Mana yang Lebih Sehat, Susu Pasteurisasi atau Susu Murni Segar?

February 10, 2015

susu pasteurisasi

Susu dan produk susu memang menyediakan zat gizi yang sangat baik. Namun ada kalanya susu terkontaminasi bakteri sehingga malah menyebabkan keracunan. Susu murni yang tidak melalui proses pasteurisasi, rentan terkontaminasi kuman sehingga berisiko bagi kesehatan.

Di Amerika Serikat analisis yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), antara tahun 1993 dan 2006 menemukan lebih dari 1500 orang warga yang sakit keracunan setelah mengonsumsi susu murni atau keju dari susu murni. Menurut CDC, susu yang tidak dipasteurisasi berisiko 150 kali lebih tinggi untuk menyebabkan keracunan dibandingkan susu pasteurisasi.

Di Indonesia sering terjadi keracunan susu murni yang terkontaminasi bakteri. Susu nonpasteurisasi bisa terkontaminasi bakteri berbahaya seperti Salmonella, Escheria coli, dan Listeria, yang kerap menyebabkan keracunan. Risiko ini lebih tinggi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah seperti lanjut usia, wanita hamil dan anak-anak. CDC menyebutkan bahwa kasus keracunan susu murni yang terkontaminasi lebih banyak terjadi pada anak-anak dan remaja.

Apa itu Susu Pasteurisasi?

Pasteurisasi merupakan suatu proses untuk mematikan bakter-bakteri berbahaya dengan cara memanaskan susu hingga suhu tertentu dalam waktu tertentu pula. Proses yang ditemukan Louis Pasteur tahun 1864 ini, bisa mematikan kuman-kuman penyakit listeriosis, demam tifoid (tifus), tuberkulosis, difteri dan lainnya.

Masih menurut CDC, penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan nilai gizi yang berarti antara susu perah murni dengan susu pasteurisasi. Akan tetapi susu pasteurisasi masih mengandung bakteri nonpatogen dalam kadar rendah, sehingga susu harus disimpan pada lemari pendingin terutama setelah kemasannya dibuka. Pasteurisasi sudah lebih dari 120 tahun digunakan untuk memproses susu agar aman dikonsumsi.

Susu murni yang terkontaminasi bakteri bisa menyebabkan keracunan. Gejala keracunan susu antara lain mual dan muntah-muntah, diare, serta nyeri perut. Bisa juga gejala seperti gejala flu yaitu demam, sakit kepala, dan rasa nyeri di sekujur tubuh. Pada umumnya orang yang keracunan susu murni bisa pulih dalam waktu singkat. Namun ada kalanya bisa muncul gejala-gejala yang parah bahkan mengancam jiwa.

Jika Anda atau keluarga Anda menunjukkan gejala keracunan setelah mengonsumsi susu murni, segera hubungi dokter. Untuk wanita hamil perlu ekstra hati-hati. Pasalnya, keracunan susu akibat kontaminasi bakteri Listeria dapat menyebabkan keguguran, kematian janin, atau bayi lahir mati.

Bijak Memilih

Para pendukung susu murni segar menolak jika dikatakan susu murni berbahaya atau susu pasteurisasi lebih baik daripada susu murni. Pendukung konsumsi susu murni umumnya beranggapan bahwa susu pasteurisasi sudah bukan susu murni lagi karena sudah berubah secara kimiawi. Aktivitas enzim pada susu menjadi sangat rendah karena proses pasteurisasi, sehingga lebih sulit dicernakan. Kandungan lemak, vitamin dan mineralnya menjadi lebih sulit diserap. Selain itu, bakteri yang bermanfaat yang terkandung di dalam susu juga ikut mati.

Argumen lain yang dikemukakan adalah soal pakan sapi yang berpengaruh terhadap kualitas dan keamanan susu yang dihasilkan. Susu dari sapi perah yang dilepas di padang rumput, lebih aman dikonsumsi daripada susu dari sapi perah yang diberi pakan tidak alami, kaya protein kedelai dan jagung dan diberi hormon pertumbuhan. Mengonsumsi susu perah dari sapi-sapi ini jelas bukan tindakan bijaksana. Namun susu murni dari sapi yang dipelihara di peternakan organik dan makan rumput segar sebagai pakan alami, diyakini menawarkan keunggulan yang tidak ada pada susu pasteurisasi. Susu murni seperti itu disebut unggul dari sisi zat gizi, aktivitas enzim, sehingga keterserapan zat-zat gizi, lemak, protein dan mineralnya menjadi lebih tinggi.

Pembaca, baik susu pasteurisasi maupun susu murni memang memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Pilihan tentu ada di tangan. Pastikan susu yang Anda pilih untuk keluarga Anda adalah susu yang sehat dan bebas kontaminasi dan aman dikonsumsi.

Mitos dan Fakta Seputar Susu Murni dan Pasteurisasi

  • Susu pasteurisasi tidak menimbulkan intoleransi laktosa dan reaksi alergi. Baik susu murni mau pun susu pasteurisasi bisa menyebabkan reaksi alergi pada orang-orang yang sensitif terhadap protein susu.
  • Susu murni tidak bisa membunuh bakteri patogen yang berbahaya secara otomatis.
  • Pasteurisasi tidak mengurangi nilai gizi susu.
  • Proses pasteurisasi bukan berarti bisa menyimpan susu di luar lemari pendingin dalam waktu lama.
  • Pasteurisasi membunuh bakteri patogen.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: