Kuning Tak Selalu Penyakit Kuning

October 14, 2014

sakit kuning

Marni muntah-muntah sejak pagi. Suaminya Parjo jadi kebingungan. “Bulan ini tamu bulananmu sudah datang belum, Mar?,” tanya Parjo harap-harap cemas. Maklum, Marni dan Parjo adalah pengantin baru, tapi si Mbok sudah ribut minta cucu. Marni melirik Parjo sambil mengelap mulut, “Belum, sih. Tapi kayaknya bukan hamil, Jo. Soalnya tadi pagi buang air besarku kok warnanya seperti dempul, tapi air kencingnya malah cokelat seperti teh. “Sebagai suami siaga, Parjo pun membawa Marni ke dokter. Setelah diperiksa, dokter mengatakan bahwa Marni tampak kuning dan harus diperiksa lebih lanjut di rumah sakit. “Wah, kalau dokter tidak bilang, saya juga tidak sadar kalau saya kelihatan kuning. Tapi kok bisa kuning, ya?,” Marni bertanya-tanya.

Identik Dengan Penyakit Kuning

Kulit yang tampak kuning dalam dunia kedokteran sering disebut dengan istilah jaundice atau ikterik. Pada ikterik, warna kuning tersebar merata di seluruh tubuh. Awalnya warna kuning dapat terlihat samar-samar dan tidak disadari oleh penderitanya, tapi makin lama makin jelas. Tidak heran jika banyak orang yang baru sadar bahwa ia terlihat kuning setelah berobat ke dokter. Selain kulit, warna kuning juga dapat terlihat jelas di bagian putih mata dan kuku. Orang yang kulitnya berubah warna menjadi kuning biasanya juga mengeluhkan urinenya berwarna kecokelatan seperti teh dan tinja jadi terlihat pucat seperti dempul.

Kulit kuning? Kalau tidak terkena kunyit, ya pasti sakit kuning. Ini adalah anggapan yang umum beredar di masyarakat. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, karena memang sebagian besar warna kekuningan pada kulit disebabkan oleh sakit kuning alias hepatitis. Meski demikian, tidak sedikit juga yang disebabkan oleh penyakit lain. Ikterik sendiri bukanlah penyakit, melainkan merupakan gejala dari adanya penyakit yang lebih serius. Karena itu, penderitanya harus segera dibawa ke dokter untuk mencari tahu mengapa bilirubin dapat menumpuk di kulit.

Ikterik dapat mengenai orang dari berbagai usia, mulai bayi hingga orang dewasa. Meski demikian, penyebab ikterik pada bayi dan orang dewasa umumnya berbeda. Timbulnya ikterik dapat disertai dengan demam, menggigil, sakit perut, gatal-gatal, hingga penurunan berat badan. Satu yang perlu diingat, tidak peduli berapa usia Anda dan bahwa Anda merasa baik-baik saja, warna kulit yang kekuningan tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Peningkatan Kadar Bilirubin

Warna kuning pada ikterik disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin di dalam darah. Bilirubin adalah sampah yang dihasilkan tubuh dari sel darah merah yang sudah rusak. Bilirubin ini dibawa oleh darah ke hati untuk untuk disatukan dengan empedu. Kombinasi keduanya akan dikeluarkan oleh tubuh melalui urin dan feses. Karena mengandung pigmen atau zat warna, urin akan menjadi kuning dan feses menjadi kecoklatan. Jika terjadi penumpukan, bilirubin akan terakumulasi di jaringan, termasuk di jaringan kulit dan mata, sehingga tubuh jadi terlihat kuning. Ikterik ini biasanya akan mulai terlihat saat kadar bilirubin darah lebih dari 2,5-3 mg/dL.

Disebabkan Banyak Faktor

Ikterik pada dewasa dapat disebabkan oleh berbagai penyakit. Beberapa di antaranya bersifat serius dan dapat mengancam jiwa. Ikterik ini terjadi jika terjadi gangguan metabolisme atau pengeluaran bilirubin. Untuk mempermudah dokter dalam mencari penyebab ikterik, biasanya penyebab dapat dibagi menjadi tiga kelompok.

1. Pra-hepatik, yaitu jika gangguan terjadi sebelum bilirubin memasuki hati. Ikterik akibat gangguan pra-hepatik terjadi pada penyakit atau infeksi yang menyebabkan sel darah merah mengalami pemecahan dalam jumlah besar atau sebelum waktunya. Beberapa penyakit yang dapat mencetuskan hal ini di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Malaria
  • Anemia sel sabit
  • Talasemia
  • Sindrom Gilbert
  • Sferosistosis herediter
  • Sindrom Crigler-Najjar

2. Hepatik, yaitu jika penyebab berasal dari hati. Ikterik karena gangguan intra-hepatik biasanya terjadi akibat kerusakan hati sehingga tidak dapat memroses bilirubin. Berikut beberapa penyebabnya:

  • Penyebab tersering adalah hepatitis akibat virus hepatitis A, B atau C.
  • Minum minimal alkohol dapat menyebabkan kerusakan hati yang disebut penyakit hati alkoholik.

Kanker hati dan obat-obatan seperti parasetamol, serta jamu-jamuan juga dapat meningkatkan risiko kerusakan hati. Obesitas dan perlemakan hati yang bukan disebabkan karena alkohol.

3. Post-hepatik, yaitu jika gangguan terjadi setelah bilirubin dikeluarkan dari hati. Ikterik juga sering terjadi akibat penyakit di luar hati, terutama pada empedu dan pankreas. Misalnya tersumbatnya saluran empedu akibat batu empedu, pankreatitis, kanker pankreas, dan kanker empedu.

Tantangan Dalam Menegakkan Diagnosis

Untuk menentukan penyebab terjadinya ikterik diperlukan pemeriksaan yang menyeluruh. Hal ini dimulai dengan wawancara dokter mengenai riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik. Meski sepele, tapi beberapa penyebab ikterik dapat diketahui hanya dengan kedua hal ini. Setelah itu, dokter akan menganjurkan pemeriksaan laboratorium terhadap darah. Tujuannya adalah untuk mengetahui fungsi hati, memeriksa jumlah darah, keseimbangan elektrolit, dan fungsi pankreas. Jika terdapat indikasi, pemeriksaan terhadap infeksi virus hepatitis juga dapat diperiksa.

Pemeriksaan selanjutnya bergantung pada hasil pemeriksaan awal. Mungkin juga diperlukan pemeriksaan USG, CT Scan, MRI, cholescintigraphy, hingga ERCP (endoscopic retrograde cholangiopancreatography) atau biopsi hati

Terapi Bergantung Penyebab

Pengobatan ikterik sepenuhnya bergantung pada penyebabnya. Demikian juga dengan tingkat kesembuhannya. Pada kasus yang ringan, ikterik dapat hilang dengan obat-obatan suportif tanpa perlu dirawat. Namun, pada kasus-kasus tertentu, penderita ikterik mungkin harus dirawat dan diberikan terapi lebih lanjut.

Jika ikterik dicurigai akibat kebiasaan minum alkohol, maka penderitanya harus segera menghentikan kebiasaan tersebut. Apalagi jika ia sudah mengalami sirosis, hepatitis alkoholik, atau pankreatitis akut. Demikian juga pada kasus-kasus yang disebabkan oleh penggunaan obat, jamu, atau keracunan. Konsumsi zat-zat tersebut harus dihentikan.

Ingin menghindar dari ikterik? Penyebab ikterik memang banyak, karena itu tidak semuanya dapat dicegah. Namun, penyakit seperti hepatitis virus dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi. Batasi penggunaan alkohol dan obat-obatan yang dapat merusak hati. Selain itu, berat badan juga perlu terus dijaga untuk menghindari perlemakan hati. Gaya hidup yang sehat dan bersih akan menghindarkan Anda dari penyakit hati.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: