Manfaat Buah Kiwi Sebagai Sumber Antioksidan

February 2, 2013

buah kiwi

Buah kiwi merupakan salah satu buah unggul dengan segudang manfaat. Buah yang dalam bahasa Inggris disebut China gooseberry ini berasal dari China, dan kini banyak dikembangkan di Selandia Baru.

Buah dengan kulit berbulu halus berwarna cokelat kehijauan ini memiliki indeks nutrisi tertinggi dari semua buah yang ada di pasaran. Dengan indeks nutrisi yang prima tersebut, buah kiwi memiliki potensi sebagai sumber antioksidan yang andal. Komponen antioksidan yang dimilikinya berupa vitamin, mineral, dan zat-nirgizi yang dimilikinya.

Daging buahnya yang berwarna kuning kehijauan terbentuk karena kombinasi sejumlah pigmen alami yang terdiri atas klorofil, betakaroten, lutein, beta-cryptoxanthin, dan zeaxanthin. Karotenoid tersebut merupakan antioksidan eksogen yang kemampuannya tidak perlu kita ragukan. Dengan didukung oleh kadar vitamin C yang tinggi serta vitamin E, buah kiwi merupakan sumber antioksidan yang berkualitas tinggi. Nilai ORAC dari buah kiwi adalah 602. Kiwi menduduki urutan ke-3 buah yang kaya antioksidan setelah jeruk orange dan anggur merah.

Bantu atasi asma

Banyak faktor yang menjadi pemicu asma, salah satunya adalah radikal bebas. Paparan radikal bebas meningkatkan potensi peradangan atau inflamasi. Kandungan vitamin C yang tinggi pada buah kiwi sangat efektif untuk mencegah inflamasi. Dengan efekt ivitas ini, konsumsi buah kiwi secara rutin dapat menurunkan tingkat serangan asma yang dipicu oleh inflamasi.

Sebuah studi yang dilakukan di Italia pada sekelompok anak-anak membuktikan efektivitas buah kiwi dalam mengatasi kekambuhan asma. Anak anak yang mengonsumsi kiwi sebanyak 5-7 kali seminggu mengalami penurunan tingkat kekambuhan asma 44% lebih jarang dibanding anak-anak lain yang hanya mengonsumsi sekali dalam seminggu. Konsumsi buah kiwi 5-7 kali seminggu menurunkan gejala napas pendek, batuk pada malam hari, batuk kronis, sesak napas, dan pilek.

Cegah kerusakan mata

Buah kiwi yang masih muda warnanya hijau dan setelah tua menjadi hijau kekuningan. Warna alami tersebut menandakan banyaknya kandungan klorofil dan beta-karoten pada buah tersebut. Selain dua pigmen utama tersebut, kiwi juga kaya lutein dan zeaxanthin – dua jenis karotenoid yang sangat diperlukan untuk melindungi mata dari cahaya biru yang dipancarkan oleh matahari. Kerja sama yang baik antara vitamin C, vitamin E, karotenoid kiwi menciptakan kekuatan antioksidan yang kuat untuk melindungi mata dari cacat makula yang berpotensi mengaburkan pandangan mata terhadap suatu objek.

Bantu mengencerkan darah

Darah encer sangat diperlukan untuk mendukung kesehatan kardiovaskular. Paparan radikal bebas mendorong darah menjadi kental sehingga berpotensi sebagai faktor penyebab gangguan kardiovaskular. Radikal bebas yang menyebabkan perlengketan platelet adalah lemak trans, peroksida lipid, dan radikal bebas lain yang bersifat larut dalam lemak.

Untuk memiliki darah encer, kita perlu menjalankan pola diet sehat dengan mengonsumsi makanan yang memiliki kemampuan untuk mengencerkan darah (antikoagulan). Selain itu, makanan yang kita konsumsi harus kaya antioksidan. Kekuatan antioksidan yang andal sangat diperlukan untuk mencegah pajanan radikal bebas pada darah yang mendorong darah menjadi kental. Salah satu makanan yang memifiki kemampuan ganda sebagai antioksidan sekaligus anti koagulan adalah kiwi.

Sebuah studi yang dilakukan di Norwegia mengatakan bahwa konsumsi buah kiwi secara rutin secara signifikan dapat menurunkan agregrasi platelet. Para ahli menduga kemampuan kiwi dalam mencegah penggumpalan darah disebabkan oleh kinerja vitamin C, vitamin E, karotenoid dan nlutein yang dimilikinya. Dalam sebuah studi tersebut disebutkan bahwa konsumsi buah kiwi secara rutin selama 28 hari dapat menurunkan jumlah platelet yang menggumpal hingga sebesar 18% dibanding kontrol.

Tak hanya mencegah penggumpalan darah, bioaktif yang dimiliki kiwi juga efektif untuk menurunkan trigliserida darah. Dalam penelitian yang sama disebutkan bahwa individu yang mengonsumsi 2-3 buah kiwi secara rutin selama 28 hari mengalami penurunan kadar trigliserida darah hingga sebesar 15% dibanding kontrol. Penurunan kadar trigliserida memiliki manfaat yang menguntungkan untuk menurunkan kekentalan darah.

Baik untuk penderita hipertensi

Selain kaya antioksidan yang bermanfaat untuk mencegah paparan radikal bebas pemicu kenaikan tekanan darah. Konsumsi buah kiwi juga memasok asam amino arginin yang memiliki efektivitas sebagai hipotentif. Efektivitasnya dalam menurunkan tekanan darah berkaitan dengan mekanismenya sebagai agensia yang mendukung vasodilator.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: