Manfaat Buah Mangga Sebagai Sumber Antioksidan

February 6, 2013

buah mangga

Buah mangga termasuk buah unggul dengan segudang manfaat. Salah satu keunggulannya adalah sebagai antioksidan. Tidak diragukan lagi bahwa mangga memang merupakan antioksidan yang andal. Berbagai komponen bioaktif yang memiliki fungsi sebagai antioksidan dimiliki oleh buah asal India ini. Sebuah analisis laboratoium berhasil mengukur skor ORAC mangga, yakni sekitar 320.

Mangga memiliki komponen nutrisi dan nonnutrisi yang sangat lengkap. Buah tropis musiman ini sangat kaya beta-karoten dan vitamin C, juga memiliki kandungan antioksidan mineral yang sangat lengkap. Mineral utama yang berpotensi sebagai antioksidan pada mangga adalah selenium. Selain itu, mangga juga banyak mengandung mangan, tembaga, dan seng yang berguna untuk memproduksi antioksidan endogen.

Kekuatan antioksidan sekunder pada buah mangga terletak pada berbagai macam karotenoid yang dimilikinya. Warna kuning-jingga pada buah mangga merupakan perpaduan antara beta-karoten, beta-cryptoxanthin, violaxanthin. Dalam jumlah sedikit, mangga juga mengandung antosianin.

Kinerja karotenoid mangga semakin meningkat dengan adanya kandungan fenol yang cukup tinggi. Mangga mengandung fenol, yakni gallic acid, caffeic acid, tannic acid, quercetin, phytoene dan phytofluene yang berfungsi sebagai antioksidan yang tangguh. Beragam antioksidan tersebut mampu melindungi bagian sel yang larut dalam air dan larut dalam lemak.

Pelindung jantung yang baik

Dengan mengonsumsi mangga, kita telah meningkatkan perlindungan kepada jantung kita. Beta-karoten yang dimilikinya memiliki kekuatan ekstra kuat dalam melindungi jantung dan pembuluh darah. Setiap 100 g buah mangga mengandung 559 µg beta-karoten. Jumlah yang cukup banyak untuk menambah asupan beta-karoten bagi tubuh.

Sebuah studi yang dilakukan di University of Postdam — German menyebutkan bahwa suplementasi beta-karoten memberi dampak positif terhadap peningkatan imunitas tubuh yang ditandai dengan meningkatnya kadar protein yang terkait dengan sistem imun. Imunitas tubuh yang tinggi sangat diperlukan untuk menghadapi radikal bebas yang berpotensi menimbulkan aterosklerosis. Dampak aterosklerosis bermacam- macam. Salah satunya infraksi myocardinal.

Kanker pun dapat dilawan oleh mangga

Mengonsumsi mangga secara rutin dapat menjauhkan kita dari radikal bebas penyebab kanker. Studi biokimia menyebutkan bahwa gallic acid merupakan antioksidan yang potensial untuk melawan zat karsiogenik. Efektivitas antikanker dari gallic acid sangat tingi karena dibantu oleh antioksidan lain, yakni lupeol. Uji biokimia menyebutkan bahwa lupeol merupakan salah satu antikanker yang kuat.

Kandungan selenium mangga yang tergolong tinggi merupakan sumber kekuatan untuk menghalau radikal bebas. Selenium merupakan unsur untuk produksi katalase. Peningkatan kadar metaloenzim ini dapat melindungi tubuh dari senyawa karsinogenik yang memapar tubuh. Selain itu, katalase juga mam¬pu menghambat mutagenesis yang sangat berarti untuk mencegah duplikasi sel sehat menjadi sel kanker.

Ada beberapa jenis kanker yang dapat dicegah oleh bioaktif pada mangga, yakni kanker kolon, kanker esophagus, kanker lambung, kanker kulit, dan kanker paru-paru. Efektivitas yang paling nyata tampak pada pencegahan kanker kolon. Serat yang dikandungnya sangat banyak bermanfaat untuk meningkatkan mobilitas makanan di saluran cerna sehingga sisa makanan dapat disekresikan dengan baik. Sampah makanan yang tersisa di kolon merupakan sumber terjadinya kanker kolon. Endapan sampah sisa pencernaan jika bertemu dengan molekul radikal akan memicu terjadinya kanker di organ pembuangan terakhir tersebut.

Jantung sehat berkat mangga

Konsumsi buah mangga secara teratur dapat mengurangi kekhawatiran kita terhadap penyakit pembuluh darah dan jantung. Serat pada buah mangga yang sangat banyak sangat bermanfaat untuk mengikat kolesterol yang berpotensi sebagai pemicu penyumbatan pembuluh darah.

Jika kita mengonsumsi mangga, kita tidak boleh melupakan manfaat mangga sebagai sumber antioksidan. Berbagai macam antioksidan yang dimilikinya merupakan pelindung pembuluh darah yang andal. Kerja sama yang baik antar antioksidan sangat membantu mencegah dampak buruk radikal bebas berupa peroksida lipid yang menyebabkan pembuluh darah terluka dan akhirnya terjadi aterosklerosis.

Vitamin C mangga memiliki bioviabilitas tinggi sehingga dapat kita manfaatkan sebagai sumber antioksidan yang tangguh. Vitamin larut dalam air ini efektif melindungi plasma darah dari paparan radikal bebas yang membuatnya saling lengket. Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa cadangan vitamin C yang memadai dapat mencegah bersatunya keping darah menjadi plak.

Di dalam darah, vitamin C bekerja sama dengan vitamin E mencegah defisiensi apolipoprotein E. Penurunan aktivitas apolipoprotein E merupakan pemicu terjadinya aterosklerosis.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: