Manfaat Buah Pepaya Sebagai Sumber Antioksidan

February 21, 2013

buah pepaya

Banyak orang menganggap pepaya sebagai buah murahan yang layak sebagai pakan burung daripada kita konsumsi. Anggapan tersebut ternyata salah sebab pepaya termasuk buah dengan predikat unggul yang sangat bermanfaat bagi kesehatan kita. The Centre For Sience in Public Interest di Washington pada tahun 1992 memberi gelar terhormat kepada pepaya sebagai buah tropis paling unggul yang kaya nutrisi dan manfaat dari 40 jenis buah yang diuji.

Dengan melihat kandungan komponen nutrisi dan non-nutrisi yang dimilikinya, sangat tepat jika kita menjagokan pepaya sebagai sumber antioksidan unggul yang pantas kita konsumsi. Pepaya sangat kaya dengan vitamin A dan vitamin C. Pepaya kaya mineral antioksidan, yakni tembaga (Cn), mangan (Mn), selenium (Se) yang diperlukan untuk produksi antioksidan alami SOD.

Warna daging buah pepaya menunjukkan bahwa buah yang banyak mengandung air ini sarat dengan beragam pigmen alami. Pigmen utamanya berupa beta-cryptoxanthin (761 mkg/100 gram). Di samping itu, pepaya juga memiliki beberapa pigmen lainnya, yakni beta-karoten (276/100 gram) dan zeaxanthin (75 mkg/100 gram). Semakin merah warnanya, maka kandungan beta-karotennya semakin tinggi.

Pelindung sel terhadap kanker

World Cancer Research Found pada tahun 1997 mempublikasikan sebuah pernyataan bahwa mengonsumsi buah pepaya secara teratur dapat mencegah kanker pankreas, kanker payudara, kanker kandung kemih, dan kanker kolon. Efek antikanker tersebut didukung oleh kehebatan buah pepaya sebagai penangkal radikal bebas karsinogenik yang menyebabkan sel kanker terbentuk.

Beta-karoten pepaya bermanfaat untuk mencegah kanker. Peneliti dari Kansas State menyatakan bahwa beta-karoten terbukti efektif mencegah radikal benzene (a) pyrene dari rokok yang menimbulkan emphysema dan berpotensi sebagai penyebab kanker paru. Publikasi Lembaga kanker dunia pada tahun 1996 menyatakan bahwa konsumsi pepaya secara teratur dapat mencegah kanker paru-paru, pankreas, payudara, kandung kemih, dan usus besar.

Pepaya juga banyak mengandung luetin yang terbukti efektif menekan perkembangan kanker prostat. Meskipun tidak sebanyak lutein dalam tomat dan semangka, tambahan lutein dari pepaya membantu meningkatkan kadar lutein dalam plasma dan jaringan. Karotenoid yang tidak memiliki efektivitas sebagai vitamin A ini mengonsentrasikan kinerjanya sebagai antioksidan yang tangguh.

Vitamin A, C, dan E yang dikandungnya merupakan anti-oksidan yang memiliki efek anti mutagenik sehingga mencegah kerusakan DNA yang akhirnya menimbulkan kanker. Enzim proteolitik yang dimilikinya (papain dan chynopapain) sangat efektif melancarkan pencernaan protein sehingga asam amino dari protein yang bersangkutan dapat dimanfaatkan tubuh secara optimum.

Kecukupan asam amino sangat diperlukan untuk mendukukung imunitas tubuh dalam menghadapi mutasi genetik yang menyebabkan kanker. Selain itu, kedua enzim pencernaan ini juga memiliki kemampuan untuk menurunkan tingkat inflamasi yang mempermudah terbentuknya kanker. Dengan didukung oleh kandungan seratnya yang tinggi, konsumsi buah pepaya secara rutin dapat mencegah penumpukan toksin di usus besar yang berpotensi menjadi sumber kanker usus besar.

Buah Pepaya baik pula untuk kesehatan jantung

Pepaya merupakan salah satu buah dengan kualitas folat yang sangat baik. Kandungan folat yang tinggi bermanfaat untuk menurunkan kadar homosistein. Kadar homosistein yang tinggi memicu terjadinya aterosklerosis – faktor awal serangan jantung dan stroke. Kecukupan folat akan mengubah homosistein menjadi sistein dan metionin sehingga risiko aterosklerosis turun.

Sejumlah antioksidan yang terdapat pada buah pepaya sangat dibutuhkan untuk melindungi kerusakan pembuluh darah dan jaringan jantung dari paparan radikal bebas. Sebuah studi menyatakan bahwa kecukupan beta-karoten akan menurunkan kadar kolesterol LDL. Di dalam darah, karotenoid jingga ini menghambat aktivitas paraksonase, yakni enzim yang menghambat pembentukan kolesterol LDL. Selain itu, kapasitasnya sebagai antioksidan juga sangat bermanfaat untuk mencegah oksidasi kolesterol HDL.

Dengan didukung oleh kandungan vitamin C-nya yang tinggi, konsumsi pepaya sangat menguntungkan untuk menghalangi oksidasi molekul radikal yang akan menembus membran sel baik pada pembuluh darah ataupun pada jaringan jantung. Vitamin C merupakan antioksidan yang baik terhadap singlet oksiden, gugus hidroksil, serta mampu merangsang aktivitas vitamin H dalam menjalankan aktivitasnya sebagai antioksidan. Penderita hiperkolesteroleinia perlu menjaga kecukupan vitamin C agar terhindar dari radikal bebas nitrit oksida yang menyebabkan kerusakan jaringan endothel.

Kecukupan vitamin C juga menguntungkan untuk mencegah inflamasi pembuluh darah serta mencegah terbentuknya plak. Efek tersebut semakin mantap karena kemampuan vitamin C sebagai vasodilator. Melalui berbakai mekanisme inilah risiko serangan jantung dapat diminimalisir

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: