Manfaat Jeruk Keprok Sebagai Sumber Antioksidan

January 18, 2013

jeruk keprok

Jika Anda kesulitan mencari sumber antioksidan yang nikmat, maka Anda dapat memilih jeruk keprok sebagai pemasok antioksidan bagi tubuh Anda. Buah yang kaya vitamin C ini tentu tidak diragukan lagi efektivitasnya sebagai antioksidan. Nilai ORAC jeruk manis cukup tinggi, yakni berkisar 750.

Jeruk manis merupakan sumber antioksidan yang kaya dengan berbagai macam bioaktif yang memiliki kekuatan sebagai antioksidan. Ada lebih dari 170 macam fitonutrisi dan 60 macam flavonoid pada jeruk keprok. Flavonoid yang paling banyak ditemukan adalah hesperitin, narigin, antosianin, asam hidroksi sinamat, dan berbagai macam polifenol.

Tak hanya daging buahnya saja yang mengandung senyawa berkhasiat, namun juga kulitnya. Kulit jeruk keprok mengandung polvmethoxylated flavon (PMFs) yang merupakan antioksidan dengan kekuatan yang sangat hebat. Kemampuannya mengungguli hesperidin dan narigin yang terdapat pada daging buahnya.

Jeruk keprok merupakan buah yang memiliki kualitas vitamin C unggul. Efektivitas vitamin C tersebut semakin meningkat dengan adanya kandungan hesperetin yang memiliki efek untuk menguatkan kinerja biologis vitamin C terutama dalam menjalankan perannya sebagai antioksidan.

Warna daging buah jeruk kcprok yang menyala ternyata juga menandakan adanya antioksidan di dalamnya. Warna kuning— oranye daging buah jeruk keprok disebabkan oleh pigmen bernama beta-cryptoxanthin, lutein, dan zeaxanthin. Komponen bioaktif tersebut didukung pula oleh sejumlah fitokimia yang dikandungnya, yakni d-limonene, limonin, nomilin, herperetin, phytone, phytofluene, beta-sitosterol, dan D-glucaric.

Atasi peradangan

Bioaktif pada jeruk keprok memiliki khasiat yang tidak diragukan lagi sebagai antiinflamasi yang sangat baik. Kandungan vita¬min C yang tinggi merupakan modal untuk melawan peradangan hingga di tingkat sel. Antioksidan eksogen ini sangat efektif melindungi sel dari peradangan.

Dalam Annual Journal Rheumatoid Disease (2004) disebutkan, kecukupan vitamin C sangat menguntungkan untuk mencegah intlamasi yang selanjutnya memiliki manfaat positif untuk meredakan radang sendi polyarthritis. Studi lain menyatakan bahwa kecukupan vitamin C dapat mengurangi peradangan terkait dengan beberapa penyakit seperti asma dan radang sendi secara umum.

Aktivitas jeruk sebagai antiinflamasi didukung pula oleh sejumlah fitonutrisi dan fitokimia yang dikandungnya. Karotenoid dan polifenol yang dimilikinya merupakan antioksidan kuat yang mampu mereduksi radikal bebas penyebab inilamasi.

Vitamin C bekerja sama dengan beta-cryptozanthin menjalankan tugasnya sebagai antioksidan yang melindungi sitoplasma dan sel dari radikal bebas pemicu peradangan. Efektivitas vitamin C jeruk jauh lebih tinggi dibanding vitamin C yang berasal dari suplemen karena memiliki bioviabilitas yang tinggi.

Zeaxanthin dan cryptoxanthin merupakan antioksidan sekaligus antiinflamasi yang menonjol pada jeruk. Kecukupan dua macam karotenoid tersebut sangat membantu mengatasi radang sendi. Sebuah studi yang melibatkan 25.000 responden membuktikan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung cryptoxanthin dan zeaxanthin dapat menekan rheumatoid arthritis hingga 52%, sedangkan jika hanya mengandung cryptoxanthin saja hanya menekan penyakit radang sendi tersebut sebesar 49% saja.

Jeruk-jerukan kaya beragam antioksidan flavonoid pantas diacungi jempol. Di dalam tubuh, flavonoid tersebut dapat bertahan lebih lama dibanding flavonoid lain yang berasal dari buah dan sayuran lainnya. Bahkan, sebuah studi membuktikan bahwa flavonoid jeruk bekerja lebih lama dibanding flavonoid cokelat serta teh hijau. Salai? satu polifenol yang banyak kita temukan pada jeruk adalah gallic acid, yang berjumlah 84 mg/100 g. Polifenol tersebut memiliki kinerja yang cukup luas, yakni sebagai antioksidan, antialergi, antiinflamasi, antivirus, dan anti- proliferasi tumor.

Jantung sehat karena banyak mengonsumsi jeruk keprok

Kerja sama yang baik antara sumber-sumber antioksidan yang terdapat pada jeruk keprok sangat bermakna untuk melindungi jantung kita. Hesperetin dan narigin mampu mencegah lever memproduksi ester-kolesterol yang nantinya akan diubah menjadi LDL—kolesterol jahat yang sangat kita takuti jika kadarnya berlebihan. Serat pektin pada jeruk manis yang relatif tinggi juga turut membantu untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Jeruk memiliki bioaktif yang dapat menurunkan kolesterol sekaligus trigliserida (TG). Bioaktif tersebut adalah polymethoxylated flavon (PMFs) yang terkumpul di bagian kulitnya. Dalam menjalankan aktivitasnya, bioaktif ini aktif mencegah sintesis kolesterol dan TG yang berlangsung di lever. Studi pada binatang menunjukkan bahwa bioaktif tersebut dapat menurunkan kadar LDL sebesar 19-27%, serta kadar VLDL sebesar 32-40%.

Penelitian menunjukkan bahwa flavon pada jeruk, terutama hesperidin dapat membantu menurunkan kolesterol darah. Dalam waktu yang bersamaan juga menurunkan tekanan darah. Penurunan tekanan darah ke level normal sangat menguntungkan untuk menjaga jantung agar tetap sehat.

Konsumsi jeruk manis juga memberi efek perlindungan terhadap integritas pembuluh darah. Mekanisme tersebut dilakukan melalui aktivitas folat dalam menurunkan homosistein dalam darah. Kadar homosistein yang tinggi pada kondisi kolesterol darah yang tinggi menyebabkan kerusakan pembuluh darah sehingga dapat memicu terjadinya serangan jantung.

Dengan dukungan antioksidan yang andal, konsumsi jeruk manis secara rutin dapat mencegah dampak buruk oksidasi radikal bebas pada pembuluh darah dan otak yang memicu terjadinya gangguan jantung dan stroke.

Jeruk keprok membantu mencegah stroke

Efek perlindungan jantung oleh jeruk terkait dengan perlindungan terhadap pembuluh darah yang sanggup diberikan oleh bioaktif yang dikandungnya. Perlindungan yang sama juga berdampak positif bagi otak kita.

Perlindungan antioksidan terhadap otak sangat penting karena otak rawan terhadap radikal bebas. Ada sejumlah radikal bebas larut dalam lemak dan lemak buruk khususnya lemak trans yang sanggup menembus blood brain barrier hingga menyebabkan jaringan otak mengalami kerusakan. Untuk tujuan tersebut, tubuh harus memiliki antioksidan berkemampuan andal. Salah satu sumber antioksidan yang telah teruji dengan kemampuannya sebagai pelindung otak adalah bioflavonoid jeruk keprok.

Sebuah studi menyatakan bahwa kebiasaan mengonsumsi jeruk dapat menurunkan risiko kanker hingga 19%. Jika penambahan satu porsi buah-buahan secara rutin dapat menurunkan risiko stroke sebesar 4%, maka kebiasaan menambah jeruk dalam diet harian menurunkan risiko stroke 5 kali lebih efektif diban¬ding buah-buahan lainnya.

Turunkan risiko kanker

Konsumsi jeruk dalam jumlah cukup jika dilakukan secara rutin bermanfaat untuk mengurangi risiko kanker. Vitamin C dengan bioviabilitas tinggi yang dimiliki jeruk keprok dan jeruk-jerukan lain pada umumnya sangat bermakna untuk mencegah paparan radial bebas pada sitoplasma sehingga radikal bebas tersebut tidak masuk ke inti sel dan merusak DNA yang berpotensi sebagai pemicu kanker.

Vitamin C yang terdapat pada jeruk dapat bertahan lama di dalam tubuh kita. Sebuah studi menyebutkan setelah 3 jam vitamin C bersenyawa dengan darah, maka kerusakan DNA turun sebesar 18%. Setelah 24 jam berikutnya kerusakan DNA turun sebesar 16%. Kerja sama yang baik antara vitamin C, serat, dan fitokimia menyebabkan vitamin C lebih awet disimpan di dalam tubuh.

Keberadaan vitamin C yang memadai merupakan faktor penting untuk mencegah kanker. Dalam hal ini, efektivitasnya dalam mencegah kanker disebabkan oleh kemampuannya dalam melindungi DNA yang terjalin melalui kerja sama yang baik antara vitamin C dan karotenoid, cyanidin-3 glucosida, dan flavonoid yang bahu-membahu memperkuat pertahanan antioksidan di dalam tubuh. Dengan mekanisme inilah, maka pembentukan sel kanker baru dapat dicegah.

Kecukupan vitamin C sangat efektif untuk mencegah ber¬bagai macam kanker. Darah yang memiliki kandungan vitamin C tinggi akan menurunkan risiko kanker mulut, larynx, dan pharynx sebesar 40-50%. Demikian kesimpulan dari penelitian dilakukan di Australia terhadap ribuan orang yang rutin mengonsumsi sumber-sumber yang kaya vitamin C.

Kecukupan vitamin C tidak hanya mencegah kanker yang disebabkan oleh radikal bebas karsinogenik, namun juga kanker yang disebabkan oleh faktor lain. Sebuah studi menyebutkan bahwa vitamin C yang memadai akan menekan perkembangan Helicobacter pylori penyebab borok usus. Menurut Joel Simon, MD dari San Fransisco Medical center, penurunan populasi bakteri patogenik ini memiliki dampak yang sangat baik untuk menurunkan risiko kanker perut yang umumnya didahului oleh infeksi H. pylori.

Sejumlah karotenoid dan flavonoid jeruk keprok memiliki peran ganda dalam mencegah dan menghambat kanker. Bioaktif tersebut berperan sebagai antioksidan, antiinflamasi, antikarsinogenik, dan antiproliferasi.

Karotenoid yang aktif mencegah kanker adalah beta-cryproxanthin. Sebuah studi terhadap 60.000 orang di China membuktikan bahwa kebiasaan mengonsumsi jeruk (sumber beta-cryptoxanthin) yang mereka lakukan dapat menurunkan risiko kanker paru-paru sebesar 22%.

Flavonoid yang ampuh sebagai antikanker adalah hesperitin. Kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan tumor telah teruji. Antitumor lain yang tidak kalah kuat adalah limonoid. Sebuah studi berhasil membuktikan bahwa linomoid memiliki kemampuan untik mendetoksifikasi radikal bebas karsiogenik melalui serangkaian reaksi enzimatis.

Salah satu limonoid yang potensial dari buah jeruk manis adalah d-limonene. Fitokimia ini mampu menghentikan reaksi reaktif nitrosamin yang berasal dari asap tembakau dan pembakaran produk hewani yang menyebabkan kanker paru-paru dan kanker organ pernapasan lainnya. Limonoid glikosida yang berkolaborasi dengan vitamin C efektif mencegah pembentukan sel karsinoma pada kulit. Penelitian lain menyebutkan bahwa limonoid efektif menekan perkembangan kanker payudara, prostat, dan usus besar.

Jeruk keprok (orange) termasuk keluarga jeruk yang memiliki kandungan limonene unggul dibanding jeruk lainnya. Berikut kandungan limonene pada berbagai jenis jeruk.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: