Manfaat Ikan Gabus Sebagai Pengobatan Tradisional

December 22, 2014

ikan gabus

Biasanya obat tradisional berbahan alam lebih banyak menggunakan bahan tumbuh, tumbuhan. Namun ada juga sedikit obat tradisional yang menggunakan bahan hewan seperti ikan. Ikan gabus (Channa striatus atau Ophiochephalus striatus) adalah salah satu jenis ikan yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional di beberapa wilayah di Asia Tenggara.

Ikan gabus merupakan ikan air tawar dari wilayah tropis dan subtropis Asia, dari Pakistan ke India hingga Asia Tenggara dan Cina bagian Selatan. Ikan gabus tergabung dalam familia Channidae yang memiliki 30 spesies, dan masih satu genus dengan ikan toman (Channa micropeltes). Ikan ini dikenal dengan banyak nama, seperti bogo (sunda), haruan (Melayu), ikan kutuk (Jawa), dan banyak nama lainnya. Dikenal sebagai predator yang agresif, ikan gabus gemar memakan ikan kecil dan hewan kecil lainnya, termasuk juga burung. Ikan gabus mendiami berbagai macam perairan, seperti selokan, sungai, danau. Bahkan genangan di persawahan.

Sebagai ikan konsumsi, ikan gabus di Indonesia secara umum mungkin tidak sepopuler ikan air tawar lainnya seperti ikan mas, gurame, dan lele. Namun pemanfaatannya sebagai ikan konsumsi terus meningkat. Apalagi di beberapa wilayah teknik pembenihan dan pembudidayaannya sudah dikuasai. Beberapa daerah pun memiliki kuliner ikan gabus yang khas, seperti sayur gabus pucung dari khas Betawi. Di kota-kota besar seperti Jakarta, ikan gabus bisa didapatkan dengan cukup mudah di kios-kios ikan di pasar tradisional mau pun dl supermarket besar.

Manfaat Ikan Gabus Sebagai Obat Tradisional

Di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Laos dan Vietnam, dan beberapa daerah di Indonesia, ikan gabus kerap digunakan sebagai obat tradisional. Pemanfaatan sebagai obat tradisional terutama untuk mempercepat penyembuhan luka, meredakan rasa nyeri, serta untuk meningkatkan energi. Di beberapa daerah, anak lelaki yang habis dikhitan kerap diberi makan dari ikan gabus kukus agar lukanya cepat sembuh. Ikan gabus juga sering diberikan kepada wanita yang habis melahirkan. Selain diberikan sebagai makanan, kaldu ikan gabus juga kerap digunakan sebagai ramuan penambah tenaga (tonikum).

Khasiat ikan gabus untuk mengobati luka dan meredakan nyeri, dikaitkan dengan tingginya kadar asam amino dan asam lemak yang terdapat pada daging ikan tersebut. Asam amino yang dikandung ikan gabus dalam jumlah tinggi antara lain glisin, lisin, dan arginin. Di Seentara beberapa jenis asam lemak yang dikandung dalam jumlah banyak antara lain asam arakidonat (arachidonic acid), asam palmitat (palmitic acid) dan asam dokosaheksaenoat (docosahexaenoic acid). Zat-zat tersebut tampaknya memiliki efek untuk pembentukan molekul-molekul bioaktif.

Masih di Malaysia, ikan gabus sudah sejak lama dibuatkan ekstraknya dan dibuat suplemen/ obat tradisional dalam bentuk tablet dan obat yang dioles. Ekstrak ikan gabus diproduksi dari keseluruhan ikan, telur, mukus (lendir), dan kulit ikan. Negara-negara lain yang sebagian warganya juga menggunakan ikan gabus untuk pengobatan tradisional adalah Thailand, Vietnam, Kamboja, serta di beberapa wilayah China.

Menurut beberapa peneliti, khasiat ikan gabus terutama didapatkan dari tingginya beberapa asam amino pembentuk protein dan asam lemak. Peneliti Mat Jaiz dan kawan-kawan (1994) yang meneliti ekstrak filet ikan gabus menemukan bahwa ikan gabus kaya dengan asam amino glisin (glycine). Penelitian-penelitian lain menunjukkan bahwa ikan gabus kaya dengan asam glutamat, arginin, dan asam aspartat. Asam-asam amino tersebut merupakan zat-zat yang berpengaruh terhadap rasa nyeri serta penyembuhan luka.

Membantu Penyembuhan Luka

Selain kaya protein, ikan gabus juga kaya dengan asam lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan. Tingginya kadar asam lemak tak jenuh semacam asam eikosapentaenoat, (eicosapentaenoic acid, EPA) and decosahexaenoic acid (DHA), serta asam arakidonat, juga mendukung pemanfaatannya sebagai agen penyembuhan luka.

Penelitian tentang potensi ekstrak ikan gabus sebagai penyembuh luka operasi pernah dilakukan oleh Baie dan Sheikh (tahun 2000). Mereka menemukan bahwa pemberian ekstrak ikan gabus membantu memulihkan luka operasi lebih baik daripada krem cetrimide. Selain itu, luka bekas operasi yang diberi olesan ekstrak ikan gabus meninggalkan bekas luka yang lebih sedikit.

Beberapa penelitian di Indonesia mengaitkan manfaat ikan gabus untuk menyembuhkan luka dengan tingginya kadar albumin yang dikandungnya. Albumin merupakan salah satu jenis protein penting yang diperlukan tubuh manusia setiap hari, termasuk untuk proses penyembuhan luka. Pada kondisi di mana kadar albumin dalam tubuh rendah, misalnya pasca operasi atau luka bakar, perlu asupan albumin yang cukup dari luar tubuh. Seorang pakar biokimia ikan dari Uniersitas Brawijaya Malang, Prof dr Ir Eddy Suprayitno MS, pernah meneliti hal ini. Ia meneliti albumin dari ikan gabus dan pengaruhnya untuk luka pada pasien pasca operasi dan luka bakar di sebuah rumah sakit di Malang. Pemberian ikan gabus masak dengan jumlah tertentu ternyata bisa meningkatkan kadar albumin dari 1,8 g/dl menjadi 3,5-5,5 mg/dl.

Pereda Nyeri

Tingginya kadar glisin dan asam arakidonat pada ikan gabus, juga dianggap berpengaruh terhadap rasa nyeri. Hal ini pernah diteliti oleh Kapoor dkk di tahun 2006. Sementara efek antiinflamasi pernah diteliti oleh Somchit dkk. Beberapa penelitian menemukan bahwa efek antiinflamasi dari ikan gabus lebih baik dibandingkan beberapa spesies Channa yang lain. Dari penelitian tersebut, ikan gabus diduga bisa berperan untuk membantu mengatasi nyeri sendi yang diserta inflamasi, seperti rheumatoid arthritis.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: