Manfaat Buah Leci Sebagai Sumber Antioksidan

February 4, 2013

buah leci

Leci adalah buah musiman yang termasuk dalam keluarga rambutan. Buah yang manis segar ini dapat Anda jadikan sebagai pemasok antioksidan eksogen yang cukup potensial.

Rasa asam bercampur manis pada buah leci menandakan bahwa leci kaya dengan berbagai macam asam organik. Kombinasi asam glutarat, suksinat, levulinat, laktat dan sitrat menciptakan rasa unik dari buah leci. Selain itu, asam askorbat atau vitamin C yang cukup tinggi dari buah leci membuat leci terasa asam. Leci termasuk buah dengan kandungan vitamin C unggul dengan kandungan vitamin C lebih dari 70 mg/100 gram. Kita dapat memanfaatkan vitamin larut dalam air tersebut sebagai sumber nutrisi sekaligus sebagai antioksidan.

Vitamin C mampu mereduksi radikal superoksida, hidroksil, asam klorida, serta oksigen reaktif dari manosit dan netrosit yang teraktivasi. Vitamin C juga diperlukan untuk meningkatkan sistem imun. Pasokan vitamin C yang memadai akan meningkatkan antibodi agar dapat bertahan saat terpajan oleh radikal bebas.

Kekuatan antioksidan buah leci tidak hanya bertumpu pada vitamin C saja, namun juga sangat ditentukan oleh mineral yang dimilikinya. Buah leci banyak mengandung mangan, tembaga, seng, dan selenium. Empat mineral tersebut sangat diperlukan untuk memproduksi antioksidan enzimatis.

Meningkatkan imunitas DNA terhadap kanker

Leci memiliki kandungan selenium yang cukup tinggi. Unsur mikro ini diperlukan sebagai unsur pembentuk antioksidan metaloenzim glutathione peroksidase (GSH-Px) Kekurangan GSH-Px menyebabkan nekrosis hati. Selain itu, sel tubuh rawan terhadap senyawa karsinogenik pemicu kanker. Itulah sebabnya leci dapat Anda jadikan sebagai buah favorit antikanker.
Sebuah studi menyatakan bahwa aktivitas fisik yang berat termasuk olahraga berat menguras cadangan selenium yang ada di dalam darah. Dalam kondisi demikian, tubuh menjadi rentan terhadap oksidan alami yang dihasilkan oleh tubuh sendiri selama beraktivitas. Akibatnya paparan radikal bebas tidak dapat dihindari sehingga imunitas tubuh menurun.

Penurunan imunitas tubuh dapat menjadi salah satu pendorong inflamasi yang pada akhirnya memicu terjadinya kanker. Berbagai studi menyebutkan bahwa suplementasi selenium terbukti mampu meningkatkan kapasitas GSII-Px, dengan cara inilah dampak mutasi DNA yang memicu kanker dapat ditekan. Meskipun bermanfaat, namun mendapatkan selenium dari makanan alami seperti leci tentunya lebih aman. Meskipun memiliki peran yang cukup penting, kelebihan selenium sangat tidak diharapkan karena dapat meracuni tubuh. Karena itu, sedapat mungkin kita berusaha untuk memasok selenium dari makanan alami.

Efektivitas buah leci sebagai antikanker juga dipengaruhi oleh vitamin C yang dimilikinya. Sebagai antioksidan, vitamin C akan mereduksi dampak buruk radikal bebas superoksida, hidrogen peroksida, serta radikal tokoferol. Radikal bebas yang bersenyawa dengan vitamin C akan diubah menjadi bentuk lain yang tidak berbahaya. Dengan cara ini inisiasi kanker dapat dicegah.

Buah leci sangat baik untuk dikonsumsi oleh para perokok. Radikal bebas yang berasal dari rokok menguras cadangan vitamin C yang ada di dalam tubuh sehingga sel rentan terhadap paparan radikal bebas, termasuk radikal bebas penyebab kanker. Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling sering dialami oleh para perokok. Berbagai studi menjelaskan adanya kaitan erat antara defisiensi vitamin C dan kanker.

Kadar vitamin C yang tinggi di dalam tubuh akan meningkatkan imunitas tubuh terhadap kanker. Peningkatan konsumsi makanan yang kaya vitamin C akan mendorong aktivitas sel imun (sel limfosit B, limfosit T, dan sel NK: Natural Killer) dalam menghadapi faktor pemicu kanker. Secara umum, berbagai jenis kanker dialami oleh mereka yang mengalami defisiensi vitamin C. Konsumsi vitamin C yang memadai tentunya sangat berarti dalam mencegah kanker.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: