Manfaat Asparagus Sebagai Sumber Antioksidan

December 29, 2012

asparagus

Rebung asparagus merupakan salah satu sumber antioksidan yang patut kita pilih. Sayuran yang nikmat diolah menjadi sup ini menyumbang gluthation yang cukup banyak bagi tubuh kita, yakni sebesar 28.3 mg/100 g. Gluthation adalah antioksidan endogen yang efektif mengatasi berbagai macam radikal bebas. Mengonsumsi asparagus akan memberi perlindungan menyeluruh ke seluruh bagian sel dan sitoplasma dari paparan radikal bebas.

Kehebatan asparagus sebagai antioksidan tidak perlu diragukan karena sayuran yang tergolong mahal ini kaya dengan berbagai macam zat yang berpotensi untuk mereduksi dampak buruk serangan radikal bebas. Ada empat macam pigmen dari asparagus yang memiliki kemampuan antioksidan, yakni klorofil, beta karoten, lutein, dan cyanidin. Selain itu, kekuatan antioksidan yang dimilikinya juga didukung oleh fiabonoid berupa lignan.

Lindungi jantung Anda dengan asparagus

Efektivitas yang paling menonjol saat kita mengonsumsi asparagus terjadi pada jantung kita. Asparagus memiliki kandungan glutathione yang relatif tinggi. Secangkir asparagus dapat menyumbang glutathione sebanyak 2.8 mg. Glutathione merupakan antioksidan primer yang bekerja sangat luas, termasuk menjadi pelindung yang baik terhadap jantung kita.

Glutathione bekerja sama dengan rutin dan lignan bermanfaat untuk menjaga kesehatan pembuluh kapiler jantung. Bersama dengan folat yang banyak dikandungnya, serta dibantu oleh vitamin C, glutathione mampu menjaga dinding kapiler dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas yang berpotensi memicu terjadinya serangan jantung.

Asparagus memiliki kandungan folat yang relatif tinggi. Kelompok vitamin B kompleks ini sangat diperlukan untuk mengubah homosistein menjadi methionin dan sistein. Penurunan kadar homosistein berdampak positif untuk mencegah terjadinya serangan jantung.

Asparagus mengandung nutrisi jantung yang lengkap. Dalam asparagus terdapat vitamin K yang sangat diperlukan untuk kesehatan jantung. Mengonsumsi 100 gram asparagus telah mencukupi kebutuhan vitamin K bagi tubuh. Nutrisi jantung lain yang juga sangat penting adalah folat. Asparagus juga merupakan sumber folat yang baik. Kelompok vitamin B kompleks ini diperlukan untuk menurunkan level homosistein. Jika kita makan 100 gram asparagus, kita akan memperoleh asupan folat sekitar 65% dari kebutuhan folat harian bagi individu dewasa.

Efek perlindungan asparagus terhadap jantung semakin kuat karena asparagus banyak mengandung antioksidan yang sekaligus berfungsi sebagai anti inflamasi. Bioaktif yang memiliki kemampuan ganda tersebut adalah saponin. Asparagus memiliki beberapa macam saponin, yakni asparagin A, diosgenin, protodioscin, dan sarsapogenin. Fitokimia ini akan mencegah peradangan pembuluh darah dan organ jantung sehingga memperkecil risiko PJK.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: