osteoporosis), serangan jantung dan batu ginjal. Sayuran cantik yang sering dijadikan sebagai hiasan makanan serta bahan salad ini juga banyak mengandung vitamin E yang berperan dalam memproduksi antibodi tubuh, meningkatkan metabolisme tubuh dan bermanfaaat bagi kesehatan kulit. Selain itu kandungan sulfur dalam kubis merah berperan dalam mencegah gangguan pencernaan dan sembelit, kalsiumnya membantu menjaga kesehatan tulang, yodiumnya dapat membantu meningkatkan fungsi otak dan sistem saraf agar bekerja dengan baik serta kaliumnya menjaga tekanan darah yang sehat.

Menyimpan Dan Mengolah Kubis Merah

Kubis merah dengan beragam manfaatnya, memang pantas menjadi salah satu sayuran pelengkap dapur anda. Namun untuk lebih memaksimalkan khasiatnya, terdapat seberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih dan menyimpan kubis merah.

• Saat memilih kubis merah, pastikan kepala kubis bulat, utuh, padat, dan terlihat mengkilap. Hindari daun yang layu serta memiliki luka atau memar yang menandakan bahwa daun telah dirusak hama pengganggu seperti cacing atau ulat yang bisa jadi meninggalkan telur atau larva di bagian dalam kubis. Selain itu hindari memilih kubis merah yang telah dipotong karena kandungan vitamin C yang berharga dalam kubis mulai hilang sejak dipotong.

• Cara menyimpan kubis merah adalah menggunakan kantong plastik kering dan taruh di dalam lemari pendingin. Cara ini akan menjaga kerenyahan kubis hingga sekitar 2 minggu. Jika anda ingin menyimpan bagian kubis yang telah dipotong, gunakan plastic wrap dan segera olah atau masak setelah beberapa hari untuk tetap mendapatkan manfaat vitamin C dari kubis merah.

• Sebelum mengolah kubis merah buka setiap lembar daunnya dan cuci dengan air bersih. Untuk mengeluarkan serangga atau ulat dari lembaran daun bagian dalam, dapat dilakukan dengan merendam dalam air garam atau air cuka selama 15 hingga 20 menit sebelum dicuci bersih.

• Setelah dibersihkan dan dipotong, biarkan kubis selama 5 hingga 10 menit untuk membiarkan enzim myrosinase yang berfungsi mengonversi senyawa glukosinolat menjadi senyawa antikanker bekerja optimal.

• Pilih cara masak dengan pengukusan dibandingkan oven, untuk mempertahankan kandungan myrosinase. Namun akan lebih baik lagi jika kubis merah dikonsumsi segar atau sebagai campuran salad.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: