Kenali Olahraga yang Tidak Tepat

July 5, 2014

olahraga

Banyak orang mengaku sudah berolahraga, tetapi berat badan tidak turun, bahkan terkadang meningkat. Badan pun tidak bertambah sehat, bahkan sering sakit. Jika ini yang terjadi, bisa jadi penyebabnya adalah cara olahraga yang tidak tepat.

Ya, olahraga yang tidak tepat justru bisa berdampak negatif untuk kesehatan. Olahraga bisa menyebabkan cedera bila jenis gerakannya tidak sesuai. Hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi kesehatan saat melakukan olahraga. Jika mengalami cedera pada kaki, Anda hindari olahraga yang menggunakan banyak gerakan pada kaki, kecuali untuk kepentingan terapi.

Selain itu, masih ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan saat berolahraga. Berikut ini contoh langkah yang kurang tepat saat berolahraga.

Tanpa pemanasan dan pendinginan

Sebelum memulai olahraga, ada baiknya Anda melakukan pemanasan terlebih dahulu. Hal ini sepertinya sepele, tetapi sering diabaikan. Jika tidak melakukan pemanasan, jangan heran bila Anda mengalami kram perut atau kram kaki.

Demikian pula saat selesai berolahraga. Anda perlu melakukan pendinginan. Baik pemanasan maupun pendinginan ini biasanya berupa gerakan-gerakan ringan untuk perenggangan dan pengaturan pernapasan. Sebenarnya tidak sulit dilakukan tetapi tidak jarang terlupakan. Lakukan perenggangan untuk pemanasan dan pendinginan pada saat sebelum dan sesudah olahraga agar otot-otot menjadi lebih lentur.

Makan berlebihan

Mengisi perut usai berolahraga memang dianjurkan. Namun, hindarilah mengonsumsi terlalu banyak makanan. Jika Anda berniat untuk diet atau mengurangi berat badan, konsumsilah makanan sebelum dan sesudah olahraga dalam porsi yang cukup.

Makan sebelum olahraga akan memberikan energi saat berolahraga. Namun, hindari jarak makan yang terlalu dekat dengan olahraga atau makan terlalu banyak. Usahakan makan sekitar 1 jam setelah berolahraga. Namun, tetap Anda kendalikan jumlah porsi makanan yang dikonsumsi.

Konsumsi air kurang

Saat melakukan olahraga yang banyak menguras keringat, umumnya seseorang tidak melupakan minum air putih. Namun, ketika melakukan olahraga lain seperti berenang, tidak jarang seseorang melupakan minum. Alasannya sederhana, tubuh tidak mengeluarkan air dari keringat atau berendam dalam kolam berisi air.

Namun, hal ini tidak tepat. Meskipun Anda banyak bersentuhan dengan air saat berenang, konsumsi air putih tetap diperlukan. Hanya saja, jumlahnya mungkin tidak sebanyak ketika Anda melakukan lari maraton. Terlebih bila mengingat banyak air kolam renang yang mengandung kaporit dan dapat mengikis kelembaban kulit, konsumsi air putih yang cukup tetap diperlukan.

Tidak teratur

Niat dalam berolahraga biasanya muncul pada saat awal. Hari-hari atau bulan-bulan berikutnya, olahraga menjadi aktivitas yang seolah enggan dilakukan. Hal ini dialami banyak orang. Tidak sedikit orang yang gagal menjalankan gaya hidup sehat gara-gara olahraga tidak teratur.

Sebagai contoh, dalam satu minggu, seseorang rutin berolahraga. Namun, pada minggu berikutnya, ia banyak mengonsumsi makanan yang tidak sehat, bergadang, dan minim aktivitas fisik. Olahraga pun menjadi sia-sia. Jika ingin mendapatkan tubuh yang sehat, berolahragalah secara rutin.

Tubuh sehat memang tidak instan. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Olahraga tidak cukup. Olahraga perlu dilakukan secara konsisten. Selain itu, gaya hidup sehat lain seperti mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang secara teratur, istirahat cukup, menjauhi stres, dan mengonsumsi air putih yang cukup merupakan kebiasaan lain yang perlu diterapkan.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: