Langkah-langkah Kendalikan Gula Darah

October 12, 2013

gula darah

Pada umumnya penyakit diabetes ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi atau hiperglikemia. Bila telah menderita diabetes, Anda pun perlu rutin mengecek kadar gula darah ke dokter. Alternatif lainnya adalah Anda dapat menggunakan alat tes gula darah (glucometer).

Dengan alat ini, Anda perlu memastikan sebelum makan, tingkat glukosa sebaiknya di antara angka 80 dan 120 miligram/desiliter. Setelah makan, kira-kira dua jam, angka aman adalah di bawah 170 miligram/ desiliter. Sebelum tidur, Anda perlu memeriksa lagi dan memastikan angka berada di 100-140 miligram/desiliter. Saat berpuasa, kadar gula darah memang lebih rendah. Kisaran angkanya adalah 70-100 miligram/desiliter.

Jika Anda menderita diabetes, kondisi fisik perlu mendapat perhatian lebih. Salah satunya adalah berolahraga secara rutin. Sediakan waktu 15-30 menit untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Langkah ini dapat membantu mengurangi resistensi insulin. Olahraga juga bisa membantu membakar lemak, menyehatkan tubuh secara keseluruhan, dan membuat sel tubuh lebih iseptif terhadap insulin.

Menjaga pola makan

Namun, hal yang lebih penting adalah menjaga agar gula darah tetap terkendali. Salah satunya pola makan. Beberapa hal perlu diperhatikan saat mengatur pola makan untuk diet. Pertama, cara diet terbaik untuk penderita diabetes adalah makan lebih sering. Namun, dengan catataan, porsi makan harus dikurangi dengan perhitungan jumlah kalori tertentu. Makan lebih sering dengan porsi yang jauh lebih sedikit sebenarnya dimaksudkan agar kadar gula dara tidak melonjak dengan tiba-tiba.

Kedua, mengonsumsi air putih yang cukup. Konsumsi air putih sekitar 8 gelas per hari memang cukup ideal. Pada intinya, jika asupan air putih cukup, kadar gula darah akan relatif lebih stabil. Tubuh pun semakin terjaga kesehatannya secara keseluruhan.

Ketiga, pilihlah jenis makanan yang terbaik untuk tubuh. Mulailah dari hal-hal kecil. Misalnya, minumlah jus buah sebagai camilan atau makanan selingan di antara makan berat. Pilihlah buah-buahan segar yang tidak mengandung kadar gula terlalu tinggi. Misalnya, jambu, pepaya, markisa, melon, tomat, apel, dan jeruk. Hindarilah buah-buahan berkadar gula tinggi seperti durian dan nangka.

Konsumsilah lebih banyak serat untuk tubuh. Perkaya menu harian Anda dengan lebih banyak sayuran dan buah-buahan segar. Makanan yang kaya serat tidak hanya membantu memperlancar pencernaan, tetapi juga membuat proses penyerapan glukosa menjadi lebih terkendali. Efeknya, gula darah pun menjadi lebih stabil.

Untuk jenis karbohidrat, penderita diabetes sebenarnya tidak harus menghindari nasi. Nasi putih boleh dikonsumsi, hanya saja, kurangi porsinya.

Daripada nasi putih, penderita diabetes lebih baik mengonsumsi jenis nasi lain seperti nasi merah dan nasi cokelat yang berserat tinggi. Hindari pula terlalu banyak mengonsumsi roti putih dan mi. Namun, konsumsilah roti gandum yang kaya serat dan oatmeal.

Konsumsi lemak berlebihan dan makanan yang berkolesterol tinggi juga perlu dibatasi. Jenis makanan ini dapat memicu komplikasi diabetes. Misalnya, makanan laut (seafood), goreng-gorengan, atau jeroan. Sebaliknya, konsumsilah makanan yang lebih sehat seperti kacang-kacangan dan mengganti minyak goreng biasa dengan minyak zaitun yang lebih sehat.

Untuk camilan, tidak hanya buah-buahan yang bisa Anda pilih. Beragam jenis kacang juga bisa dijadikan camilan saat senggang. Namun, sekali lagi, sebaiknya Anda konsumsi dengan porsi yang cukup untuk melengkapi kebutuhan gizi harian yang seimbang.

Keempat, belajarlah mengonsumsi makanan dengan porsi tertentu dan tidak berlebihan. Tampaknya hal ini sederhana, tetapi prakteknya tidak mudah. Beragam jenis makanan yang berkalori tinggi, manis, dan mengandung zat tambahan makanan biasanya terlihat lebih menggiurkan dibandingkan sayuran dan buah-buahan. Apalagi jika makanan tersebut merupakan makanan favorit. Godaan untuk mengonsumsi lebih banyak makanan tidak sehat bisa saja dilakukan. Untuk itu, kontrol diri diperlukan.

Kelima, faktor psikis juga berpengaruh. Jadi, sebaiknya hindarilah stres dan depresi. Usahakan lebih banyak bersyukur atas segala sesuatu yang Anda alami setiap hari. Langkah ini dapat menghindarkan stres. Kebiasaan-kebiasaan lainnya yang perlu dilakukan adalah beristirahat yang cukup. Anda juga perlu lebih bersosialisasi di lingkungan untuk lebih dapat memberikan dukungan pada diri sendiri agar tidak menyerah pada “penyakit gula” ini.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: