Manfaat Anggur Sebagai Sumber Antioksidan

January 9, 2013

anggur

French Paradox dianggap sebagai pola makan sehat yang layak dijadikan panutan. Secara umum, bangsa Prancis memiliki tingkat kesehatan yang lebih baik dibanding bangsa Barat lainnya. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan yang biasa mereka lakukan, yakni menggemari anggur dan suka mengonsumsi wine.

Wine adalah produk olahan yang terbuat dari buah anggur yang tersohor sebagai buah berkualitas super. Dalam pandangan ahli nutrisi, anggur dikategorikan sebagai buah unggul kaya manfaat, termasuk sebagai sumber antioksidan unggul. Buah dari daerah empat musim ini memiliki kapasitas antioksidan yang hebat. Semua itu disebabkan karena tingginya aktivitas dari senyawa-senyawa antioksidan yang dimilikinya.

Aktivitas antioksidan anggur terbentuk karena kerja sama antara flavonoid, antosianin, vitamin, dan mineral yang dikandungnya. Aktivitas antioksidan anggur yang sangat hebat tidak terlepas dari keberadaan pigmen merah keunguan antosianin yang dimilikinya. Anggur merah termasuk buah dengan kandungan antosianin yang tertinggi dari semua buah yang berwarna merah keunguan. Ada beberapa jenis antosianin yang memberi warna merah atau merah keunguan pada buah anggur, yakni eyanidin, peonidin, delphinidin.dan malvidin.

Setiap jenis anggur memiliki kandungan antosianin yang berbeda-beda. Anggur merah dan anggur ungu kehitaman
memiliki kadar antosianin lebih tinggi dibanding anggur hijau atau anggur putih.

Selain antosianin yang memberi warna merah keunguan pada buah anggur, ada lagi dua jenis flavonoid utama yang dapat kita temukan pada anggur, yakni quercitin dan resveratrol. Resveratrol memiliki kemampuan antioksidan dua puluh kali lebih unggul dibanding antioksidan standar — vitamin E. Selain itu, dalam jumlah yang relatif sedikit anggur juga mengandung flavonoid lain berupa rutin, amentoflavon, dan apigenin.

Dalam menjalankan perannya sebagai antioksidan, seluruh komponen antioksidan anggur saling bekerja sama menyusun kekuatan yang tangguh untuk melawan radikal bebas. Efek perlindungan yang diberikan meliputi bagian ekstraseluler dan intraseluler. Jenis radikal bebas yang mampu direduksinya pun sangat beragam, baik yang bersifat larut dalam air ataupun larut dalam lemak. Setidaknya ada dua penyakit yang mampu dihalangi oleh antioksidan anggur, yakni penyakit yang ada hubungannya dengan pembuluh darah serta kanker.

Antosianin melindungi pembuluh darah dari radikal bebas

Antosianin merupakan flavonoid terkuat dari semua jenis flavonoid yang telah dikenal. Antosianin berperan sebagai antioksidan melalui berbagai mekanisme. Pigmen alami anggur tersebut memberi perlindungan yang sangat baik terhadap membran sel lemak. Selain itu, antosianin juga memiliki kinerja sebagai antiinflamasi yang tangguh. Dua kinerja tersebut sangat bermanfaat untuk memperbaiki kerusakan dinding pembuluh darah dari pajanan radikal bebas. Dengan efektivitas seperti inilah, maka konsumsi anggur sangat bermanfaat bagi penderita diabetes dan hiperlipidemia yang rawan mengalami kerusakan pembuluh darah.

Cegah aterosklerosis dengan flavonoid anggur

Sejumlah flavonoid yang terdapat pada buah anggur terbukti efektif untuk mencegah kerusakan dinding pembuluh darah yang mengawali aterosklerosis. Polifenol anggur terbukti efektif menurunkan laju oksidasi kolesterol LDL yang memicu peradangan pada dinding pembuluh darah. Efek resveratrol sebagai anti aterogenik telah teruji baik melalui studi laboratorium atau¬pun studi klinis.

Penelitian dari Universitas Wisconsin menyebutkan bahwa rutin, qeuercetin, kaemferol, apigenin, dan amentoflavon yang ditemukan pada wine terbukti ampuh mencegah agregrasi platelet yang memicu penyumbatan pembuluh darah. Efek negatif flavonoid anggur dalam mencegah aterosklerosis juga dipengaruhi oleh kemampuannya dalam mencegah pembelahan sel otot polos, menghambat ekspresi Monocyte Chemostatic Protein-1 (MPC-1), serta memperbaiki jaringan endotel.

Secara umum, wine memiliki kandungan flavonoid yang lebih unggul dibanding anggur segar, namun penderita PJK sebaiknya mengurangi konsumsi wine berkadar alkohol tinggi. Konsumsi harian yang dianjurkan tidak lebih dari 60 ml. Jika Anda bermaksud untuk mengonsumsinya lebih banyak lagi untuk meningkatkan pasokan flavonoid yang kaya manfaat, sangat dianjurkan agar Anda memilih wine berkadar alkohol rendah.

Gula darah dapat terkontrol berkat antosianin

Antosianin sangat membantu mengatasi komplikasi diabetes. Bagi penderita diabetes, pembuluh darah kapiler mereka meng¬alami kerusakan akibat ikatan gula dan protein yang menyebabkan terjadinya inflamasi. Inflamasi tersebut dipacu oleh aktivitas enzim perusak jaringan. Untuk menyembuhkannya diperlukan senyawa yang mampu menghambat aktivitas enzim sekaligus dapat meregenerasi jaringan yang rusak.

Senyawa yang memiliki kemampuan andal untuk melindungi pembuluh darah antara lain antosianin. Dalam menjalankan tugasnya, antosianin giat menghambat aktivitas enzim perusak dinding pembuluh darah sekaligus merangsang pembentukan kolagen baru untuk memperbaiki jaringan yang rusak.

Resveratrol dan quercetrin memiliki daya yang ampuh untuk menghambat aktivitas endothelin-1 yang menjadi penyebab terjadinya serangan jantung. Masih berkaitan dengan gangguan jantung, flavonoid ini juga memiliki kemampuan yang sangat meyakinkan untuk menghambat produksi COX-2 yang menyebabkan peradangan. Kedua hal ini merupakan masalah serius yang mengawali terjadinya aterosklerosis. Kita tahu bahwa aterosklerosis merupakan faktor primer yang mendorong terjadinya serangan jantung dan serangan otak (stroke).

Sebuah studi yang dipublikasikan oleh Universitas Wisconcin menyebutkan bahwa flavonoid anggur bermanfaat untuk menghambat agregasi platelet, menghambat pembelahan otot polos pada pembuluh darah, menghambat ekspresi Monocyte Chemotactic Protein-1 (MCP-1), serta memperbaiki fungsi endotel yang secara keseluruhan bermanfaat untuk mencegah aterosklerosis.

Bagi Anda yang memiliki kadar kolesterol darah tinggi, sangat baik jika Anda suka mengonsumsi anggur atau red wine. Serat dan saponin pada anggur akan menghambat penyerapan kolesterol ke dalam darah Anda sehingga peningkatan kadar kolesterol darah dapat dikendalikan. Masih ada lagi manfaat lain yang dapat Anda peroleh dari resveratrol, yakni mengurangi risiko stroke. Sebuah studi yang dilakukan di Inggris menyebutkan bahwa resveratrol merupakan antioksidan yang mampu melindungi radikal bebas penyebab peradangan otak yang menjadi pemicu utama terjadinya stroke pada penderita aterosklerosis.

Dalam beberapa dasawarsa terakhir para ahli penyakit jantung dan pembuluh darah mengakui kehebatan anggur untuk menghambat pembentukan platelet. Flavonoid anggur sangat efektif dalam meningkatkan oksidasi nitric oxide untuk merintangi pembentukan platelet. Dengan cara ini, radikal bebas superoksida yang terbentuk pada saat terjadi agregasi platelet akan diikatnya sehingga efek membahayakan yang ditimbulkannya dapat diminimalisir.

Anggur punya kekuatan melawan kanker

Flavonoid anggur juga memiliki kemampuan antioksidan yang kuat untuk mencegah radikal karsinogenik yang menyebabkan kanker. Ada dua mekanisme flavonoid dalam mencegah kanker. Yang pertama dengan menghentikan serangan radikal bebas karsinogenik – benzopyrene. Sedangkan efektivitas yang kedua terkait dengan kemampuannya untuk mengatasi peradangan. Secara umum, peradangan merupakan pemicu awal yang mendorong terjadinya kanker.

Kekuatan antikanker yang dimiliki anggur disebabkan adanya zat aktif bernama acutimissin A dan pterostilbene. Acutimissin efektif mencegah pembentukan sel kanker, sedangkan pterostilbene efektif menghambat perkembangan sel kanker. Studi farmakologi membuktikan bahwa acutimisin A memiliki kekuatan antikanker yang lebih hebat dibanding obat kanker VP-16. Sejak penelitian tersebut, banyak ahli yang optimis untuk mengembangkan obat kanker berbahan aktif acutimisin A.

Konsumsi buah anggur secara rutin dapat menghentikan pertumbuhan tumor yang terkait dengan estrogen, seperti kanker payudara. Sebuah uji laboratorium pada tikus percobaan menunjukkan bahwa pemberian jus anggur sebanyak 0.5 ml per hari selama 5 minggu terbukti dapat menghambat perkembangan tumor payudara pada tikus yang bersangkutan. Dalam penelitian tampak bahwa tumor tikus yang diberi jus anggur ukurannya 1/5 lebih kecil dibanding tikus yang menjadi placebo.

Tak hanya mencegah kanker, antioksidan anggur juga mampu membantu mengatasi dampak buruk radikal bebas yang dialami pasien yang menjalani pengobatan kanker dengan teknik radiasi. Ihwal tentang ini terjadi karena resveratol mampu menetralisir dampak radikal bebas yang berasal dari radiasi yang memajan tubuh pasien saat menjalani radioterapi.

Pilih anggur yang mana?

Nilai ORAC setiap jenis anggur berbeda-beda. Anggur merah memiliki nilai ORAC sebesar 985, sedangkan anggur concord sebesar 1470. Semakin gelap warnanya, maka kapasitas antioksidannya semakin meningkat terkait dengan semakin banyaknya antosianin dan flavonoid lain yang dikandungnya. Karena itu, untuk mendapatkan anggur yang berkualitas, sebaiknya kita pilih anggur yang kulitnya berwarna gelap. Anggur merah atau anggur ungu kehitaman adalah pilihan yang tepat untuk memasok antioksidan yang banyak bagi tubuh Anda.

Tak hanya anggur segar, Anda pun dapat mengonsumsi wine sebagai pemasok antioksidan yang tak kalah hebatnya dengan anggur segar. Dalam bentuk fermentasi (wine), kemampuan antioksidan anggur menjadi semakin meningkat dibanding saat masih segar. Peningkatan kadar antioksidan tersebut disebabkan meningkatnya nilai cerna fenol setelah fermentasi usai.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: