Manfaat Kismis Sebagai Sumber Antioksidan

January 30, 2013

kismis

Kismis adalah buah anggur yang dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 15-18%. Sama seperti buah anggur yang masih segar, kismis juga merupakan sumber antioksidan yang patut kita pilih. Nilai ORAC kismis sebesar 2830.

Zat andal yang berperan sebagai antioksidan pada buah kismis adalah quercetin dan rutin. Selain itu, kismis memiliki kandungan antioksidan berupa polifenolnya yang sangat tinggi. Pengeringan buah anggur segar menjadi kismis meningkatkan aktivitas pembentuk polifenol melalui reaksi enzimatis.

Kismis antioksidan yang baik bagi penderita hiperkolesterolemia

Buah kismis sangat bermanfaat jika dikonsumsi oleh penderita hipekolesterolemia. Kismis banyak mengandung serat yang bermanfaat sebagai pengikat kolesterol darah. Setiap 100 gram kismis terdapat 5,3 gram serat. Serat pangan yang menonjol berupa inulin. Prebiotik ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kinerja usus halus dan sebagai pengikat asam empedu. Pengikatan asam empedu oleh serat merupakan mekanisme alami yang bermanfaat untuk menurunkan kolesterol darah. Asam empedu dihasilkan oleh kolesterol, pengikatan asam empedu mengharuskan tubuh menghasilkan cairan empedu baru yang tidak lain berasal dari kolesterol. Mekanisme inilah yang akhirnya dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Tak hanya bermanfaat untuk menurunkan kolesterol total, kismis juga mengandung cathecin yang mampu mencegah oksidasi LDL. Oksidasi LDL merupakan suatu kejadian buruk yang jika tidak ditanggulangi dapat membahayakan kesehatan pembuluh darah. Seperti kita ketahui, LDL teroksidasi yang menembus pembuluh darah merupakan penyebab aterosklerosis. Selama ini sumber cathecin yang populer adalah teh hijau. Selain itu, kita pun dapat memanfaatkan kismis sebagai pemasok antioksidan unggul tersebut.

Kinerja cathecin dibantu oleh bioaktif lain, yakni fenol (caftaruic dan cautaric acid), proeyanidin dan flavan-3 ol. Antioksidan-antioksidan tersebut tidak saja mencegah pembentukan peroksida lipid, namun juga mencegah penggumpalan darah. Darah yang cenderung menggumpal lebih berbahaya daripada tingginya kadar LDL yang dikhawatirkan oleh penderita hiperkolesterolemia.

Dapatkan tulang kuat dengan rutin mengonsumsi kismis

Radikal bebas menggerus matrik tulang sehingga tulang mudah keropos. Untuk memperlambat pengeroposan tulang, tubuh memerlukan antioksidan untuk melindunginya.

Berbagai studi menjelankan bahwa pilifenol memiliki efektivitas yang sangat baik dalam melindungi tulang dari paparan radikal bebas. Lebih dari selusin studi menyatakan bahwa konsumsi makanan yang kaya polifenol dapat menjaga kekuatan tulang saat terpapar oleh radikal bebas.

Ada berbagai macam radikal bebas yang menyusutkan atau merenggangkan molekul penyusun tulang. Salah satunya adalah lemak trans. Konsumsi lemak trans yang berlebihan dapat membuat tulang mengalami pengeroposan dini. Proses tersebut dapat dicegah jika tubuh memiliki kapasitas antioksidan yang mampu mereduksi radikal bebas lipid. Antioksidan tersebut salah satunya adalah fenol yang kita peroleh dari kismis.

Penguat tulang lain yang terdapat dalam kismis adalah boron. Unsur mikro ini memiliki dampak positif untuk memperkuat matrik tulang. Keberadaannya diperlukan untuk mengonfersi estrogen dan vitamin D menjadi bentuk aktifnya 17-beta estradiol dan 1.25 – (OH) 2 D3. Mekanisme ini sangat bermanfaat bagi wanita yang memasuki masa menopause di mana penurunan kadar estrogen yang dialaminya menyebabkan osteoclast peka terhadap hormon paratiroid yang menyebabkan tulang rapuh.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: