Manfaat Apel Sebagai Sumber Antioksidan

December 26, 2012

apel

Sebagian ahli mengunggulkan apel sebagai buah penuh manfaat, bahkan ada jargon “An apple day, keeps the doctor away”. Begitu hebatkah kemampuan apel untuk menjaga kesehatan kita? Apel mengandung vitamin dan mineral secara lengkap. Kandungan serat pangannya juga sangat baik. Dua hal tersebut menjadikan apel sebagai buah yang dianggap unggul.

Apel juga merupakan sumber antioksidan, meskipun bukan antioksidan yang unggul (karena nilai ORAC-nya hanya 218). Kemampuannya sebagai antioksida tersebut merupakan hasil kerja sama antara vitamin A, vitamin E, tembaga (Cu), antosianin (eyanidin dan malvidin), serta sejumlah fitokimia yang terdiri dari quercetin, rutin, D- glutaric acid, epicathecin, dan myricetin.

Dari seluruh senyawa antioksidan yang dimiliki apel, myricetin dianggap sebagai antioksidan yang paling menonjol dari buah apel. Fitokimia ini mampu menyingkirkan radikal bebas yang merupakan singlet oksigen. Sedangkan quercetin memiliki kemampuan sebagai anti-peradangan, termasuk peradangan yang disebabkan oleh radikal bebas. Kemampuan antioksidan yang dimilikinya 4.7 kali lebih unggul dibanding antioksidan standar vitamin E.

Sebuah apel tiap hari untuk mencegah kanker

Apel diduga kuat memiliki kemampuan yang sangat menjanjikan sebagai antikanker. Buah apel terutama di bagian kulitnya kaya dengan polifenol yang merupakan antioksidan andal. Setiap kilogram apel mengandung polifenol sebanyak 1 – 7 gram. Polifenol tersebut bermanfaat untuk mencegah kerusakan buah apel dari radiasi UV-B saat buah masih berada di pohon. Selain untuk melindungi dirinya sendiri, polifenol tersebut juga merupakan pelindung bagi sel tubuh jika kita mengonsumsinya. Polifenol yang dimaksud adalah epicathechin. Polifenol yang sama dapat kita temukan pada teh hijau dan cokelat hitam yang tersohor sebagai antioksidal unggul.

Buah apel kaya flavonoid, salah satunya adalah quercetin yang juga merupakan antikarsiogenik. Sebuah riset di laboratorium yang dilakukan oleh klinik Mayo di Amerika mengatakan bahwa quercetin mampu mencegah produksi androgen yang menjadi reseptor kanker prostat. Dalam studi yang dilakukan oleh The IOWA Womens Health pada tahun 2008 disebutkan bahwa kecukupan flavonoid sangat membantu untuk mencegah kanker pada wanita pascamenopause.

Quercetin pada buah apel terkonsentrasi di bagian kulitnya. Karena itu, untuk mendapatkan kadar quercetin yang memadai kita harus mengonsumsi bersama dengan kulitnya. Sayang, apel yang beredar di pasaran umumnya sudah diawetkan dengan pelapis lilin dan zat untuk mencegah pembusukan. Untuk menghilangkan zat penghalang tersebut kita harus berusaha membuangnya tanpa harus kehilangan zat berguna yang terdapat pada kulit apel. Caranya: Rendamlah buah apel yang akan Anda konsumsi ke dalam air mendidih selama sekitar 5 menit, kemudian gosoklah lapisan lilin yang melekat di kulit. Selanjutnya rendam selama beberapa detik ke dalam larutan cuka encer untuk menetralkan zat kimia yang melekat di kulit. Bilas lagi dengan air dingin yang mengalir dan keringkan menggunakan lap bersih.

Manfaat lain dari apel terdapat pada seratnya. Banyak mengonsumsi apel membantu memasok serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Apel banyak mengandung serat larut dalam air (pektin) yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran cerna. Kecukupan serat dapat mengurangi risiko kanker usus besar.

Sehatkan jantung dengan apel

Ketakutan Anda terhadap kolesterol sangat beralasan karena hiperkolesterol menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya PJK. Pektin pada kulit apel sangat ampuh untuk menurunkan kolesterol darah.

Penelitian menunjukkan bahwa polifenol pada apel efektif dalam menurunkan kolesterol total dan kolesterol LDL. Polifenol juga merupakan antioksidan kuat yang mampu mencegah oksidasi lipid. Oksidasi lipid yang menghasilkan lipid peroksida jauh lebih berbahaya daripada kolesterol darah yang tinggi yang selama ini dianggap musuh oleh kaum awam. Radikal bebas ini merusak pembuluh darah dan menyisakan sampah protein sebagai bahan baku plak yang menjadi materi penyumbat pembuluh darah.

Bioaktif lain dari apel yang bermanfaat sebagai pelindung pembuluh darah adalah quercetin. Polifenol ini merupakan antioksidan yang tangguh dalam mencegah dampak buruk dari peroksida lipid. Selain itu juga mampu menurunkan laju infiamasi. Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Lipid Health (2005) menyebutkan bahwa konsumsi jus apel dalam jangka waktu tertentu dapat menurunkan faktor risiko terkait dengan level lemak darah yang tinggi, infiamasi, dan kerusakan endothel. Faktor-faktor tersebut merupakan pemicu aterosklerosis yang mendukung terjadinya penurunan kinerja jantung.

Lindungi kulit dari paparan U V dengan apel

Ultraviolet merupakan bahaya besar bagi kesehatan kita. Sinar berenergi tinggi yang dipancarkan matahari ini merupakan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh kita. Kerusakan kulit dan mata dapat terjadi akibat dampak paparan UV yang tidak dapat diatasi oleh radikal bebas yang tersedia di dalam tubuh kita. Untuk mengatasinya, tubuh harus memiliki kapasitas antioksidan yang memadai. Mengapa Anda tidak memilih apel sebagai sumber antioksidan untuk mengatasi serangan UV?

Selovchenko, dkk., (2003) menyatakan bahwa flavonoid dari kulit apel signifikan efektif sebagai UV-protector. Selain flavonoid, apel juga mengandung karoten dan kaya vitamin C yang turut membantu melindungi sel tubuh Anda dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal UV.

Paparan UV yang berlebihan dapat merusak keindahan kulit karena mempercepat penuaan kulit. Dampak yang lebih buruknya adalah kanker kulit. Tak hanya bagi kulit, mata yang sering terpapar sinar biru matahari juga rawan mengalami degenerasi makula dan katarak. Membiasakan diri makan sayuran dan buah- buahan yang kaya antioksidan merupakan langkah bijaksana untuk mempertahankan kesehatan kulit dan mata kita.

Kontrol gula darah dengan apel

Bagi Anda yang mengalami problem kadar gula darah tinggi (hiperglukomia), apel dapat menolong Anda untuk mengatasi permasalahan tersebut. Apel mengandung berbagai macam fitonutrisi yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan laju metabolisme gula. Mekanisme kerja yang dilakukan terbilang lengkap sehingga kadar gula darah dapat dikontrol secara efektif.

Menurut Hanhineva, dkk., (2010), bioaktif apel sangat berperan dalam meningkatkan metabolisme karbohidrat adalah polifenol. Studi lain menyebutkan bahwa quercetin dan sejumlah flavonoid lainnya sangat bermanfaat untuk menghambat percernaan gula. Dalam hal ini, quercetin memiliki efektivitas yang sangat baik dalam menghambat kinerja enzim alfa-amylase dan alfa-glukosidase yang bertugas memecah gula kompleks menjadi gula sederhana yang nantinya bersatu dengan darah. Selanjutnya, polifenol apel sangat bermanfaat untuk menghambat absorpsi gula ke dalam darah sehingga dapat menghindari kenaikan kadar gula darah.

Sebuah studi menyatakan, polifenol apel juga efektif untuk merangsang aktivitas sel beta yang ada di pankreas untuk memproduksi insulin. Peningkatan produksi insulin sangat diharapkan karena insulin merupakan satu-satunya hormon yang menyalurkan gula ke dalam sel. Tak hanya sampai di sini, polifenol apel juga mampu meningkatkan kemampuan sel dalam menerima gula yang akan masuk. Dengan mekanisme yang sempurna ini, maka kenaikan kadar gula darah yang tidak dikehendaki dapat diminimalisir.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: