Karies Gigi, Berbahayakah?

December 4, 2013

karies gigi

Gigi memiliki peranan penting dalam membantu pencernaan makanan karena bertugas pertama kali dalam melembutkan makanan sebelum masuk ke usus kita. Dengan memiliki gigi yang sehat pula, maka senyum pun terasa tidak berat kita lakukan.

Setiap orang tentu tidak mengharapkan mengalami sakit gigi dan juga mengalami yang namanya gigi berlubang atau berbagai masalah gigi lainnya. Karena itulah, kita harus menjaga kesehatan gigi agar tidak mengalami ke dua hal tersebut.

Kerusakan pada gigi disebabkan oleh karies gigi. Seseorang dapat mengalami kerusakan gigi karena karies semenjak gigi sulungnya muncul. Karies gigi adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi. Mekanisme terjadinya karies gigi adalah karena keberadaan bakteri dalam mulut. Bakteri dapat mengubah semua makanan, terutama gula, menjadi asam. Bakteri, asam, sisa makanan, dan ludah akan membentuk lapisan lengket yang melekat pada permukaan gigi. Lapisan lengket inilah yang disebut plak. Plak akan terbentuk 20 menit setelah makan. Zat asam dalam plak akan menyebabkan jaringan keras gigi larut dan terjadilah karies. Bakteri yang paling berperan dalam menyebabkan karies adalah Streptococcus Mutans.

Drg. Gita Gayatri SpOrt., menjelaskan bahwa karies ditandai dengan adanya lubang pada jaringan keras gigi, dapat berwarna coklat atau hitam. Gigi berlubang biasanya tidak terasa sakit sampai lubang tersebut bertambah besar dan mengenai persyarafan dari gigi tersebut. Pada karies yang cukup dalam, biasanya keluhan yang sering dirasakan pasien adalah rasa ngilu bila gigi terkena rangsang parias, dingin, atau manis. Bila dibiarkan, karies akan bertambah besar dan dapat mencapai kamar pulpa, yaitu rongga dalam gigi yang berisi jaringan syaraf dan pembuluh darah. Bila sudah mencapai kamar pulpa, akan terjadi proses peradangan yang menyebabkan rasa sakit yang berdenyut. Lama kelamaan, infeksi bakteri dapat menyebabkan kematian jaringan dalam kamar pulpa dan infeksi dapat menjalar ke jaringan tulang penyangga gigi, sehingga dapat terjadi abses.

Faktor penyebab terjadinya karies adalah

1. Konsumsi makanan

Seringnya mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat terutama diantara waktu makan. Waktu makan merupakan faktor yang dihubungkan dengan perkembangan rampan karies.

2. Saliva

Berkurangnya sekresi serta kekentalan saliva. Saliva dapat menghambat karies karena aksi buffer, kandungan bikarbonat, amoniak dan urea dalam saliva dapat menetralkan penurunan pH yang terjadi saat gula dimetabolisme bakteri plak. Kecepatan sekresi saliva berakibat pada peningkatan pH dan kapasitas buffernya. Bila sekresi berkurang akan terlihat peningkatan akumulasi plak sehingga jumlah mikroorganisme (streptococus mutans) akan bertambah.

3. Faktor psikologis

Pada umumnya dapat mengakibatkan timbulnya kebiasaan buruk dalam makan atau memilih makanan. Stress juga dihubungkan sebagai penyebab berkurangnya sekresi dan kekentalan saliva.

4. Faktor sistemik, misalnya penderita diabetes melitus

5.Faktor turunan

Orang tua yang peka terhadap karies akan mempunyai anak yang juga peka terhadap karies. Hal ini disebabkan karena dalam keluarga mempunyai pola kebiasaan makan yang sama dan pemeliharaan kesehatan gigi yang sama pula.

Cara untuk melakukan pencegahan terhadap karies adalah dengan cara:

  1. Sikat gigi dengan pasta gigi berfluoride dua kali sehari, pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
  2. Lakukan flossing sekali dalam sehari untuk mengangkat plak dan sisa makanan yang tersangkut di antara celah gigi-geligi.
  3. Hindari makanan yang terlalu manis dan lengket, juga kurangi minum minuman yang manis seperti soda.
  4. Lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali.
  5. Perhatikan diet pada ibu hamil dan pastikan kelengkapan asupan nutrisi, karena pembentukan benih gigi dimulai pada awal trimester kedua.
  6. Penggunaan fluoride baik secara lokal maupun sistemik.

 

 

Previous post:

Next post: