Khasiat Bawang Putih Untuk Kesehatan

February 15, 2013

khasiat bawang putih

Bawang putih merupakan bahan makanan obat (healing food) yang paling masyhur khasiatnya dan sudah dikenal sejak jaman Yunani dan Mesir kuno. Berbagai penelitian modern telah membuktikan kebenaran khasiatnya itu. Kemampuan yang luar biasa dari bawang putih sebagai pencegah infeksi dan peningkatan kekebalan tubuh, menjadikan bawang putih berkhasiat sebagai penyembuh berbagai penyakit. Dalam pengobatan tradisional Cina bawang putih digunakan sebagai obat untuk penyakit diare, disentri, batuk, bronchitis, tekanan darah tinggi dan pengerasan dinding pembuluh darah (atherosclerosis).

Aspek kimia dari bawang putih sangat kompleks. Senyawa kimia utama yang terdapat dalam bawang putih adalah asam amino alliin. Bau yang khas dikarenakan adanya senyawa sulfur dari polysulfide. Jika bawang putih dipotong, maka alliin akan bergabung dengan enzim allinase dan membentuk senyawa allicin dan komponen sulfur yang mudah menguap (volatil) yang menyebabkan bau khas bawang putih.

Kualitas dan khasiat bawang putih ditunjukkan oleh kandungan zat dan aromanya dan bukan oleh bentuknya. Makin banyak zat yang terkonsentrasi akan makin tinggi khasiatnya. Karena itu adalah tidak benar mitos yang mengatakan bawang putih dengan bentuk siung tunggal lebih berkhasiat.

Dewasa ini bawang putih sudah diperdagangkan dalam bentuk produk suplemen. Selain praktis karena bentuknya yang lebih kecil, berkurangnya bau bawang yang menyengat mendorong banyak orang lebih memilih produk suplemen bawang putih, baik berupa minyak atau bubuk. Tentu saja akibat proses pengolahan sebagian dari zat yang menguntungkan dalam bawang putih menjadi berkurang bahkan hilang sama sekali.

Berbagai studi klinik memusatkan perhatian terhadap dua khasiat utama bawang putih yaitu mencegah penyakit jantung koroner dan kanker. Berbagai penelitian menunjukkan bawang putih mempunyai sejumlah manfaat bagi kesehatan jantung.

Khasiat bawang putih untuk mengatasi berbagai penyakit

• Menurunkan kadar kolesterol dan lemak darah.

Penelitian dengan menggunakan ekstrak bawang putih pada manusia dan tikus menunjukkan bawang putih dapat menghambat pembentukan kolesterol. Dari penelitian itu ternyata dengan dosis bawang putih segar 10-20 gram atau 600-900 mg bubuk bawang putih perhari dapat menurunkan kadar kolesterol total sebanyak 25%, trigliserida sebanyak 8-13% dan meningkatkan HDL-kolesterol sebesar 50%.

• Menurunkan tekanan darah.

Sungguhpun penelitian pengaruh bawang putih terhadap penurunan tekanan darah masih terus berlanjut, namun dari beberapa penelitian terbukti bawang putih mempunyai efek antihipertensi. Hasil penelitian pada penderita hipertensi tingkat sedang yang diberi bubuk bawang putih sebanyak 600-900 mg sehari, ternyata tekanan darah sistolik menurun sekitar 11 mm Hg dan tekanan diastolik menurun sekitar 6 mm Hg.

• Memperlancar aliran darah.

Suatu penelitian menunjukkan orang yang diberi bubuk bawang putih sebanyak 900 mg, ternyata 5 jam kemudian aliran darah pada pembuluh kapiler tangannya naik hingga 55%. Orang yang menderita sakit pada kaki waktu berjalan yang disebabkan sirkulasi darah tidak sempurna, ternyata mampu berjalan lebih cepat setelah diberi bubuk bawang putih. Efek ini muncul akibat mengendurnya dinding pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih baik.

• Menghambat pembentukan gumpalan pada dinding pembuluh darah.

Penyempitan pembuluh darah terjadi karena adanya kolesterol yang terlepas akibat oksidasi LDL-kolesterol dan melekat pada dinding pembuluh darah, membentuk gumpalan kolesterol sehingga pembuluh darah menjadi sempit. Bawang putih yang mengandung komponen sulfur diallyldisulfida yang bertindak sebagai antioksidan mencegah oksidasi LDL-kolesterol sehingga pembentukan gumpalan kolesterol dapat dicegah.

• Mencegah penyakit kanker.

Dalam bawang putih terdapat beberapa senyawa yang berpotensi sebagai anti kanker. Senyawa allylcystein berpotensi menghentikan proses metabolisme dalam sel sehat yang akan berubah menjadi sel kanker. Selanjutnya senyawa diallyldisulfida juga berpotensi menghambat pertumbuhan dan menghancurkan sel kanker yang sudah terbentuk dalam tubuh. Senyawa lain dalam bawang putih yang berpotensi lebih kuat sebagai pembunuh sel kanker terutama kanker paru-paru adalah diallyltrisulfida.

Penelitian yang dilakukan di Cina dan Italia menunjukkan bahwa meningkatnya konsumsi bawang putih ada hubungannya dengan turunnya insidensi penyakit kanker lambung dan kanker usus. Penelitian di Amerika Serikat oleh Health Professional Follow up Study yang melibatkan 48.000 pria dan wanita, serta penelitian oleh Iowa Women’s Health Study yang melibatkan 4.200 wanita. Keseluruhan responden penelitian itu diberi konsumsi bawang putih. Setelah penelitian berlangsung antara 5-8 tahun ternyata kelompok yang mengkonsumsi bawang putih dalam jumlah yang cukup banyak dibanding dengan mereka yang tidak atau sedikit sekali mengkonsumsi bawang putih, terjadi penurunan insidensi penyakit kanker sebesar 23% pada pria dan 32% pada wanita. Sungguhpun penelitian ini tidak spesifik mempelajari khasiat bawang putih sebagai pencegah atau untuk pengobatan, namun dari penelitian ini dapat diketahui adanya aktivitas anti tumor dari bawang putih.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: