Manfaat Cokelat Sebagai Sumber Antioksidan

April 9, 2013

manfaat coklat

Cokelat terkenal sebagai makanan lezat yang dicintai banyak orang. Di balik kenikmatan yang diberikan dan sensasi unik yang ditimbulkan setelah kita mengonsumsi cokelat, ternyata cokelat sarat dengan berbagai macam khasiat. Salah satunya adalah sebagai antioksidan.

Cokelat termasuk salah satu sumber antioksidan eksogen berkemampuan andal yang patut kita pilih. Jika dibanding sumber antioksidan lain, cokelat memiliki kemampuan antioksidan (ORAC) yang lebih unggul dibanding sumber antioksidan lainnya. Berikut perbandingan GRAC cokelat dan beberapa sumber antioksidan lainnya.

Cokelat kaya bioaktif antioksidan

Zat aktif yang berperan sebagai antioksidan pada cokelat adalah flavonoid. Flavonoid tersebut terdiri atas epicathecin, gallocathecin, epigallocatechin, epicathecin gallat, quersetin, procyanidin, dan glikosida quersetin. Selain itu, biji cokelat juga mengandung caffeic acid, ferulic, dan 4-caumaric yang juga memiliki efektivitas sebagai antioksidan yang kuat. Dari berderet nama senyawa berkhasiat tersebut, yang menjadi antioksidan utama pada cokelat adalah catechin.

Pelindung arteri yang andal

Dalam melakukan aktivitasnya, polifenol (procyanidin) yang terkandung di dalam cokelat bermanfaat untuk menangkap senyawa radikal bebas serta menghambat reaksi enzimatis lipoksigenase, yakni menghambat oksidasi lipid secara enzimatis. Dengan cara ini pembentukan LDL teroksidasi menurun. LDL yang teroksidasi merupakan penyebab aterosklerosis. Tanpa adanya oksidasi, LDL tidak menjadi malapetaka yang menyumbat pembuluh arteri.

Studi yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari universitas California di Amerika Serikat menyatakan bahwa antioksidan cokelat hitam (dark chocolate) mampu mencegah oksidasi LDL sebesar 75%, sedangkan anggur merah hanya sebesar 36- 37% saja. Manfaat bioaktif cokelat tidak hanya sampai di sini. Epicathecin yang dikandungnya juga memiliki kemampuan sangat baik untuk menghambat agregasi platelet. Dengan cara ini, pembuluh arteri akan bersih dari sumbatan platelet sehingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar.

Bantu turunkan tekanan darah

Sekelompok peneliti dari Italia menyatakan bahwa kebiasaan mengonsumsi cokelat hitam memberi pengaruh positif dalam mengendalikan tekanan darah. Konsumsi cokelat hitam yang tinggi flavonoid selama 15 hari berturut-turut terbukti secara signifikan dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Partisipan yang menderita hipertensi mengalami penurunan tekanan darah sistolik sebesar 12 mg Hg dan tekanan darah diastolik sebesar 9 mm Hg tanpa efek negatif yang perlu dikhawatirkan.

Peneliti dari Universitas California menyebutkan bahwa epicathecin yang terdapat pada biji cokelat sangat berarti dalam meningkatkan relaksasi pembuluh arteri. Efek relaksasi tersebut semakin nyata pengaruhnya karena flavanol pada cokelat mampu memproses nitrit oksida, mencegah penggumpalan platelet, serta mencegah oksidasi koleterol LDL yang tentu sangat bermakna untuk mencegah terjadinya lonjakan tekanan darah.

Cegah hiperkolesterol dengan cokelat hitam

Biji cokelat kaya lemak, namun kenyataannya justru menurunkan kadar lemak darah. Demikian pernyataan puluhan ahli yang telah mengadakan penelitian tentang efek cokelat terhadap penderita hiperlipidemia. Mengapa bisa begitu? Yang pertama karena asam lemak utama mentega cokelat bersifat netral terhadap lemak darah. Asam lemak tersebut berupa stearat, plamitat, dan linoleat. Bahkan omega-9 yang terdapat pada cokelat cenderung memiliki efek hipokolesterolemik. Sedangkan yang kedua disebabkan adanya senyawa antioksidan yang bermanfaat sebagai penurun kolesterol yang terdapat pada cokelat.

Efektivitas sejumlah antioksidan yang dimiliki cokelat ternyata ampuh untuk mengendalikan kadar kolesterol darah. Senyawa yang paling menonjol efektivitasnya untuk menurunkan kadar kolesterol darah adalah cathechin. Peneliti dari Belanda menyatakan bahwa cathecin cokelat lebih efektif sebagai hipokolesterolemik dibanding cathecin pada teh hijau yang selama ini dianggap unggul sebagai sumber cathecin.

Efektivitas cathecin dalam menurunkan kadar kolesterol sangat terarah. Polifcnol ini tidak saja menurunkan kadar kolesterol total, namun yang lebih penting adalah meningkatkan kadar HDL. Konsumsi cokelat hitam secara rutin terbukti mampu menurunkan rasio kolesterol total/HDL yang menjadi indikator kesehatan pembuluh darah. Demikian kesimpulan dari studi klinis yang dilakukan di Universitas Penn State – Amerika Serikat.

Arteri sehat berkat cokelat hitam

Kadar kolesterol yang terkendali normal merupakan salah satu syarat untuk memperoleh arteri sehat. Syarat tersebut mampu dipenuhi oleh bioaktif yang terkandung pada cokelat hitam.

Selain menjaga level kolesterol, pembuluh darah kita pun harus terlindung dari molekul perusak. Untuk itu diperlukan antioksidan yang memadai sebagai pelindungnya. Anda tidak usah bingung mencari pelindung pembuluh darah karena cokelat mampu menjalankan tugas tersebut.

Penelitian yang dilakukan di Universitas California oleh Marv Egler, Ph.D., mengungkap bahwa konsumsi cokelat hitam secara rutin dapat memperbaiki sel endotel. Perbaikan jaringan endotel merupakan pertanda baik kesehatan arteri. Proses perbaikan tersebut tak lain karena peran serta protosianidin dan flavonoid cokelat yang berfungsi sebagai penghalang oksidasi lipid. Oksidasi lipid menghasilkan peroksida lipid yang berdampak buruk bagi arteri. Dinding arteri menjadi terluka atau bahkan bocor saat radikal bebas tersebut berhasil menyusup ke dinding arteri.

Konsumsi cokelat yang kaya flavonoid seperti cokelat hitam juga mencegah platelet saling lengket. Efektivitas ini berlangsung melalui kinerja flavanol sebagai pengencer darah. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa efek pengencer darah cokelat hitam tidak kalah dengan aspirin.

Efek positif lain yang kita peroleh dari cokelat adalah sebagai agen pelancar peredaran darah. Sebuah jurnal hasil riset peneliti dari Universitas California menyatakan bahwa kebiasaan mengonsumsi cokelat sanggup meningkatkan kinerja nitrit oksida yang dalam jangka panjang sangat membantu untuk merelaksasi pembuluh darah. Relaksasi pembuluh darah merupakan hal positif untuk memacu kesehatan pembuluh darah.

Gemar cokelat hitam dapat mengatasi resistensi insulin

Kekebalan (resistensi) terhadap insulin merupakan persoalan yang memicu pradiabetes hingga mengarah pada DM. Untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan, sel yang mengelola gula harus diupayakan agar sensitif terhadap insulin. Salah satu senyawa yang mampu melakukan tugas tersebut adalah flavonoid cokelat.

Dalam sebuah studi yang dimuat di American Journal of Nutrition disebutkan bahwa konsumsi cokelat hitam kaya flavonoid sebanyak 100 gram per hari jika dilakukan secara rutin, maka beberapa saat kemudian sel menjadi peka terhadap insulin. Kepekaan terhadap insulin sangat dibutuhkan oleh penderita DM tipe-2.

Peningkatan sensitivitas terhadap insulin oleh flavonoid cokelat juga merupakan hasil kerja bioaktif tersebut sebagai antioksidan. Kita tahu bahwa radikal bebas merupakan molekul buruk yang menyebabkan stres oksidatif hingga memicu peradangan dan kekacauan hormonal yang di antaranya juga kekacauan dalam merespons insulin.

Cegah pikun dengan rutin mengonsumsi cokelat

Penyebab pikun dini adalah kerusakan neuron akibat paparan radikal bebas yang sanggup menembus dinding pelindung otak. Untuk mengatasinya diperlukan antioksidan berkemampuan unggul, terutama yang mampu mereduksi radikal bebas larut lemak karena komponen otak kita dominan lemak.

Dengan efeknya yang sangat baik dalam melancarkan sirkulasi darah, bioaktif cokelat mampu memasok oksigen yang memadai ke otak. Pasokan oksigen yang memadai sangat diharapkan untuk mendukung kinerja saraf otak. Penelitian yang dilakukan di Universitas Wheelingiesuit di Virginia bahkan berani menyatakan bahwa konsumsi cokelat hitam dapat menurunkan risiko alzheimer. Peneliti lain dari Inggris menyatakan bahwa konsumsi cokelat hitam sangat membantu untuk meningkatkan kinerja otak, terutama yang menyangkut fungsi memori dan kognitif.

Dapatkan kulit cantik dengan masker cokelat

Kini banyak salon kecantikan kulit menawarkan perawatan kulit menggunakan produk berbasis cokelat hitam. Rupanya khasiat cokelat sebagai antioksidan telah diadopsi untuk menjaga kesehatan kulit dari bahaya radikal bebas yang merusak keindahan kulit.

Benar sekali, flavonoid cokelat merupakan pelindung kulit yang sangat efektif. Kemampuannya dapat mencegah reaksi berantai radikal bebas dari sinar UV yang berasal dari matahari telah teruji. Tidak berlebihan jika cokelat kemudian digunakan sebagai salah satu campuran dalam produk kosmetik yang berfungsi sebagai tabir surya.

Ternyata untuk mendapatkan kulit indah Anda tidak harus melakukan perawatan mahal di salon. Anda dapat membuat sendiri masker cokelat dengan cara sederhana. Cukup Anda tambahkan bubuk cokelat berkadar flavonoid tinggi (cokelat hitam bubuk) ke dalam cream masker dasar.

Jika Anda tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan perawatan tersebut, minum secangkir cokelat hitam pahit dapat pula menjadi solusi untuk mendapatkan kulit yang kuat dalam menghadapi radikal bebas UV. Sebuah studi oleh sekelompok peneliti yang dimuat di Jurnal of Nutrition Amerika menyebutkan bahwa kerusakan kulit pada responden yang mengonsumsi cokelat hitam terbukti lebih rendah dibanding placebo. Dalam penelitian tersebut terungkap bahwa konsumsi cokelat hitam yang mengandung 329 mg flavanol setiap hari dapat menurunkan risiko kulit kemerahan sebesar 15% setelah dilakukan selama 6 minggu berturut-turut. Jika kebiasaan tersebut dilanjutkan hingga 12 minggu, maka kulit yang kemerahan menurun lagi hingga 25% dari semula.

Apa benar cokelat bisa mencegah kanker?

Para ahli di bidang cocoa terus mencari celah kemungkinan adanya bioaktif dari biji cokelat yang berkhasiat sebagai anti-kanker. Para ahli menduga bahwa cokelat juga memiliki kesanggupan untuk mencegah kanker. Adanya kandungan sejumlah flavonoid dan mineral antikanker diduga kuat dapat digunakan sebagai properti antikanker. Namun, hingga kini belum ada kata sepakat di kalangan ahli yang menyimpulkan adanya antikanker pada cokelat.

Seperti kebanyakan antioksidan lain yang berkhasiat sebagai antikanker, cokelat yang kaya dengan bioaktif antioksidan diduga kuat juga berperan sebagai antikanker. Keberadaan flavonoid penting dalam biji cokelat erat kaitannya dengan fungsinya sebagai imunomodulator. Peningkatan sistem imun merupakan benteng pertahanan yang penting untuk mencegah kanker.

Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa flavonoid cokelat mampu menghalangi reaksi radikal molekul oksigen (ROS: Reactive Oxygen Species) dan nitrit yang memicu terjadinya kanker. Penelitian lain menjelaskan bahwa polifenol cokelat mampu meningkatkan aktivitas limfosit dan sel pembunuh (NK cell) pada binatang percobaan yang terdeteksi terkena kanker. Hal ini menjadi indikator bahwa tubuh yang kaya polifenol cokelat siap menghadapi risiko kanker dengan cara menyerangnya.

Beberapa ahli menduga bahwa cokelat memiliki kekuatan sebagai antikanker karena tingginya potensi antioksidan yang dimilikinya serta didukung oleh kemampuannya sebagai antiinflamasi. Beberapa jenis kanker didahului oleh inflamasi karena itu, pencegahan inflamasi merupakan upaya yang baik untuk mendukung pencegahan kariker.

Pilih cokelat hitam agar berkhasiat

Di pasaran ada berbagai jenis produk berbasis cokelat. Cokelat hitam (dark chocolate) memiliki kemampuan sebagai antioksidan yang lebih baik dibanding jenis cokelat lainnya. Tingginya efek antioksidan dari setiap jenis cokelat ditentukan oleh kandungan flavonoid yang dimilikinya.

Kualitas cokelat tentu saja ditentukan oleh kadar cokelat yang terkandung dalam suatu produk. Kadar cokelat yang terkandung dalam suatu bahan makanan juga turut menentukan efektivitas antioksidan yang dimilikinya.

Untuk mendapatkan antioksidan unggul dari cokelat, sangat dianjurkan agar Anda mengonsumsi cokelat hitam yang tidak dicampur susu dan sedikit mengandung gula atau jika Anda suka sebaiknya pilihlah cokelat hitam yang tidak manis sama sekali.

Cokelat hitam lebih unggul dibanding cokelat lainnya karena memiliki kandungan polifenol yang lebih tinggi. Polifenol merupakan antioksidan utama yang dimiliki cokelat.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: