Manfaat Daun Katuk Untuk Kesehatan

January 1, 2013

daun katuk

Daun katuk tergolong jenis sayuran khas di daerah tropis. Mudah sekali ditanam dan biasanya ditanam disekeliling pekarangan atau kebun. Yang digunakan sebagai sayuran adalah bagian pucuk yang daunnya masih muda dan lunak. Daun katuk dapat dikonsumsi berupa sayur bening bersama labu air atau oyong yang memberikan rasa segar atau sebagai sayur santan.

Daun katuk kaya akan zat gizi. Di samping itu terdapat sejumlah senyawa fitokima yang berkhasiat mencegah dan menyembuhkan penyakit antara lain beberapa hormon: progesteron, estradiol, testosterone, glukokortikoid, dan sejumlah senyawa eikosanoid seperti prostaglandin, prostasiklin, tromboksan dan lipoksin. Tabel berikut ini memuat kandungan zat gizi dalam daun katuk.

Kandungan zat gizi dalam 100 gram daun katuk mentah :

– Energi (Kal) 59
– Protein (g) 4,8
– Lemak (g) 1,0
– Karbohidrat (g) 11,0
– Kalsium (mg) 204
– Besi (mg) 2,7
– Vitamin A (KI) 10.370
– Vitamin C (mg) 239
– Serat (g) 2,0

Manfaat daun katuk untuk mengatasi berbagai penyakit

• Meningkatkan dan memperpanjang masa produksi ASI.

Wanita yang ada dalam masa laktasi dapat meningkatkan produksi ASI bagi bayinya. Adanya prostaglandin dalam daun katuk selain dapat meningkatkan produksi ASI, juga dapat memperpanjang waktu produksi ASI sehingga bayi masih dapat menyusu untuk waktu yang lebih lama. Khasiat ini penting sekali, terutama bagi bayi-bayi dari keluarga berpenghasilan rendah yang tidak mampu memberikan makanan pengganti ASI yang bernilai gizi tinggi. Dengan semakin lama waktu produksi ASI, bayi masih mungkin memperoleh susu dan semua zat gizi yang diperlukan terutama protein yang mutlak diperlukan bagi tumbuh kembang bayi dan bayi dapat dihindarkan dari kemungkinan menderita gizi buruk. Dewasa ini di apotik-apotik dan toko obat sudah dapat diperoleh produk olahan daun katuk berupa kapsul.

• Mencegah sembelit dan ambeien.

Kandungan serat yang tinggi dalam daun katuk sangat besar manfaatnya untuk mencegah sembelit (konstipasi). Selain akan merangsang gerak peristaltik saluran pencernaan, serat tak larut dalam daun katuk menyerap air dari sisa makanan dalam lambung dan usus sehingga sisa makanan akan menjadi lunak sehingga lebih mudah dibuang pada waktu defikasi. Dengan demikian resiko terjadi sembelit (konstipasi) akan menjadi lebih kecil.

• Mencegah anemia gizi.

Anemia gizi akibat kekurangan zat besi sering terjadi terutama pada wanita yang sedang hamil. Kandungan zat besi yang cukup tinggi dalam daun katuk menjadikan katuk baik sekali dikonsumsi wanita hamil untuk mencegah anemia zat besi. Agar penyerapan zat besi menjadi lebih baik, diperlukan adanya vitamin C. Karena itu sebaiknya daun katuk dikonsumsi bersama makanan lain yang kaya akan vitamin C.


• Merangsang produksi hormon dan meningkatkan potensi seksual.

Adanya sejumlah senyawa steroid dalam daun katuk dapat merangsang pembentukan hormon dan meningkatkan vitalitas seksual, meningkatkan jumlah produksi dan kualitas sperma pada pria. Bagi wanita mengkonsumsi daun katuk akan membuat kulit mulus dan lembut.

Perhatian :
– Dalam daun katuk terdapat senyawa yang bersifat racun. Karenanya daun katuk harus dimasak sampai masak betul. Hendaknya mengkonsumsi daun katuk tidak lebih dari 100gr sehari.
– Agar betakaroten dalam daun katuk diserap lebih baik, daun katuk hendaknya dimasak dengan santan atau dibuat sayur lodeh.
– Adanya senyawa eikosanoid (prostaglandin, prostasiklin, tromboksan, lipoksin dan leukotrien) yang dapat meningkatkan produksi lendir di saluran pernafasan bagian bagian bawah, sebaiknya daun katuk tidak diberikan pada penderita asma.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: