Manfaat Jahe Sebagai Sumber Antioksidan

March 12, 2013

manfaat jahe

Jahe banyak mengandung fenol yang berkhasiat sebagai antioksidan. Fenol utamanya adalah fenol-6 gingerol. Bioaktif ini memiliki kekuatan antioksidan yang kuat dalam melindungi seluruh sel dari paparan radikal bebas yang merusaknya. Uji biokimia menunjukkan bahwa gingerol dari jahe efektif menekan pembentukan nitrit oksida menjadi radikal bebas peroksida nitrit.

Konsumsi 10 mg jahe/kg berat badan pada tikus percobaan yang terekspos radiasi dapat menurunkan kerusakan akibat radikal bebas. Studi lain menjelaskan bahwa konsumsi jahe mampu menurunkan kerusakan yang disebabkan oleh peroksida lipid sejalan dengan meningkatkan kadar glutathionee pasca konsumsi jahe.

Gingerol pada jahe menekan inflamasi pada sendi

Secara empiris jahe sering digunakan sebagai simplesia untuk mengatasi radang sendi. Senyawa antioksidan ini juga memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mencegah inflamasi. Gingerol memiliki efek farmakologis yang sangat baik dalam menekan produksi cytokines dan chemokines yang diproduksi synovicytes, interleukin, chondrocytes (sel pada tulang rawan), serta leukocyte (sel imun).

Jahe memiliki efek kemoterapi

Tak sulit untuk mendapatkan bahan alami antikanker. Anda dapat memilih jahe untuk melindungi tubuh Anda dari kanker. Konsumsi jahe dapat meningkatkan produksi glutathione untuk melindungi tubuh dari berbagai macam radikal bebas yang menyerang sitoplasma dan mitokondria. Efektivitas ini karena jasa senyawa beraroma pedas gingerol. Bioaktif ini mampu menekan pro-inflamasi. Penurunan jumlah sel yang mengalami inflamasi ditunjukkan oleh menurunnya kadar vaseular endothelial growth faetor, interleukin-8, dan prostaglandin E-2 yang memicu terjadinya kanker.

Sebuah studi yang dilakukan di Universitas Minnesota membuktikan bahwa konsumsi 0.5 mg gingerol sebanyak 3 kali sehari efektif mencegah perkembangan kanker kolon. Efektivitas tersebut berlangsung melalui mekanisme kemoprotektif dan kemoterapis dari gingerol terhadap carcinoma pada kolon.

Selain kanker kolon, gingerol juga efektif menekan kanker ovarium. Gingerol bukan saja efektif mencegah perkembangan sel kanker ovarium, namun juga mampu memusnahkan sel kanker melalui mekanisme pemusnahan (apoptosis) dan autophagocytosis.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: