Manfaat Belimbing Sebagai Sumber Antioksidan

January 8, 2013

belimbing

Ada dua jenis belimbing, yakni belimbing manis (Averhoea carambola) dan belimbing wuluh (A. belimbi). Keduanya merupakan buah yang kaya dengan vitamin C. Kita ketahui bahwa vitamin C merupakan antioksidan yang harus tersedia di dalam tubuh untuk melawan berbagai macam radikal bebas larut dalam air yang berusaha merusak sel tubuh kita.

Selain vitamin C, belimbing juga kaya dengan antioksidan lain berupa polifenol. Kandungan polifenol dalam setiap 100 gram belimbing manis sebanyak 33 mg. Polifenol tersebut berupa protoantocyanidin dan epicathecin yang dapat pula kita temukan pada anggur dan teh hijau.

Polifenol menjadi kekuatan antioksidan pada belimbing. Bioaktif ini mampu menjinakkan radikal bebas yang berasal dari nitrit oksida. Kekuatannya sebagai antioksidan bergantung kematangan buah. Buah yang matang mengalami peningkatan kadar polifenol sehingga lebih efektif dibanding buah yang masih mentah.

Melindungi jantung dengan belimbing

Konsumsi belimbing sangat baik untuk mendukung kesehatan jantung. Kandungan kaliumnya yang sangat tinggi berguna untuk mengendalikan tekanan darah. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko yang mendorong PJK.

Selain dipengaruhi oleh pengendalian tekanan darah, antioksidan yang dimilikinya juga sangat berguna untuk mencegah oksidasi radikal bebas yang merusak pembuluh darah. Seperti kita ketahui, salah satu faktor primer yang mendorong serangan jantung adalah kerusakan pembuluh darah.

Manfaat lain dari belimbing diberikan oleh serat yang dimilikinya. Serat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol darah. Pengendalian kolesterol hingga mencapai ambang normal merupakan upaya yang sangat baik untuk mendukung kesehatan pembuluh darah. Meskipun hiperkolesterol bukan merupakan faktor penyebab serangan jantung, namun kolesterol darah yang tinggi berpotensi melemahkan kinerja jantung. Lengkap bukan, efek perlindungan yang diberikan belimbing kepada jantung kita?

Untuk menjaga kadar kolesterol darah Anda, Anda tidak perlu mengonsumsi belimbing terlalu banyak. Dua buah belimbing manis setiap hari sudah cukup untuk menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi sekaligus mengalami hiperkolesterolemia. Sebuah studi menyatakan bahwa konsumsi 2 gelas sari buah belimbing setiap hari telah mampu menurunkan kadar LDL serta meningkatkan kadar HDL secara nyata. Selain itu, pada saat bersamaan akan terjadi penurunan tekanan darah secara bertahap hingga mencapai level normal.

Belimbing juga sanggup mengatasi kanker

Efektivitas polifenol sebagai antioksidan, anti inflamasi, antikarsinogenik, antimutatif, antiproliferatif, serta antimikroba tentunya sangat bermanfaat untuk mencegah dan memusnahkan kanker. Surh Young Joon, dkk., (2001) menyatakan polifenol memiliki antiinflamasi yang sangat baik terhadap sel kanker. Efektivitas tersebut didukung oleh efek kemoprotektif dari polifenol yang dikandungnya.

Dalam studi yang dilakukannya tanpak bahwa polifenol mampu mengendalikan molekul penyebab peradangan pada sel kanker (COX-2 dan radikal, nitrit) sehingga akhirnya menekan faktor NF-kB. Efektivitas anti-peradangan tersebut sangat membantu untuk mencegah penyimpanan sel normal menjadi kanker yang umumnya dipicu oleh peradangan.

Belimbing bersifat antagonis dengan obat

Meskipun kaya manfaat, ternyata belimbing juga memiliki efek buruk yang perlu kita waspadai. Banyak orang telah mengetahui bahwa buah tropis yang segar ini memiliki kandungan oksalat yang tinggi sehingga jika terlalu banyak dikonsumsi dapat menyebabkan terbentuknya batu ureter. Belimbing yang masih mentah memiliki kandungan oksalat lebih banyak daripada yang sudah matang.

Di samping itu, belimbing juga memiliki efek buruk terhadap kinerja obat kimiawi. Konsumsi belimbing bersama dengan beberapa jenis obat dapat melunturkan efektivitas dari obat yang bersangkutan. Uji laboratorium menyebutkan bahwa di dalam belimbing ada zat aktif yang menghambat cytochrome P450 yang mengeliminasi bahan aktif obat. Obat kimiawi yang menurun khasiatnya oleh bahan aktif belimbing adalah statin dan benzodiazepine. Untuk mencegah dampak yang tidak kita inginkan, sangat dianjurkan agar tidak mengonsumsi belimbing pada saat kita sedang mengonsumsi obat kimiawi.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: