Manfaat Kesehatan Sambiloto, Tanaman Obat yang Super Pahit

January 18, 2015

sambiloto

Meski rasanya sangat pahit, sambiloto dianggap sebagai salah satu tumbuhan obat sangat penting di Asia. Tanaman obat ini dikenal banyak khasiatnya.

Sambiloto (Andrographis paniculata) merupakan tumbuhan obat asli Indonesia. Penyebarannya terdapat di pulau Jawa dan Sumatera. Tanaman ini juga ditemukan di berbagai negara Asia lainnya seperti India, Filipina, Vietnam dan Malaysia.

Sambiloto banyak ditemukan tumbuh liar di lahan terbuka, kebun, tepi sungai, tanah kosong dan semacamnya. Tumbuhan ini mampu hidup di dataran rendah ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Sambiloto merupakan perdu yang tumbuhnya tidak terlalu tinggi, tidak sampai 1 meter tingginya.

Sambiloto memiliki daun yang kecil-kecil, memanjang, dengan warna hijau tua. Ukuran daunnya lebih besar daripada ukuran jari. Bunga sambiloto berwarna putih dan ungu, muncul dari ujung dan ketiak batang. Buahnya memiliki bentuk seperti bulir padi yang memanjang sampai 1,5 cm. Batangnya disertai banyak cabang berbentuk segi empat dengan nodus yang membesar.

Biangnya Pahit

Hal yang sangat menonjol dari tumbuhan sambiloto adalah kepahitan rasanya. Begitu pahitnya, sampai di berbagai tempat nama yang diberikan untuk tumbuhan ini dikaitkan dengan rasa pahitnya yang luar biasa. Sebagian orang Sunda menyebut nama tumbuhan ini sebagai Ki Pait. Di Malaysia, sambiloto dinamai Hempedu Bumi.

Di India, beberapa nama yang disematkan untuk sambiloto adalah Kalmegh atau Kalamegha yang berarti awan hitam, mahatitta yang berarti super pahit. Dalam bahasa Inggris, salah satu julukan untuk tanaman ini adalah King of Bitter atau si Raja Pahit. Meski pun pahit, sambiloto tetap disukai karena rasa pahitnya setara dengan manfaat yang ditawarkannya.

Sejarah Sambiloto

Tidak diketahui dengan pasti sejak kapan sambiloto digunakan sebagai obat untuk manusia. Secara tradisional, turun temurun, sambiloto digunakan sebagai tanaman obat yang penting di berbagai belahan dunia. Tumbuhan itu telah lama dipakai manusia sebagai obat antibakteri dan antiradang. Beberapa sumber menyebutkan bahwa sambiloto digunakan prajurit Kerajaan Majapahit untuk mengobati luka-luka terbuka di masa perang. Ternyata dengan diobati sambiloto, luka yang dialami lebih cepat kering.

Beberapa situs kesehatan mengutip buku Tanaman Berkhasiat Obat karya Prof. Hembing Wijayakusuma menyebutkan bahwa sambiloto mampu mengobati disentri, diare, influenza, TBC, radang saluran nafas, kudis, luka bakar, kencing manis dan berbagai macam infeksi serta obat demam. Sambiloto juga memiliki kemampuan untuk merusak sel trophoblast dan trophocyt serta berperan pada kondensasi sitoplasma dari sel tumor.

Dalam sistem pengobatan Ayurveda, sambiloto sudah lama digunakan sebagai ramuan pahit yang menyehatkan, antara lain untuk menyehatkan pencernaan, menghilangkan gangguan perut, sebagai penurun demam, dan pencahar alami. Dalam sistem pengobatan China, sambiloto dianggap sebagai tanaman obat dengan sifat pahit dan dingin, dan digunakan untuk menghilangkan panas pada aliran darah terutama di bagian saluran pernapasan, paru-paru, tenggorokan, dan saluran kemih.

Kandungan Kimia Sambiloto

Seperti tanaman obat pada umumnya, ada banyak sekali bahan aktif yang terkandung di dalam sambiloto. Sebagian sudah teridentifikasi dan diketahui manfaatnya, kebanyakan dari golongan laktone dan flavonoid. Salah satu zat yang terkandung di dalam sambiloto adalah andrografolida (andrographolide) dan turunannya yang memberikan rasa pahit. Daun dan percabangannya mengandung laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid (zat pahit), neoandrografolid, 14-deoksi-ll-12-didehidroandrografolid, dan homoandrografolid. Juga terdapat flavonoid, alkane, keton, aldehid, kalium, kalsium, natrium, asam kersik, dan damar. Flavonoid yang banyak terdapat di akar antara lain mengandung polymethoxyflavone, andrografin, panikolin, dan apigenin-7, A-dimethyt eter. Sambiloto juga mengandung alkana, keton, kalium, aldehyde, kalium, natrium, kalsium dan asam kersik.

Berbagai Manfaat Sambiloto

Menurunkan Tekanan Darah

Secara tradisional, sambiloto sudah banyak digunakan sebagai obat tradisional darah tinggi. Jamu pahitan sering dikonsumsi para penderita darah tinggi untuk membantu menurunkan tekanan darahnya. Beberapa penelitian pada skala membuktikan bahwa bahan aktif yang diekstrak dari sambiloto memang memiliki efek menurunkan tekanan darah sekaligus mencegah tekanan darah tinggi. Namun, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui mekanisme kerjanya, bagaimana interaksinya dengan obat-.obat penurun tekanan darah, dan efikasinya bagi manusia penderita tekanan darah tinggi.

Mengatasi Disentri

Sambiloto juga merupakan salah satu obat tradisional yang kerap digunakan untuk penderita disentri. Peneliti di China pernah melakukan uji klinis mengenai efek ekstrak sambiloto terhadap penyakit disentri basilus dan gastroenteritis. Hasil uji Klinis itu menunjukkan bahwa pemberian ekstrak sambiloto membantu menyembuhkan 88,3 persen kasus disentri basiler akut dan 91,3 persen penderita gastroenteritis akut.

Hasil yang sebanding didapatkan pada uji klinis menggunakan bahan aktif andrografolida dan neoandrografolida yang didapatkan dari sambiloto untuk disentri basilus. Hasilnya bahkan dilaporkan lebih baik daripada obat-obatan standar untuk disentri seperti furazolidine dan chloramphenicol.

Penyakit Infeksi

Sambiloto atau bahan atifnya dilaporkan bisa menjadi obat berbagai penyakit infeksi. Seperti leptospirosis, tuberkulosis (TB) paru, TB otak, dan pyelonephritis. Sambiloto juga biasa digunakan untuk mengatasi infeksi saluran kemih bagian atas. Hasil penelitian mendukung hal tersebut, bahwa pemberian tablet yang dibuat dari tanaman sambiloto bisa mengatasi infeksi saluran kemih bagian atas. Penelitian lain menunjukkan bahwa sambiloto juga membantu melawan flu dan mengatasi radang tenggorokan. Ekstrak sambiloto terbukti meredakan beberapa gejala flu dan radang tenggorokan seperti susah tidur, nyeri menelan, dan mengurangi lendir hidung yang berlebih.

Sambiloto Sebagai Obat Luar

Sambiloto ternyata banyak juga digunakan sebagai obat luar. Termasuk untuk mengatsai berbagai gangguan dan infeksi pada kulit, seperti gatal-gatal, koreng dan kudis. Namun bukan hanya itu, sambiloto bisa juga digunakan untuk mengatasi luka terbuka ringan dan luka bakar ringan.

Mengobati Luka

Sambiloto juga dikenal banyak digunakan untuk luka terbuka. Khasiat sambiloto untuk obat luka ini sudah diteliti beberapa ilmuwan. Salah satunya dilakukan oleh al Bayati dan kawan-kawan, yang meneliti efek pemberian sambiloto secara topikal terhadap luka pada tikus. Penelitian dilakukan pada empat kelompok tikus yang dibuat luka. Kelompok pertama mendapatkan plasebo. Kelompok kedua dan ketiga dibalut dengan perban yang diberi larutan ekstrak sambiloto dengan konsentrasi 5% dan 10%. Sedangkan luka tikus pada kelompok 4 diberi perlakuan dengan gel intrasit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luka yang diberi perlakuan ekstrak sambiloto menutup dan pulih lebih cepat dibandingkan dengan plasebo. Dan luka yang diberi perlakuan ekstrak sambiloto 10% dan gel intrasit juga menutup lebih cepat daripada yang diberi perlakuan ekstrak sambiloto 5%.

Obat Jerawat

Para penderita jerawat yang parah terkadang menggunakan daun sambiloto untuk mengatasi jerawat. Caranya dengan mengambil beberapa helai daun sambiloto, lalu dicuci dan dibersihkan. Kemudian dihaluskan hingga lumat, dan lumatannya dibalurkan pada area wajah yang berjerawat. Selain merawat dari luar, daun sambiloto juga digunakan untuk mengobati dan mencegah jerawat dari dalam. Jamu pahitan yang dibuat dari sambiloto diyakini bisa membersihkan darah sehingga mencegah timbulnya jerawat.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: