Manfaat Bawang Putih Sebagai Sumber Antioksidan

March 6, 2013

bawang putih

Aroma menyengat yang dimiliki bawang putih membuktikan adanya kandungan asam amino bersulfur yang dimiliki oleh umbi bawang putih. Setidaknya ada sekitar 200 macam asam amino bersulfur pada umbi bawang putih. Asam amino-asam amino tersebut merupakan turunan dari alli.

Beberapa asam amino bersulfur tersebut memiliki kemampuan sebagai antioksidan yang andal. Asam amino yang dimaksud adalah alisin, diallyl heptasulfida, diallyl hexasulfida, diallyl npentasulfida, diallyl tetrasulfida, diallyl trisulfida, S-allyl cystein, S-allyl mercapto cystein.

Dalam menjalankan aktivitasnya, asam amino bersulfur pada bawang putih bekerja melalui beberapa cara, yakni:

• Sebagai selator racun yang berasal dari logam berat.
• Melakukan detoksifikasi terhadap hidroksil (H202).
• Mencegah oksidasi lemak.
• Mencegah penggumpalan lemak pada jaringan dan arteri.
• Mencegah kerusakan DNA.
• Melindungi kerusakan pembuluh darah dari radikal bebas.
• Melindungi jaringan dari kerusakan yang disebabkan oleh radiasi surya dan radiasi lainnya.
• Mencegah kerusakan lever dari karbon tetra klorida (CCl 4)
• Mencegah kerusakan lever dari radikal bebas yang berasal dari polusi udara.

Efek antioksidan dari bawang putih bersifat menyeluruh sehingga radikal bebas yang mampu diatasinya juga beragam. Dengan sifat tersebut, bawang putih efektif untuk mengatasi berbagai macam penyakit yang terkait dengan radikal bebas.

Sejak dahulu bawang putih digunakan untuk mengatasi hipertensi, diabetes, hiperkolesterol, kanker, serta beberapa macam penyakit akibat infeksi. Masing-masing bioaktif yang terdapat pada bawang putih memiliki kinerja yang berbeda-beda, namun efek antioksidan yang dimilikinya yang lebih berperan daripada efek farmakologis lain yang dimilikinya.

Konsumsi bawang putih secara rutin setiap hari memberi makna yang baik terhadap kesehatan kita. Bawang putih memiliki efek farmakologi yang lengkap, yakni sebagai antioksidan, antibiotik, antiinflamasi, antikanker, penurun kolesterol darah, penurun gula darah, pengencer darah, dan sebagainya. Cukup beragam bukan manfaat yang kita peroleh dari umbi yang aromanya menyengat ini?

Bawang putih efektif sebagai antikanker

Kekuatan antioksidan bawang putih sangat mengagumkan. Selain karena adanya asam amino bersulfur yang menjadi komponen antioksidan utamanya, bawang putih juga banyak mengandung selenium. Selenium merupakan antioksidan andal untuk mengatasi radikal bebas karsinogenik. Dengan mengonsumsi bawang putih secara rutin kita telah memasok antioksidan sekaligus antikanker ke dalam tubuh kita.

Secara khusus bawang putih mengandung bioaktof antikanker, yakni ajoene, alisin, alixin, allyl mercaptan, allyl methyl trisuliida, diallyl disulfide, diallyl sulfide, dan diallyl trisulfida. Senyawa aktif tersebut mencegah kanker melalui berbagai mekanisme.

Efektivitas antikanker yang utama pada bawang putih disebabkan adanya senyawa yang berperan untuk mencegah inflamasi. Senyawa tersebut menghambat produksi NF kappa-B yang memicu terjadinya inflamasi sehingga aktivitas molekul peradangan cytokines mereda. Seperti kita ketahui, inflamasi merupakan kejadian awal yang memicu kanker.
Ekstrak bawang putih mampu mencegah inisiasi kanker yang disebabkan oleh aflatoxin. Senyawa yang aktif menjalankan peran tersebut adalah allisin, ajoene, dan diallyl disulfida.

Menurut Dr. Clement dari bagian bedah onkologi Roswell park Cancer Institute di New York, efek pencegahan kanker terjadi karena asam amino bersulfur pada bawang putih mampu mengacaukan sel kanker sehingga reproduksinya terhambat. Sedangkan peneliti lain dari Universitas Cornell di New York menyebutkan bahwa selenium organik dari bawang putihlah yang efektif mencegah inisiasi dan perkembangan kanker.

Tidak hanya mencegah kanker, ekstrak bawang putih baik sebagai suplemen oral ataupun lewat injeksi ternyata sanggup mencegah perkembangan tumor. Penelitian yang dilakukan pada binatang percobaan di Loma Linda Universitv School Medicine mengatakan bahwa tumor pada tikus yang diberi injeksi ekstrak bawang putih relatif tidak berkembang dibanding placebo.

Bagi penderita kanker yang menjalani terapi radioaktif, konsumsi bawang putih atau suplemen yang mengandung senyawa aktif bawang putih juga menguntungkan baginya. Sebuah studi menyatakan bahwa konsumsi suplemen bawang putih yang telah difermentasi (aged garlic) terbukti dapat menurunkan dampak negatif pasca radiasi berlangsung.

Kendalikan tekanan darah

Penyebab hipertensi yang akurat masih merupakan misteri. Sekitar 90% penyebab hipertensi belum sepenuhnya diketahui. Dari sekian banyak faktor penyebab hipertensi adalah antioksidan. Paparan antioksidan akan melemahkan sistem imun sehingga mengacau seluruh aktivitas biologis yang berkaitan dengan pengaturan tekanan darah.

Radikal bebas merusak pembuluh darah hingga menimbulkan aterosklerosis — gejala yang memicu kenaikan tekanan darah. Jika terus dibiarkan, maka akan menjadi hipertensi. Untuk mencegahnya diperlukan antioksidan yang memiliki kemampuan anti aterogenik. Antioksidan dengan kemampuan ganda tersebut dimiliki bawang putih.

Penurunan tekanan darah oleh bawang putih dipengaruhi oleh aktivitas ajoene dan alisin dalam mengencerkan darah sehingga sirkulasi darah menjadi lancar. Selain itu sulfur yang terkandung salam bawang putih juga bermanfaat untuk mendorong aktivitas nitrit oksida yang bermanfaat untuk pengendalian tekanan darah.

Bawang putih atasi radikal bebas penyebab arthritis

Konsumsi bawang putih secara rutin mampu meningkatkan imunitas tubuh terhadap radikal bebas yang menurunkan kekebalan tubuh hingga memicu inflamasi. Efek positif ini sangat menguntungkan untuk mencegah kekambuhan arthritis. Dalam hal ini, berbagai senyawa sulfur yang dikandungnya mampu menstimulasi sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan produksi prostaglandin untuk menekan peradangan.

Sehatkan jantung dengan bioaktif bawang putih Efek pengencer darah yang dimiliki bawang putih tentu sangat bermanfaat untuk meringankan kinerja jantung. Dengan dukungan antioksidan yang memadai, bawang putih mampu melindungi pembuluh kapiler jantung dari radikal bebas yang menyebabkan serangan jantung. Radikal bebas yang paling berbahaya merusak pembuluh kapiler jantung adalah peroksida lipid.

Efektivitas bawang putih dalam menurunkan kadar kolesterol darah juga turut membantu mencegah risiko penyakit jantung. Ajoene, alisin, dialllyl sulfida, dan S-allyl sistein merupakan asam amino bersulfur yang memiliki kemampuan yang sangat meyakinkan dalam menurunkan kolesterol LDL. Dalam percobaannya pada tikus percobaan, Liu (2006) mengatakan bahwa konsumsi bawang putih dalam jangka waktu tertentu dapat menghambat sintesis kolesterol. Menurut Sigh (2006), efektivitas tersebut terjadi karena bioaktif yang terdapat pada bawang putih mampu menurunkan sterol 4 alpha-methyl oksidasi sehingga kadar kolesterol darah turun.

Masih banyak khasiat bawang putih yang belum terungkap

Selama ini para ahli percaya bahwa bawang putih memiliki berbagai macam efek farmakologis. Sejumlah studi membuktikan bahwa senyawa aktif yang terdapat pada bawang putih bersifat hipotentif, hipoglikemik, hipokolesterolemik, antibiotic, antioksidan, antiaterogenik, antikanker, antiinflamasi, antialergi, dan sebagainya. Meskipun telah banyak data klinis yang membuktikan efektivitas bawang putih, namun para ahli masih meyakini bahwa masih banyak efek lain dari bawang putih yang belum terungkap.

Bawang putih matang tetap efektif

Konsumsi bawang putih mentah memang dapat memasok keseluruhan bioaktif secara utuh, namun bawang putih yang telah masak pun tetap bermanfaat bagi Anda. Sebuah studi mengungkap bahwa penggorengan bawang putih segar tidak menyebabkan penyusutan senyawa aktif yang terdapat pada bawang putih.

Bagi Anda yang tidak bermasalah dengan penyakit tertentu, konsumsi bawang putih dalam bentuk rempah dapur telah cukup untuk berjaga-jaga menghadapi penyakit, namun jika Anda mengidap penyakit tertentu, Anda perlu mengonsumsinya secara khusus. Untuk mendapatkan manfaat yang lebih baik, tentu saja Anda harus mengonsumsinya dalam jumlah yang lebih banyak dari takaran normal. Jika mengonsumsi herba segar bawang putih merepotkan Anda, Anda dapat mengonsumsinya dalam bentuk suplemen.

Suplemen bawang putih kini mudah Anda peroleh di apotek. Suplemen tersebut dijual dalam bentuk kapsul lunak (soft capsul). Suplementasi bawang putih dianjurkan bagi penderita hipertensi, diabetes, hiperkolesterol, PJK, stroke, dan bagi mereka yang mengalami infeksi ringan. Dosis suplemen dapat disesuaikan dengan petunjuk yang direkomendasikan oleh formulatornya.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: